LAURA

LAURA
Episode 6



Di kelas


“Eh, kalian udah tau belum kalau dosen killer kita hari ini nggak masuk kelas?” kata seorang cewek berambut pendek yang baru saja masuk kelas lalu membuat kehebohan.


“Yang bener lo? Tau dari mana salah denger kali loe” timpal seseorang


“Nggak, kali ini beneran kok, gue denger dari anak kelas sebelah” ucap cewek berrambut pendek tadi


“Kalau gitu kosong dong kelas kita, brarti libur dong… YES! Pulang guys” timpal seorang cowok berambut ikal mulai beranjak ingin pergi


“Dasar otak loe isinya bolos aja! Kelas nggak kosong kok katanya ada dosen pengganti tinggi, putih dan ganteng lagi” serunya pada yang lain


“Yaaahhhh sial dong” keluh anak cowok hampir serempak mereka yang ikut mendengarkan


“Yaayyy, wah siapa tuh dosen? Jadi penasaran”


“Iya siapa ya?” mulai menggosip


“Kayak apa ya dia” semua cewek mulai penasaran dengan apa yang mereka dengan berbeda dengan Laura dan kedua sahabatnya yang tak menghiraukan apa yang mereka bicarakan terlebih Laura yang asyik melanjutkan main gamenya tentu bersama teman Rey dan yang lain


Rya ; “Ngomongin apasih mereka brisik banget, paling juga nggak ganteng-ganteng banget. Gantengan juga idola gue Alan Walker udah ganteng suaranya bagus pengen banget cepet-cepet bersanding” senyumnya membayangkan sang idola


Nindy ; “Awas mimpi jangan ketinggian, disambet jatuh sakit loe haha” timpalnya mengejek


Rya :”Resek banget sih jadi orang nggak bisa lihat temen bahagia dikit, gue cocok kan ra sama Alan Walker” gerutunya meminta dukungan Laura


Laura ; “Iya” sahutnya sekenanya yang sebenarnya dia tidak tau apa yang temannya bicarakan.


Nindy :”Cari dukungan nih yee” ejeknya kembali


Rya :”Bodo Amat!” kesalnya


Dosen baru pun memasuki ruangan hingga membuat semua mata anak perempuan menoleh ke arahnya hingga Rya pun ikut terpesona oleh kedatangannya.


Rya :“Gilaaa lihat Nin ra dosennya ganteng banget ini mah lelaki idaman?” tangannya yang menepuk Nindy di sebelah dan langsung menoleh


Nindy :“Hah, itu beneran dosen baru” ikut fokus melihat dosen baru. Dosen baru pun segera memperkenalkan dirinya semua anak pun fokus melihatnya terkecuali Laura yang masih memainkan ponselnya yang duduk di belakang Nindy.


Dion :“Selamat siang teman-teman, perkenalkan….”


“Siang pak” jawab mereka serempak yang membuat Laura kaget dan menoleh kedepan ternyata dosen itu sudah datang dan lebih kagetnya lagi Laura tau siapa dosen itu dan menatap kesal.


Laura :“WHAAATTTT???” reflek berteriak dengan melotot kearah Dion. Membuat semua orang yang ada di kelas menoleh kearahnya karena teriakan kagetnya


Dion :“Kamu? Kamu ngapain teriak?” ucap Dion yang tak kalah kaget karena bisa bertemu Laura lagi perempuan yang dia tabrak hingga 2x


Laura :“Ehh gpp kok pak, tadi ada semut gigit tangan saya” jawabnya menutupi kaget karena telah melihat Dion sekarang di depan matanya dan menjadi dosen baru di kelasnya


Nindy :“Loe kenapa sih ra teriak gitu bikin kaget tau nggak” ucapnya sambil berbisik


Laura :“Sory nggak sengaja, Gue gpp kok” sahutnya


Dion :“Ya sudah, saya lanjutkan perkenalannya nama saya Dion Septa Mahendra, kalian bisa panggil saya Pak Dion atau Kak Dion terserah kalian mungkin lebih nyaman untuk Kak Dion ya agar terlihat lebih akrab dan saya disini menjadi dosen pengganti pak Joko untuk sementara waktu dan saya minta kerjasama kalian atas keberlangsungan matakuliah ini dan saya sangat menghargai atas kejujuran dan kedisiplinan kalian terimkasih mari kita lajutkan matakuliah ini. Apa ada yang mau di tanya? silahkan” Dion pun tau kalau Laura juga merasa kaget sepertinya karena pertemuan mereka akan menjadi lebih sering lagi.


“Pak Dion umurnya berapa?” tanya lelaki berpakaian kota-kota


Dion :”Umur saya nggak beda jauh kok dari kalian 29 tahun?”


“Kak Dion udah punya pacar atau istri belum?” tanya seorang anak perempuan berambut coklat


“Huuuu… dasar ganjen” sahut anak laki-laki berbaju merah


Dion :”Sudah-sudah jangan rebut kita mulai saja perkuliahan hari ini”


“Yaahhh pak jawab dulu dong pertanyaannya” sambung anak perempuan lain


Dion :”Belum, saya masih single”


Laura :”Ih apaan sih tebar pesona banget” batin Laura


Perkuliahan ini rasanya lebih lama di bandingkan dari dosen sebelumnya yang lebih di kenal super killer semua mahasiswa yang ada itulah yang di rasakan Laura di dalam kelas. Ingin rasanya segera pulang pergi tidak melihat wajahnya lagi dan selama perkuliahan berlangsung Laura tak pernah konstrasi dan Dion menyadarinya hingga kulas usai.


Dion :“Aku lepaskan hari kau cewek galak karena tak mendengarkanku” batin Dion yang mengetahui Laura tak mendengarkannya.


