LAURA

LAURA
Episode 73



“Apa benar ini alamat rumahnya?” tanya Nindy melihat kembali tulisan di secarik kertas


“Bener kok, mana mungkin kita salah alamat jika ada aku” Rifky menyombongkan dirinya karena menjadi tour guide mereka


Mereka kini sudah berada di kawasan elit di Pulau Bali. Terdapat banyak rumah yang besar dan mewah bahkan tampak seperti istana pinggir pantai.


“Aku akan keluar menanyakannya” Nindy keluar dari mobilnya menuju salah satu pintu gerbang disana yang tampak kokoh menghadang


“Permisi pak” tanya Nindy pada seseorang disana


“Iya nona, ada yang bisa saya bantu?” jawab seorang yang berseragam serba hitam dan tampak tubuh yang tegap atletis


“Apa benar ini kediaman dari Davin Kyo Gunawan?” tanyanya


“Ada keperluan apa nona mencari tuan?” tanya satpam itu


“Apa beliau ada dirumah pak? saya ingin bertemu dengannya” ucapnya lagi tidak menjawab pertanyaan


“Apa anda sudah membuat janji nona? Ini sudah malam sebaiknya anda datang besuk tuan sedang tidak ada di rumah” jelasnya


“Apa mungkin dia tidak pulang malam ini?” ucapnya pelan tapi masih bisa di dengar oleh satpam itu samar-samar


“Ada apa nona?”


“Tidak pak, tidak apa-apa kalau gitu saya permisi” satpam itu mengangguk nindy pun kembali ke mobilnya


“Silahkan nona”


***


Nindy pun kembali ke mobilnya.


“Bagaimana apa dia ada di rumah?” tanya Ria yang duduk di kursi belakang


“Dia belum pulang” menggelengkan kepala


“Mungkin malam ini dia tidak pulang seperti yang di katakan wanita tadi” merasa putus asa


“Tidak, aku yakin malam ini di pasti akan pulang” bersemangat menunggu


“Tapi ini sudah malam apa tidak sebaiknya kita kembali besuk pagi saja” ucap rifky memberi saran


“Tidak, kita tidak akan tau kapan dia akan kembali dan pergi besuk pagi” tolak Nindy


“Ya sudahlah, bangunkan aku nanti jika kau mengantuk kita akan bergantian untuk berjaga disini” ucap rifky mulai memejamkan mata


Mereka pun tetap menunggu di mobil dengan jarak yang lumayan agar tidak mencurigakan para satpam rumah itu


“Hooaaammm, nind udah jam 12 lewat nind kita balik ke hotel aja yuk” Rya menguap


“Aku akan tetap menunggu disini, jika kau ingin kembali ke hotel pergilah” jawabnya masih dalam keadaan terjaga dan sedikit mengantuk, entah sudah berapa gelas kopi yang dia minum agar tetap terjaga


“Dasar keras kepala” mulai memejamkan matanya


“Riririri… Rya bangun” teriak nindy di dalam mobil yang terjaga sendirian


“Apaan sih nind?” tanya Rifky yang ada di sebelahnya terbangun karena teriakannya


“Itu liat ada mobil baru aja masuk ke sana, pasti itu Davin” ucapnya dengan jari yang menunjuk pada arah gerbang yang akan ditutup. Rya langsung bangun membesarkan matanya lebar-lebar untuk melihatnya.


“Ayo cepat keluar!” ajak Rya langsung keluar mobil diikuti Nindy dan Rifky


“Berhenti nona, anda mau kemana?” tanya satpam yang menghalangi jalan mereka. Satpam itu menatap kea rah Nindy dengan serius


“Pak kami mau bertemu dengan Davin, dia baru saja pulangkan?” jawab Rya tanpa basa-basi


“Maaf nona tidak bisa, sebaiknya anda kembali besok saja ini sudah petang” dua satpam bertubuh besar menghalanginya


“Ini tidak bisa di tunda lagi pak”


Merasa percuma berbicara satpam yang tidak akan mengijinkannya masuk maka mereka berdua pun menerobos masuk sedangkan Rifky terhadang oleh satpam di luar, hingga di tengah jalan mereka di hadang sekitar 10 penjaga yang bertubuh tegap dan kekar


“Berhenti nona, kalian tidak bisa masuk lebih dalam lagi” ucap salah satu penjaga yang sedang mengelilingi mereka


“Tentu saja, jangan meremehkan ibu satu anak ini” jawab dengan senyum yang tajam. Ikut mengambil posisi


Akhirnya mereka pun saling menghajar satu sama lain dengan para penjaga yang menghadangnya. Baru beberapa langkah Davin dan Billy masuk ke dalam rumah mereka terhenti


“Suara apa itu?” tanya Davin yang samar-samar mendengarnya


“Sepertinya ada yang berkelahi tuan” jawab Billy


“Siapa yang berkelahi di jam segini?”


