
Rizal :”Kenapa Rey, Laura udah ketemu kan?”
Rey :”Udah zal, tapi…” ucapnya terpotong
Arga :”Tapi apa?”
Rey :”Tapi Laura kecelakaan ikut balapan di Bandung”
Rizal :”Kok bisa sampe segitunya sih? Dion bener-bener keterlaluan harus di kasih pelajaran”
Rey :”Itu kan murni kecelakaan zal” ucapnya
Rizal :”Kok loe belain dia sih Rey kan dia yang buat Laura ikut balapan coba kalau dia nggak selingkuh”
Rey :”Bukannya gue belain dia, kan belum tentu Dion yang ngebuat Laura jadi ikut balapan”
Arga :”Tapi kok bisa Laura ikut balapan di Bandung, kayaknya disini ada juga”
Rey :”Gue yang temen udah lama aja nggak tau dia suka ikut balapan”
Arga :”Nah itu orangnya nongol” ucapnya yang melihat Dion masuk ke café
Brrruuukkkkk… Dion jatuh tersungkur ke bawah tepat setelah pukulan mendarat di wajahnya dari Rizal
Dion :”Loe apa-apan sih zal gue baru dateng main pukul aja hah?” tanyanya penasaran
Arga :”Rizal….” Teriaknya memanggil
Rizal :”Bangsat loe ya, apa yang udah loe lakuin sama Laura hah? Kalau sampai dia kenapa-kenapa gue habisin loe”
Dion :”Iya-iya gue ngaku salah, dari kemaren gue cari nggak ketemu nih kalian tau nggak dia kemana? Makanya gue mau kesini mau nanya kalian dimana Laura”
Rey :”Laura nggak disini dia kecelakaan”
Dion :”Serius loe Rey, sekarang dia dimana gue mau samperin sekarang” tanyanya
Rizal :”Percuma loe mohon-mohon pun kita nggak akan kasih tau ke elo” tegasnya
Dion :”Kenapa gitu? Gue mau tau keadaan Laura pacar gue”
Rizal :”Pacar? Bukannya udah putus? Mana ada pacar main perempuan lain sampe kelewat batas” ucapnya menyindir
Dion :”Gue jelasin nih ya dia Rina mantan istri gue, sebenarnya kita udah cerai dua tahun yang lalu tapi akhir-akhir ini dia samperin gue terus dan minta rujuk gue nggak mau. Karena dia nggak bisa ngasih gue keturunan”
Rizal :”Nggak peduli sama alasan loe yang nggak bisa ngebalikin keadaan”
Arga :’Elu pacaran sama Laura temen kita tapi bukan berarti elu bisa ena-ana sama mantan istri loe gitu aja dong”
Rey :”Kenapa loe nggak bilang kalau loe udah pernah nikah?”
Dion :”Bukan gitu, bukannya gue nggak mau cerita tapi gue belum siap buat cerita. Dari awal gue udah mau cerita tapi gue butuh waktu yang tepat buat ceritain semua”
Rizal :”Mendingan loe pergi dari sini eneg gue liat muka loe”
Dion :”Kasih tau gue dong dimana Laura sekarang. Gue mau jelasin semuanya”
Rizal :”Nggak peduli. Pergi loe”
Arga :”Mending loe pergi dulu deh, biar semua tenang”
Dion pun dengan terpaksa pergi dari café tanpa mendapat informasi apapun dari mereka. Kini Dion sungguh menyesali perbuatannya terus memikirkan bagaimana keadaan Laura sekarang dan dimana dia sekarang. Semua usaha sudah dilakukan dari menyewa orang untuk mencari Laura namun tidak ada hasil. Laura seperti hilang ditelan bumi baginya.
BANDUNG
Esoknya mereka semua pun tiba di Bandara Internasional Husein Sastranegara langsung menuju rumah sakit dimana Laura di rawat. Sesampainya di rumah sakit.
Nindy :”Sus, apa disini ada pasien kecelakaan karena balapan yang bernama Laura atau Putri?”
Suster :”Tunggu sebentar ya saya cek dulu”
Nindy :”Iya sus”
Suster :”Ada pasien bernama Putri ada di ruang ICU sebelah sana tinggal lurus aja lalu belok kanan ICU ada di ujung” ucapnya
Nindy :”Baik sus terimakasih”
Suster :’Sama-sama”
Surya :”Itu mereka” ucapnya yang melihat temannya yang masih duduk menunggu di depan ruang ICU. Mereka segera menghampiri
Rya :”Bagaimana keadaan Laura?” ucapnya pada Sam dan Ilham khawatir
Sam :”Hai Sur”
Surya :”Iya, gimana keadaan Laura?”
