
Sepuluh bulan telah berlalu Laura masih tetap terbaring di rumah sakit hingga sekarang. Sahabat dan teman-temannya masih setia menemani dan menjaganya.
Rya :”Sayang, apa aku cantik memakai dress ini?” tanyanya pada Gery suaminya meperlihat kan dress terusan yang panjang hingga sedikit di atas lutut dengan garis-garis warna pink putih tanpa lengancocok dengan kulit putihnya dan rambut panjang yang tergerai
Gery :”Kamu selalu cantik sayang” jawabnya
Rya :’Kau serius sayang? Apa aku tidak terlihat gendut?”
Gery :”Tidak sayang”
Nindy :”Hey kapan kalian akan turun apa sih yang kalian lakukan di kamar hah. Kalau tidak aku tinggal kalian” teriaknya dari bawah
Rya :”Kenapa adik iparku ini selalu menyebalkan tapi aku sayang padanya” ucapnya namun Nindy tak mendengarnya
Gery :”Tunggu sebentar” teriaknya dari balik kamar
Rya :”Pergilah jika kau tidak sabar” teriaknya
Gery :”Ayo sayang kita turun kasian Nindy menunggu lama”
Rya :”Aku ambil tas dulu, anak itu selalu tidak sabaran sekarang”
Merekapun turun kebawah.
Rya :”Ayo berangkat” ucapnya terus berjalan keluar
Nindy :”Hey aku yang sudah menunggumu dua jam” ucapnya membuntuti
Rya :”Baru dua jam belum 24 jam. Masih oke” ucapnya cuek masuk mobil
Nindy :”DASAR” gerutunya
Gery :’Sabar dia lagi hamil” ucapnya pada Nindy
RUMAH SAKIT
Rya :”Hai Putri tidur, kita dateng lagi nih buat jenguk gimana keadaan Putri tidur kita, harus selalu baik ya. Putri tidur ayo bangun mau sampai kapan kamu tidur. Putri tidur kamu harus cepet bangun sebelum calon keponakanmu lahir kedunia atau kamu akan mendapat omelan darinya” ucap Rya yang seolah berbicara pada sahabatnya
Nindy :”Hallo Putri tidur, kamu harus cepet sadar udah terlalu banyak waktu yang kita lewatin tanpa kamu di sini. Lihat saja sahabatmu satu ini sudah mau punya anak kamu masih mau melewatkannya. Apa kamu tidak mau melihat badannya yang semakin gemuk dan perutnya yang membuncit besar ini. Sudah 5 bulan dia mengandung dan sudah sepuluh bulan kamu tertidur” ucapnya meledek agar suasana tidak membuatnya sedih
Rya :”Kau selalu mengejekku hah? Lihat saja kau pasti akan mengalaminya. Hey Putri tidur cepat bangun kau harus membelaku tentang ini”
Nindy :”Haha kau mengadu padanya kakak ipar? dia pasti akan mendukungku” ledeknya kembali
Gery :”Apa yang sedang kalian bicarakan?” ucapnya yang baru datang
Rya :”Sayang adik kesayanganmu ini selalu mengejekku gendut” rengek pada suaminya
Nindy :”Apa aku hukan kesayanganmu lagi kakak ipar?” godanya terus
Gery :”Sudahlah Nindy jangan terus menggodanya. Sudah tidak apa-apa yang penting calon anak kita sehat dank au tetap cantik sayang”
Nindy :”Mesra aja terus”
Rya :”Biar kau tau rasa, makanya cepat cari suami” ledeknya.
Nindy menghela nafas dan duduk di sofa dekat ranjang pasien
Rya :”Ada apa mukamu begitu?” tanyanya penasaran
Nindy :”Tidak, hanya berfikir kenapa ini bisa terjadi. Apakah Laura tidak ingin bangun lagi bertemu bersama kita sampai sekarang dia tidak bangun juga” ucapnya sedih
Rya :”Jangan bicara seperti itu, dia pasti akan kembali mungkin dia masih ingin jalan-jalan disana”
Gery :”Yang penting Laura masih disini bersama kita dan dia mendapat balasannya”
Nindy :”Benar kak. Aku bersyukur kakek tidak membawa Laura dan mengijinkan kita menjaganya disini”
Rya :”Iya. Soal dia aku tidak peduli lagi biar kakek yang membereskannya meski aku masih dendam padanya”
Nindy :”Sayang kau jangan seperti ibumu yang pendendam ini ya” ucap Nindy menggoda yang mengelus perut Rya yang membuncit
Rya :”Yang pasti dia akan cantik dan seksi seperti mamahnya” ucapnya membela
Gery :”Dia pasti benar-benar hancur”
Nindy :”Siapa suruh bermain api dengan keluarga Lorenz pasti akan hancur” ucapnya
Setelah beberapa hari kecelakaan itu terjadi kakek Lorenz sangat syok menerima kabar bahwa cucu kesayangannya yang telah terbaring di rumah sakit tak berdaya. Dengan cepat kakek bertindak untuk cucu kesayangannya memberikan yang terbaik dan memberi pelajaran pada Dion dengan menghancurkan segala bisnis termasuk keluarganya dan sekarang harus memulainya dari awal.
