
“Berani banget loe ngelakuin ini sama LAURA, selingkuh sama perempuan murahan kayak dia”
Dion :”Jaga mulut busukmu itu CANDRA!”
(Wow terjawab masih inget siapa dia?)
Candra: "Gue busuk loe bilang hah? Haha Ngaca dong loe kelakuan loe itu udah kayak anjing! Berani banget loe nyakitin Laura demi perempuan kayak dia" geramnya hingga tertawa menunjuk ke arah perempuan yang berdiri di belakang Dion
Dion: "Kenapa loe iri sama gue hah, karena gue bisa dapetin apa yang gue mau termasuk Laura" ejeknya
Candra: "B*NGS*T! gue peringatin loe buat jauhin Laura mulai dari sekarang kalau tidak elo bakal terima akibatnya lebih dari ini"
Dion: "Gue nggak takut! Lebih baik loe pergi dan jangan ikut campur sama urusan hidup gue!
Candra: "B*JING*AN" amarahnya terus memuncak hingga dirinya ingin menghabisin Dion saat itu juga namun di cegah oleh satpam yang melihatnya
Satpam: "Ada apa ini? Apa yang kalian lakukan disini sampai berkelahi disini" satpam yang melihat ini pun mencegah Candra untuk tidak berbuat nekad lagi
Dion: "Pak tolong urus orang ini yang tiba tiba memukul saya tanpa sebab" lapor Dion pada satpam itu
Candra: "Haha tanpa sebab loe bilang, gue mukulin loe itu karena loe pantes dapet itu bahkan masih kurang dari ini"
Satpam: "Sudah mas jangan kalian buat keributan di sini sangat menganggu para pengunjung, lebih baik kalian pergi dari sini atau kalian ikut kami ke pos satpam untuk tindak lanjut" ada dua satpam yang menghampiri mereka
Candra: "Maaf pak sudah mengganggu disini, lebih baik saya pergi dari sini sebelum emosi saya lebih memuncak" ucapnya lalu pergi
Dion: "Bilang aja loe takut" ejeknya namun tak di gubris sama sekali
Satpam: "Sudah mas jangan buat onar disini lebih baik kalian pulang"
Rina: "Baik pak, kami akan segera pulang terimakasih sudah membantu"
Satpam: "Sama-sama mbak"
Rina: "Udah yangg ayok pulang, aku obatin luka kamu itu memar semua wajahnya di pukulin"
Dion: "Oke kita pulang, tapi suatu saat aku akan buat perhitungan sama dia" ucapnya
*DI KAMPUS*
Nindy: "Loe kenapa sih kok keliatan gelisah banget ada masalah apa??" Tanya Nindy yang begitu bingung melihat kelakuan Laura yang terlihat aneh
Laura: "Nggak tau nih kenapa kepikiran pacar gue terus"
Rya: "Kayak setaun nggak ketemu aja lu sama pacar loe"
Laura: "Emang sih akhir akhir ini kita jarang banget ketemu nggak kayak dulu, jarang ada kabar juga" sedihnya
Rya: "Kenapa gitu? Kan deket loe bisa samperin dia kapan pun loe mau"
Laura: "Nggak segampang itu Ry, kan dia udah nggak ngajar lagi di kampus dia udah nerusin perusahaan papahnya sekarang"
Nindy: "Kan bisa datengin rumahnya nggak mungkin kak Dion 24jam di kantor"
Laura: "Iya juga sih, tapi takut ganggu kadang waktu gue telfon dia lagi lembur sama kerjaan kantornya sampe di bawa pulang"
Rya: "Itu sibuk apa sok sibuk sih" sewotnya
Nindy: "Mending loe samperin deh daripada loe gelisah mulu nggak dapet kabar dari doi apa perlu kita temenin?"
Laura: "Nggak ahh, gue sendiri aja kesana"
Rya: "Yakin nggak mau di temenin cewek cantik nih" serunya menggoda sahabatnya
Rya: "Ati-ati nangis loe" teriaknya tak di gubris
Nindy: "Sembarangan banget sih kalau ngomong" tepuknya namun malah di ledek balik oleh Rya
*RUMAH DION*
Dion: "Pelan-pelan yang sakit ini" protesnya saat di obatin
Rina: "Ini udah pelan-pelan sayang tahan dikit dong, emang sedikit sakit tapi ini obat bagus banget kok biar cepet sembuh"
Dion: "Iya iya"
Bibi: "Ini den, non minumnya bibi taruh sini ya"
Dion: "Iya bi taruh aja di situ"
Rina: "Makasih bi"
Bibi: "Iya non sama-sama kalau ada apa-apa panggil aja bibi di belakang ya"
Rina: "Oke bi" jawabnya dengan senyum
Dion: "Udah selesai?" Tanyanya
Rina: "Gimana? Langsung nggak sakit kan?"
Dion: "Nggak dong"
Cuppp.. Dion langsung mencium bibir Rina dengan semangat di balasnya, mereka tak sadar bahwa ada pihak lain yang melihatnya
"Jadi kangen sama non Laura lama nggak kesini. Apakabar ya non Laura sekarang Mungkinkah mereka sudah putus?" Ucap bibi dalam batin yang berbalik melihat kegiatan itu
"Sering banget mbak Rina kesini berduaan sama den Dion seperti sepasang suami istri aja padahal kalau sama non Laura kalem baik banget kelakuannya beda banget sama yang satu ini" gerutunya dalam hati.
Karena tak mau lama-lama melihatnya apalagi ketahuan sama majikannya bibi pun langsung pergi ke dapur melanjutkan pekerjaannya
Sesampainya Laura tiba di rumah Dion
Bibi: "Non Laura, ya ampun apa kabar non kok lama nggak kesini?" Tanyanya kaget melihat Laura setelah membuka pintu
Laura: "Laura baik bi, bibi sendiri baik baik saja kan? Iya bi ini lagi sibuk ngurusin skripsi makanya nggak kesini" Jawabnya ramah
Bibi :"Allhamdulilah baik non"
Laura :"Dion nya ada kan bi? Aku nggak di suruh masuk nih?"
Bibi: "Eh... Iya non.. anu.. den Dion ada. Silahkan masuk" jawabnya gugup
Laura: "Makasih bi" Laura pun masuk ke dalem rumah
Bibi: "Wadduh bisa perang dunia ke 3 nih kalau sampe mereka ketemu, nggak ikut ikutan ahh" ucapnya dalam hati langsung ikut masuk kedalam
Laura: "Dion???" panggilnya
Dion: "Laura" dengan mata menatap
Betapa kaget dan terkejutnya Dion yang melihat Laura datang tiba tiba tanpa memberitahunya terlebih dulu
Jangan lupa vote, like dan coment kalian biar bisa tambah semangat buat update episode selanjutnya. Thank you see you next episode