Sam :”Putri koma. Lebih jelasnya kalian temui dokter” ucapnya sedih
Gery :”Yang, bangun kok malah pingsan sih?” ucapnya membangunkan menepuk pipinya pelan
Nindy :”Ya ampun Ry bangun dong jangan bikin kita tambah khawatir”
Surya :”Mending panggil dokter biar di periksa”
Nindy :”Iya kak, mending kak Gery bawa Rya ke dokter biar aku sama kak Surya nanyain keadaan Laura”
Gery :”Oke kalau gitu”
Sam :”Ham gue anterin Surya dan loe naterin mereka ya”
Ilham :”Oke”
RUANG DOKTER
Tok.. tokk.. took…
Dokter :”Masuk” ucapnya
Sam :”Permisi dok, ada yang mau kami tanyakan soal kondisi Putri" ucapnya
Dokter :”Silahkan duduk. Apa ada yang bisa saya bantu?”
Surya :”Begini dok kami ingin mengetahui kondisi Laura maksudnya Putri secara detail?”
Dokter :”Apa kalian keluarganya?”
Nindy :”Bukan dok kita sahabatnya tapi kita sudah seperti keluarga” ucapnya
Dokter :”Maaf saya tidak bisa memberitahu. Sebaiknya kalian segera meminta salah satu keluarga untuk datang menemui saya”
Nindy :”Saya mohon dok, beritahu kami tentang keadaan Laura, kami sudah menghubungi keluarganya tapi mereka belum bisa datang karena sedang berada di luar negeri dan belum bisa pulang” ucapnya berbohong
Dokter :”Baiklah kalau begitu. Sekarang kondisi Putri kurang baik dia mengalami koma karena cedera kepala yang terlalu berat sehingga meyebabkan trauma dan pendarahan pada otak”
Nindy :”Astaga, dok lakukan apapun yang terbaik buat sahabat saya dok berapapun biayanya akan kami bayarkan asal Laura cepat sadar dan sembuh dok” ucapnya sedih dan syok
Sam :”Benar dok, lakukan yang terbaik untuk Putri”
Dokter :”Tenang, ini sudah tanggung jawab kami pasti akan melakukan yang terbaik untuk pasiennya”
Surya :”Berapa lama Laura akan sadar dok?”
Dokter :”Saya belum tau, bisa saja lebih cepat atau lebih lama dari dugaan dan juga faktor dukungan dari orang-orang disekitarnya”
Surya :”Apa kita boleh menjenguk Laura dok?”
Dokter :”Tentu, kalian bisa menjenguknya”
Sam :”Kalau gitu kami permisi dok. Terimakasih”
Dokter :”Sama-sama”
Mereka beranjak keluar menuju ICU
Nindy :”Ra loe bangun dong kita semua disini khawatir sama loe. Kalau loe nggak bangun The Angels nggak akan lengkap lagi. Bangun ya ra” ucapnya bergetar
Surya :”Yang sabar ya Nind, Laura pasti cepet sadar kan kumpul sama kita semua” ucapnya menenangkan mengusap bahu Nindy
Rya :”Ra bangun dong jangan tidur terus siapa nanti yang masakin kita, yang marahin kita, yang berantem sama kita” ucapnya dengan tangis yang baru datang dan sadar dari pingsannya
Gery :”Sayang tenang kasihan Laura nanti”
Rya :”Nind apa kata dokter tadi loe dah nemuin dokter kan cerita ke gue”
Nindy :”Loe tenang dong, kata dokter Laura koma karena cedera di kepalanya dan nggak tau kapan akan sadar” ucapnya lirih
Rya :”Nggak, Laura bangun” teriaknya semakin histeris
Gery :”Sayang jangan kayak gitu lebih baik kita berdoa buat kesembuhan Laura” ucapnya agar Rya tenang
Tiga Hari sudah berlalu Laura di pindahkan ke ruangan khusus dan belum ada tanda-tanda Laura akan sadar namun keadaaanya mulai stabil. Mereka masih menunggu dan menemani Laura bergantian
Sam :”Apa aku perlu mengganti namanya menjadi Laura, aku dengar kalian memanggilnya seperti itu karena aku mendaftarkannya dengan nama Putri berbeda dengan kalian?”
Surya :”Bagimana menurutmu Nin? Apa kita perlu menggantinya?”
Nindy :”Aku pikir biarkan saja seperti itu, aku nggak mau kak Dion menemukan Laura di sini dan menyakitinya lagi mungkin mulai sekarang kita akan memanggilnya Putri saja” ucapnya memandang Laura yang terbaring
Rya :”Aku setuju pendapatmu. Jangan sampai kak Dion bisa tau dimana Laura. Cepat atau lambat aku akan kasih pelajaran padanya” ucapnya kesal
Sam :”Baiklah kalau begitu”
Jangan lupa vote, like dan coment kalian biar bisa tambah semangat buat update episode selanjutnya. Thank you see you next episode