Gery :”Dimana Surya apa dia tidak jadi datang?”
Gery :”Apa kalian belum pacaran tidak ada perkembangan dalam hubungan kalian?”
Rya :”Mana ada yang mau sama cewek cuek dan galak seperti dia sayang” ucapnya dengan mengunyah makanan dalam melutunya
Nindy :”Jaga ucapanmu sebaiknya kau makan saja”
Rya :”Kalau sudah jatuh cinta baru tau rasa dia” ledeknya
Surya :”Maaf baru datang” ucapnya yang baru masuk
Gery :”Panjang umur nih, di kira nggak jadi dateng”
Surya :”Nggak mungkin dong nggak dateng”
Rya :”Apa tuh kak?” ucapnya yang menanyakan bawaan Surya di tangannya
Surya :”Nih ada martabak, roti bakar sama jus buat kita makan”
Rya :”Wah martabak” ucapnya seneng
Nindy :”Makan aja terus” sindirnya
Rya :”Sirik aja lu”
Surya :”Nih buat kamu, Coklat”
Nindy :”Makasih” jawabnya singkat
Gery :”Jadi cewek jangan terlalu cuek dong entar jodohnya kabur”
Rya :”Ciie di kasih coklat, kok aku nggak kak?”
Nindy :”Berisik”
Gery :”Aku nggak akan kabur kok” jawabnya dengan senyum membuat hati Nindy berdebar
Nindy :”Udah ahh mau keluar cari angin. Sumpek banget” ucapnya dengan berlalu pergi
Nindy berjalan-jalan di sepanjang lorong rumah sakit tak tentu arah hingga menabrak seseorang.
“Aduh, nabrak apa gue” ucapnya menjerit mengaduh karena jatuh
“Apa anda tidak apa-apa nona?” ucap laki-laki berjas abu abu yang di tabrak Nindy
“Ah saya tidak apa-apa, terimakasih tuan sudah membantu. Maaf saya tidak hati-hati dan menabrak anda” ucapnya pada lelaki yang membantunya berdiri
“Sama-sama. Tidak apa-apa” ucapnya dengan senyum ramah
“Apa anda tidak apa-apa?” ucap sesorang yang baru saja berlari ke arahnya
“Aku tidak apa-apa” jawabnya
“Kalau begitu saya permisi nona” ucap lelaki ramah itu dan kemudian pergi setelah Nindy mengangguk
“Tampan dan ramah” gumam batin Nindy yang masih menatap punggung itu hingga pergi dari pandangannya
“Woy darimana aja sih yukk pulang udah sore nih, besuk kita kesana lagi” ucap Rya yang menganggetkannya
“Habis ngeliatin siapa kamu?” tanya Surya
“Ahh tidak ada kok” jawabnya berusaha membuyarkan pandangannya
“Kamu habis jatuh Nindy?” tanya Rya
“Emmm.. iya tadi nggak sengaja kepleset” jawabnya berbohong
“Hati-hati dong kalau jalan” ucap Surya khawatir
“Udah yukk pulang, gue ambil tas dulu masih di kamar” kata Nindy mulai berjalan
“Nih udah gue bawain daripada loe balik lagi” jawab Rya yang menyodorkan sebuah tas di tangannya
“Tank you sayang” ucapnya senang mengambil tas yang berwarna hitam itu
Mereka pun pulang. Nindy masih memikirkan laki-laki yang baru saja bertabrakan dengananya melamun di sepanjang perjalanan pulang
Jangan lupa vote, like dan coment kalian biar bisa tambah semangat buat update episode selanjutnya. Thank you see you next episode