“Saya akan memeriksanya tuan, silahkan anda segera beristirahat” ucap Billy langsung memeriksa apa yang terjadi


Billy melihat ada beberapa penjaga rumah yang telah mengkroyok dua orang wanita dalam keadaan yang sudah lelah dan ada juga di antara mereka yang sudah tumbang jatuh ke tanah.


“Hentikan. Ada apa ini?” tanya Billy membuat mereka menghentikan aktivitasnya


“Apa kau yang bernama Davin?” tanya Nindy dengan nafas yang tersengal-sengal akibat berkelahi


“Ada apa kalian mencarinya?” tanya Billy


“Kau hanya perlu menjawab ya atau tidak bukan berbalik bertanya pada kami” ucap Rya yang sudah kesal


“Ini sudah petang bahkan menjelang pagi, untuk apa kalian mencarinya dan membuat keributan di rumah orang?” tegas Billy


“DAVIN KELUAR” teriak Nindy sangat keras dengan sisa tenaganya hingga Davin mendengarnya dari dalam


“Hentikan nona, atau saya akan mengusir anda dengan kasar” tantang Billy


“Coba saja kalau kau bisa” tantang balik Rya kembali mengambil posisi


Mereka bertiga sudah bersiap untuk saling menyerang namun seseorang telah menghentikannya


“HENTIKAN” ucap Davin menghampiri


“Tuan, kenapa anda keluar saya bisa membereskan mereka?” tanya Billy dengan hormat. Tapi Davin memilih untuk turun tangan sendiri


“Jika kau bisa tidak mungkin sampai dia berteriak disini. Apa kau tidak malu mau menghajar 2 wanita yang sudah kelelahan Bil?” kata Davin Billy pun hanya menunduk dengan pertanyaan tuannya


“Siapa kalian, kenapa kalian berani datang dan membuat keributan seperti ini dirumahku?” tanya Davin pada mereka berdua dan berjalan mendekat, melirik sekilas anak buahnya yang terkapar


“Kami mencari Laura, apa dia ada disini?” tanya Nindy langsung yang tak sabar mengetahui keberadaan sahabatnya karena terlalu khawatir


“Aku tidak kenal” jawab Davin singkat dengan menatapnya


“Benarkah kau tidak mengenalnya?” menunjukkan foto Laura


“Kalian mengenal istriku Lyra?” melihat dengan mata terbelalak


“Maaf tuan dia bukan istri anda tapi sahabat kami Laura” jawab rya.


“Tidak, ini istriku Lyra” sambil jari yang menujuk pada sebuah foto


“Baiklah, jika dia Lyra apa dia sedang bersamamu sekarang?” cetus Rya karena sudah terlalu lelah


“Kau diam saja berarti kau juga sedang mencarinya, apa kalian belum bertemu setelah pergi kepuncak?” tanya Nindy


“Bagimana kau tau kami pergi kepuncak?” penasaran


“Tentu, saja dia datang dan menceritakannya pada kami”


“Apa yang kalian tau? Sepertinya kalian tau banyak tentangku dan Lyra”


“Maaf, kami harus pergi mencarinya tidak ada waktu untuk menjelaskannya padamu sekarang” hendak melangkah pergi meninggalkan tempat bertarungnya


“Bukankah kita mencari orang yang sama katamu? Aku akan membantu kalian apapun, asal kalian mengatakannya padaku” ucap Davin memberi tawaran menghentikan langkah kaki mereka.


“Aku akan membantu kalian untuk mencarinya, akan lebih efisien jika kita mencarinya bersama dengan orangku” menambah tawaran


“Tentu saja kau harus memncarinya” gerutu Nindy


Jangan lupa vote, like dan coment kalian biar bisa tambah semangat buat update episode selanjutnya. Thank you see you next episode