Laura :“Cabut yukk, café Kak Seno yuk” ajak Laura kepada dua temannya sambil berdiri dan lasngung ada respon


“SETUJU” jawab mereka kompak. Mereka pun langsung pergi keluar. Laura dan Dion sempat berpapasan dan mereka hanya diam saling menatap tajam karena tak ingin yang lain tahu apa yang sudah terjadi di antara mereka. Setelah mereke sampai di café.


Rya :“Iya, kenpaa loe? Nggak mungkin digigit semut sampai sakit gitu teriaknya” timpalnya


Laura :“Huh, kalian tau nggak” sambil menghela nafas panjang


“Nggak” sahut mereka bersamaan dan menggelengkan kepala


Laura :”Gue kan belum cerita dodol” kesal


Rya :“Iya ceritalah”


Laura :”Kalian masih inget kan 2x gue ditabrak dengan orang yang sama dan kalian mau menghajarnya jika ketemu dan kalian harus menepati janji kalian”


Nindy :“Iya kita inget kok janji itu” ucapnya dengan diikuti anggukan Lusy


Laura :“Dan kalian harus tau kalau orang itu didekat kalian yaitu dosen tadi dialah orang yang menabrak gue terus menerus, ahh sial banget gue sekarang harus ketemu dia lebih sering lagi” kesalnya terus mengingat kejadian itu


Nindy :“Yang bener lo ra Pak Dion yang nabrak lo?”


Rya :“Salah orang kali ra? Coba inget lagi dia ganteng kok” menjawab tidak percaya


Laura :“Huh, gue masih inget dengan jelas di otak gue kalau dia yang suka nabrak gue, gue belum pikun kayak nenek elo” kesal karena temannya tidak percaya “ganteng darimana coba” gerutunya


Nindy :“Wah sempit banget ya dunia, kalian bisa ketemu terus”


Rya :“Terus rencana loe apa? Dia ganteng sih tapi killer juga sama banget kayak Pak Joko jangan-jangan dia anaknya” tawa mereka memecah suasana


Nindy :“Ganteng Pak Dion kali daripada Pak Joko yang udah tua haha” Rya ikut mengangguk


Laura :“Ganteng apanya biasa kayak gitu, pokonya gue balas dendam kita harus kerjain dia habis-habisan biar di keluar dari kampus kita”


Nindy :“Oke” Rya ikut menganggukan kepala dengan lemah karena sudah terpesona sejak awal melihat.


Laura :”Kayaknya ada yang nggak ikhlas nih” sambil senyum melirik Rya


Rya :’Gue ikhlas kok buat sahabat gue” sahutnya sambil memeluk Laura dan semua tertawa


Sudah seminggu semenjak Dion mengajar di kampus


Nindy :“Eh ra itu bukannya mobil Pak Dion ya?” sambil menunjuk mobil berwarna putih di unjung


Laura :”Hah, maksud loe dosen gila itu?” sambil menoleh mengingat siapa yang di maksud


Nindy :”Iya namanya DION alias Pak Dion bukan dosen gila haha”


Laura :”Udah terserah siapapun nama dia gue nggak peduli, ada ide apa loe?”


Nindy :”Gimana kalau kita kasih hadiah buat mobilnya pakai ini” senyumnya sambil melihatkan sekotak paku pada Laura


Laura :”Gila ngapaon loe bawa ginian ke kampus? Oke deh setuju, yuk buruan” ajaknya mulai beraksi. Setelah selesai mereka berdua langsung jalan ke kantin kampus sambil ketawa-ketawa dengan apa yang mereka perbuat dan membayangkan bagaimana reaksi Dion jika tau ban mobilnya terpasang banyak paku.


Rya :”Woyyy,,, ngapain kalian ketawa nggak ngajak-ngajak nih?’ datang tiba-tiba merangkul kedua temannya dari belakang


Nindy :”Gila loe ngagetin orang, kalau jantung gue copot gimana hah” kesalnya


Lusy :”Gampang gue bawa ke rumah sakit gue dan ntar gue pasang pakai lem biar nempel lagi, GRATIS” tawanya mengejek


Nindy :”Sialan loe”


Rya :”Ada ketinggalan cerita apa nih gue” tanyanya pada kedua sahabatnya


Laura :”Kepoo banget sih loe haha” kemudian mereka menceritakan apa yang sudah mereka lakukan pada mobil Dion


Rya :”Wah gila kalian berdua nggak ngajak gue nggak nungguin gue. Tapi kasian juga dong Pak Dion nanti pulangnya gimana?” sedih Rya campur aduk karena mereka tak mengajak dalam aksi pertama mereka balas dendam dan sedih karena kasian pada dosen yang kini menjadi kesayangannya.


Nindy :”Siapa suruh loe dateng kesiangan, loe anter aja Pak Dion pulang kan loe bawa mobil haha” tawanya tak henti


Rya :”Ide bagus” sahutnya


Laura :”Awas loe macem-macem” katanya yang tak ingin itu terjadi


Rya :”Ya nggak lah mana mau Pak Dion gue ant…” belum selesai bicara orangnya muncul saat mereka membicarakannya


Dion :”Kenapa kalian menyebut nama saya? Sepertinya asyik sekali” Sahut Dion yang mengkagetkan ketiga gadis dihadapannya dan menatap Laura tanpa berkedip.


Terimaskasih sudah setia menunggu dan membaca novel ini yang masih banyak kekurangan. Maaf jika masih ada kesalahan untuk penulisan masih banyak typo hehehe. Karena manusia tidak ada yang sempurna. Jangan lupa like dan favoritenya thank you