
Hari-hari pun berlalu perkuliahan kini mulai kembali, Laura masih saja mendapat gangguan dari Candra. Sering kali Candra mengajaknya keluar meski hanya makan di luar atau dia yang datang membawa makanan ke tempat Laura.
Nindy :”Girls hunting yuk, gue ada tempat baru nih buat hunting, masih baru banget nih belum banyak orang yang datang kesana, gimana?” ajak pada teman-temannya
Laura :”Boleh tuh, ayok kapan?” sambil memasukan sesendok cake ke mulutnya
Rya :”Gimana kalau lusa kan kita free”
Laura :”Oke, setuju”
Nindy :”Gue juga setuju, tapi mau pakai apa nih kesana?”
Rya :”Sesuain sama view nya dong terus fotografernya siapanih, ya kali kita gantian” gumamnya
Nindy :”Tenang soal itu gue bisa handel, gimana kalau kita ke mall cari baju sekarang”
Laura :”Oke ayo berangkat” Mereka segera meluncur ke mall untuk berbelanja.
Akhirnya hari ini pun tiba mereka bertiga pergi untuk hunting dengan Laura menggerai rambut panjangnya dan mengenakan dress yang cukup panjang dibawah lutut tapi tidak memiliki lengan berwarna biru langit warna favoritenya dan, sedangkan Nindy memakai hotpants pendek dengan sweater berwarna hitam yang kontras dengan kulitnya berwarna putih dan rambut terikat keatas dan Rya memakai rok mini dengan dipadukan naju rajut lengan panjang rambut yang digerai panjang bergelombang. Mereka berkumpul di rumah Nindy
Laura :”Nind elo udah dapetkan fotografernya?”bertanya memastikannya
Nindy :’Udah dong, tuh orangnya” jawab Nindy sambil menunjuk seseorang yang baru saja masuk ke dalam rumahnya
Gery :”Hai Nind” berjalan ke arah Nindy
Nindy :”Hallo kak Ger, sini kenalin temen-temen aku Laura dan Rya, dan ini Kak Gery sepupu gue yang bakal jadi fotografer kita hari ini”
“Hallo kak” sapa mereka bersamaan
Gery :”Hallo semua, jadi kan kita pergi ketempat yang kalian kasih kemaren atau mau ganti?”
Nindy :”Ya nggak mungkin ganti dong kak, kalau ganti baju kita gimana coba”
Gery :’Hahah siapa tau kalian mau ganti mendadak, yuk berangkat sekarang udah siang nih biar kita sampainya nggak kesorean, gue bawa mobil sendiri ya”
Nindy :”Oke”
Mereka pun menuju lokasi pemotretan dengan mereka yang membawa mobilnya masing-masing kemudian segera mereka melakukan kegiatan hunting mereka hingga hari menjelang siang.
Rya :”Udah malem nih udahan yuk” sambil meneguk minuman yang di tangan
Nindy :”Iya capek nih, nih kak minum” sambil menyerahkan minuman pada Gery yang sedang membereskan kamera nya
Laura :”Iya udah malem gimana kalau kita makan di tempat temen gue deket kok dari sini” menawarkan
Rya :”Boleh tuh gue juga udah laper”
Nindy :”Dasar rakus” ledeknya yang membuat semua tertawa mendengar
Rya :”GUE LAPER BELUM MAKAN” dengan menegaskan
Laura :”Kita ketempat Rey yuk deket kok dari sini, Kak Gery ikut kan”
Gery :”Gimana ya? Ya udah deh gue ikut tapi gue makan aja ya nggak pakai nongkrong masih ada job nih” jawabnya
Rya :”Wah udah malem masih dapet job aja nih” di sambut dengan tawa Gery
Laura :”Udah yuk berangkat ikutin gue ya” ajaknya menuju parkiran
“Siap Tuan Putri” jawab Nindy dan Rya bersamaan dan Gery hanya tersenyum. Kemudian mereka pergi mengikuti Laura menuju café Rey
Laura :”Ayo masuk” ajak Laura pada mereka yang mendapat anggukan dari mereka dan kemudian duduk di tempat biasa dimana Laura duduk dengan Rey dan teman-teman. Rey yang melihat Laura datang pun dan mneghampirinya.
