LAURA

LAURA
Episode 36



Mereka The Angel's dan para lelaki Dion, Gery, dan Surya pergi ke berlibur ke puncak bersama sama sekaligus merayakan hari kelulusan. Mereka pun pergi ke puncak dan menginap beberapa hari di vila milik Gery.


Rya: "Akhirnya sampe juga, sampe pegel semua badan gue" ucapnya setelah keluar dari dalam mobil


Nindy: "Ngeluh aja loe dari tadi" protesnya


Rya: "Gue itu bukan ngeluh tapi mengutarakan isi hati gue, biar lega nggak di pendem" ucapnya dengan nada sedikit di tinggikan


Laura: "Ngode nih ceritanya" ledek Laura tertawa


Rya: "Ngode apaan sih" tanyanya sebalnya


Gery: "Udah ayok masuk, emang kalian nggak dingin di luar?" Tanyanya pada tiga gadis yang sejak tadi mengobrol tanpa henti


Merekapun masuk kedalam tanpa menjawab pertanyaan Gery bahkan keberadaannya tak di gubris


Gery: "Dasar perempuan" gumamnya


Dion: "Sabar bro, cewek emang gitu" ucapnya yang tangannya ikut menepuk pundak Gery memberikannya semangat


Surya: "Makanya langsung tembak aja jangan kelamaan ntar di embat yang lain" imbuhnya yang berdiri di samping kiri Gery


Gery: "Mati dong di tembak" bercandanya yang membuat ketawa


Surya: "Udah ayo masukin koper koper nih masih banyak yang harus di angkut ke dalam"


Dion: "Gue heran deh sama cewek kalau pergi bawa apa sih kok harus bawa koper gede gede pula" ucapnya ngedumel sambil mengangkat koper dari dalam mobil


Gery: "Namanya juga cewek penting nggak penting, pakai nggak di pakai tetep di bawa semua"


Surya: "Kalau bisa bawa lemari mungkin di bawa juga" ucapnya menambah tawa mereka


Nindy: "Kamar kita dimana kak?" Ucap Nindy pada kakak sepupunya Gery


Gery: "Terserah sih kalian mau tidur di kamar yang mana, tapi buat cewek tidur di lantai atas dan cowok di lantai paham di sini banyak kamar kosong"


Rya: "Oke, siiippp"


Dion: "Nggak sekamar sama pasangan aja gitu?" Ucapnya membuat semua mata mengarah padanya


Surya: "Loe mau ngapain sekamar sama Laura woy, inget belum sah"


Gery: "Sabar bro tahan"


Laura: "Halalin dulu dong kalau mau sekamar" ucapnya


Gery: "Tuh doi udah minta di halalin nggak pakek kode kodean"


Dion: "Oke habis pulang dari suni kita ke KUA" jawabnya enteng


Laura: "Bulsit" berlalu meninggalkan menuju ke kamar


Semua pun masuk ke kamar masing masing untuk istirahat setelah perjalanan panjang mereka


Sore hari semua berkumpul di ruang tv hanya sekedar ngobrol ngobrol bercanda sana sini


Rya: "Jalan jalan yuk, suntuk nih udah jauh jauh dateng kesini kok cuma duduk santai doang" ucapnya


Nindy: "Emang loe nggak capek apa perjalanan kesini tuh jauh" omelnya


Rya: "Nggak, justru kalau jalan jalan bisa ngilangin capek apalagi stres tauk".


Gery: "Emang mau jalan jalan kemana sih? Santai dulu aja besuk kita main sepuasnya"


Laura: "Kayaknya di luar bakal banyak kabut deh kalau sore apalagi mendung kayak gini, apalagi tambah dingin" ucapnya mengeratkan pelukannya pada Dion


Rya: "Loe mah enak dingin tinggal minta peluk beres, nah kita kan jomblo ya kan Nin" ucapnya mendapat anggukan dari Nindy


Gery: "Sini aku peluk kalau dingin" ucap Gery menggoda dengan melebarkan tangannya siap mendapat pelukan


Dion: "Tuh Gery siap peluk kamu" ucapnya meledek


Rya: "Ogah, emang siapa main peluk peluk segala" sinisnya


Surya: "Buruan Ger jangan lama lama"


Gery: "Tunggu aja tanggal mainnya" ucapnya memandang ke arah Rya


Wajah Rya pun memerah mendengarnya


Nindy: "Yaahhh kok ujan sih" serunya kembali duduk setelah melihat jendela


Laura: "Serius hujan? Gagal nih yang mau jalan jalan" ledeknya


Nindy: "Kapan sih gue bohong"


Rya: "Ngeselin deh" ucapnya sambil pergi meninggalkan tempat duduknya


Semua menjadi tertawa karena tingkah Rya yang kesal karena hujan


Surya: "Iya, kayaknya mi instan deh siapa yang makan mi instan?"