Rey :”Wah kedatangan tamu jauh nih gue” sapa Rey
Rey :’Baik dong, lama banget nggak kesini anak-anak pada nanyain tuh apalagi loe keluar dari grup” terangnya
Laura :”Haha sory, lagi sibuk nih sama kuliah, oh ya nih kenalin temen-temen gue” merekapun saling berkenalan
Rey :’Kalian darimana?”
Rya :”Kita habis hunting kak nih Kak Gery yang jadi fotografernya” jawab Rya yang memang mudah akrab dengan siapa saja
Rey :”Oh, ya udah kalian mau pesen apa aja silahkan gue tinggal dulu ya masih ada kerjaan nih nanti yang bayar Laura” sahutnya hingga terkekeh
Laura :”Enak aja, biasanya juga gratis” balasnya tak mau kalah
Rey :”Hahaha ya udah kalian lanjutin gue tinggal ya” beranjak pergi
Laura :”Iya Rey tenang aja loe tinggal aja biar gue yang urus” mendapat jawaban iya Rey kemudian meninggalkan mereka setelah selesai makan Gery pun pamit
Gery :”Girls gue pamit duluan ya udah ada job yang nunggu nih”
Rya :”Oke kak, next time kita hunting lagi ya” ucap Rya
Gery :”Oke”
Nindy :”Dasar Ganjen loe, Hati-hati kak jangan lupa file fotonya kirim ke gue”
Gery :”Siap bos nanti gue kabarin, Bye”
“Bye kak Gery” jawab mereka dan melanjutkan nongkrong bareng dan datanglah teman-teman Rey.
Bram :”Siapa nih yang duduk di tempat kita” sahut Bram yang berjalan ke arah Laura duduk dan membuat ketiga gadis menoleh
Arga :”Eh Laura, loe kesini kok nggak bilang-bilang”
Bram :”Oh sih cewek ini” kemudian duduk didepan Rya tanpa permisi dan Rya menatap geram karena merasa tak sopan
Laura :”Eh kalian, sory ya gue duduk disini soalnya udah biasa disini oh ya kenalin ini temen-temen gue” mereka pun berkenalan yang sedikit berbeda Rya dan Bram mereka sedikit saling tak suka. Bram yang tak suka tempat duduk yang di duduki dan Rya tak suka dengan sikapnya yang angkuh. Mereka pun saling mengobrol apapun yang bisa dibicarakan. Asyik satu sama lain, main game bareng karena sudah lama tak bertemu Laura.
Rizal :’Hai ra, lama nggak kesini apakabar?” dia yang baru datang membuat Laura kaget
Laura :”Hai zal, iya aku sangat baik sekarang” dengan sedikit senyumnya dan menekankan bawah dia sudah melupakannya
Rizal :”Syukurlah kalau gitu” kemudian dia ikut duduk
Rey :”Darimana loe baru dateng” tanya Rey padanya
Rizal :”Iya nih, biasa nemenin anak buat tidur dulu sekarang susah tidur kalau nggak gue temenin” jawabnya membuat Laura tersedak kaget
Rizal :”Kamu nggak papa ra?” memperhatikan
Laura :”Nggak papa kok” jawabnya singkat
Rizal :”Hati-hati minumnya kan jadi tersedak” inikan ulahmu batin Laura
Nindy :”Dia yang namanya Rizal ra?” berbisik pada Laura agar yang lain tak mendengar dan disambut dengan anggukannya
Laura :”gue mau ketoilet dulu ya” Sahutnya pada kedua temannya dan mengangguk
Dari kejauhan tampak seseorang yang berjalan ke arah mereka dan tak asing lagi bagi mereka semua. Saat Laura beranjak pergi baru beberapa langkah dia terjatuh kebawah dengan tangan yang tertindih dan membuatnya sakit
“Brrruukkkk, addduuhh sakit” sambil memegang tangannya kemudian dia menoleh ke arah yang menabraknya dan mereka sama-sama kaget
“KAMU?” Sahut mereka bersamaan yang kaget saling melihat dan tak berkedip
Baca maraton nih yang langsung di kasih 3 episode sama author hehe. Yeee akhirnya besuk update episode baru. Penasaran nggak nih ??? terus pentengin ya novel ini jangqn lupa kasih semangat buat author cuma kasih like, coment dan favoritenya biar semangat buat episode baru. Thank You readers 💕