Semua menggeleng karena tidak ada satu pun dari mereka dan hanya mencium baunya yang semakin deket


Rya: "Nih gue bikinin loe semua mi instan cup, tinggal pilih mau rasa apa kecuali ini milik gue" ucapnya yang baru datang membawakan semua mi instan


Laura: "Wuuuiiihhh baik bener nih sahabat gue cocok banget sama cuacanya" ucapnya memuji


Nindy: "Pengertian emang sahabat gue pujinya


"Makasih Rya" ucap Dion dan Surya bersamaan


Gery: "Dapet darimana mi instan? Perasaan di dapur nggak ada" Ucapnya


Rya: "Nggak usah protes, makan aja" celetuknya


Gery: "Kan gue nanya, kok punya kamu ada sosis punya ku nggak ada bagi dong?" Imbuhnya


Rya: "cerewet deh, ogah makan aja itu seadanya" cueknya


Gery: "Pelit, bagi dong sosisnya"


Rya dan Gery pun berselisih yang hanya merebutkan sebuah sosis, tidak menghiraukan ada orang lain di sekitarnya hingga heran melihat tingkah laku mereka.


Nindy: "Ngapain sih berantem cuma sosis doang lho, elu suapain aja tuh kak Gery sama sosis elu Ry" protesnya karena ikut kesal dengan tingkah mereka


Rya: "Ya udah nih, satu aja nggak ada minta lagi" menyuapkan sosis


Gery: "Oke sayang" ucap Gery


Laura: "Ciiiee sayang sayangan pakek suapan lagi"


Rya: "Elu mau gue suapin juga sini!" Ucapnya yang pura pura kesal yang sebenarnya hatinya senang


Laura: "Ogah mending sama pacar gue" ledeknya


Selesai dengan makan mi instan mereka melanjutkan kegiatan mereka masing masing. Surya yang memainkan gitar dan menyanyi duduk bersama Nindy di ruang tengah, Rya yang masih ngemil dengan cemilannya yang sesekali di ganggu oleh Gery yang juga duduk bersama di ruang tengah sedangkan Laura dan Dion ikut bernyanyi dan bermain kan game bersama dengan posisi Dion berbaring dan meletakan kepalanya pada pangkuan Laura.


Malam semakin Larut semua satu persatu kembali ke kamar masing masing hanya tersisa kna Laura dan Dion di sana.


Dion: "Sayang..." Panggilnya


Laura: "Hmmm.." jawab Laura tanpa berpaling dari gamenya


Dion: "SAYANG" panggilnya lagi


Laura: "Apasih sayang? Ini nanti mati gimna?" Ucapnya yang kini melihat dengan mengusap rambutnya meski tak rela karena game nya masih berlanjut


Dion: "Ya udah nggak jadi" kesalnya menutup mata


Laura: "Lhaaa kok nggak jadi, ada apa sih ngambek aja"


Dion: "Biarin" singkatnya


Laura; "Ya udah" balasnya melanjutkan gamenya


Karena kesal Dion pun bangkit dari tidurnya dan duduk di sebelah dengan muka kesal Laura masih diam, lalu Dion merubah posisinya duduk di hadapannya tepat di pangkuannya Laura masih cuek. Kesalnya semakin bertambah dengan cepat Dion mencium bibir Laura dan melumatnya. Hapenya pun terlepas dari tangannya.


"Hhmmmmppphh" Laura melenguh dengan menutup matanya, semakin cepat Dion ******* bibit Laura hingga nafas mereka memburu kemudian Dion melepaskannya agar mereka bisa mengambil nafas


Dion: "Yang.. kamu cantik"


Laura: "Emang kemarin nggak cantik?"


Dion: "Cantik dong, sekarang tambah cantik seksi lagi" ucapnya


Belum sempat Laura berbicara Dion sudah kembali melahap bibir Laura. Kegiatan itu berlangsung cukup lama hingga Laura mendorong Dion untuk melepasknnya karena lelah.


Laura: "Lhaaaa yangg... Kalah kan nih jadinya, tuh ilang bintangnya" teriak kesal pada Dion


Dion: "Nanti aku ambilin bintang di langit buat kamu" ucapnya enteng


Nindy: "Udah malem masih aja gombal" ucap Nindy yang tiba tiba datang membuat mereka kaget atas kehadirannya


Nindy: "Kenapa kaget gitu liat gue, hayoo habis ngapain loe berdua?" Selidiknya


Laura: "Siapa juga yang kaget" elaknya


Dion: "Gimana persiapannya, udah semua?"


Surya: "Udah beres dong tinggal jalan aja" yang tiba tiba ikut muncul


Dion: "Emang ya kalian berdua cocok banget muncul tiba tiba kek setan" Laura pun mengiyakan ucapannya dengan mereka berdebat


Jam sudah hampir menunjukkan jam 12 malam


Jangan lupa vote, like dan coment kalian biar bisa tambah semangat buat update episode selanjutnya. Thank you see you next episode