
Rya :”Woy bangun udah siang nih” ucapnya membangunkan Nindy
Nindy :”Apa sih loe teriak-teriak ahh” kesalnya menimpuk Rya dengan bantal dan kembali memejamkan matanya
Rya :”Bangun kampret, Laura nggak ada” ucapnya
Nindy :”Paling juga ke kamar mandi apa di bawah bikin sarapan kali”
Rya :”Nggak ada oy, yang ada Cuma sarapan doang gue udah keliling rumah ini tuh cuma ada bi ima yang baru dateng”
Nindy :”Hah, serius loe tuh anak nggak ada?” ucapnya kaget langsung bangun dari tidurnya
Rya :”Nggak ada kampret, kalau ada ngapain gue nyariin bego”
Nindy :”Terus kemana dong? Jogging kali coba loe telfon deh”
Rya :”Nggak di angkat dari tadi"
Nindy :”Mobil motor ada nggak?
Rya :”Mobil sih ada tapi…. Motor kayaknya nggak ada deh”
Nindy :”Yang bener kalau ngomong dong, buruan cek kebawah” ucapnya langsung bangun turun ke bawah untuk mengecek namun hasil yang mengecewakan motornya nggak ada.
Rya :”Lagian tuh anak kemana sih suka ngilang deh, kemarin pulang juga aneh banget. Loe juga ngapain panic banget gitu” ucapnya yang sebenernya juga tak kalah panik karena sikap Laura yang aneh semenjak pulang dari Malang kemarin.
Nindy teringat percakapannya tadi malam dengan Laura. Sekarang dia tau dimana dirinya harus mencari sahabatnya.
Nindy :”Ambil kunci mobil di kamar sekarang kita cabut” ucapnya memerintah
Rya :”Hah, emang mau kemana loe aja belum mandi” katanya
Nindy :”Nggak usah banyak protes buruan ambil sekarang gue ceritain di jalan gue tau Laura dimana. Buruan”
Rya :”Iya iya gue ambil cuci muka tuh banyak iler nempel” ledeknya
Nindy :”Masih aja sempet ngeledek gue loe” katanya marah
PERJALANAN
Rya :”Nind kita mau kemana sih?”
Nindy :”Rumah kak Dion emang mau kemana lagi”
Rya :”Ngapain mesti kesana? Kan nggak mungki Laura kesana”
Nindy :”Gue yakin dia di sana”
Rya :”Kenapa bisa seyakin itu? Ini ada apaan sih apa yang nggak gue tau”
Nindy :”Kak Dion adalah yang menjadi alasan penting buat Laura pulang meski tanpa ijin kakek. Jadi benar dia kabur dari rumah"
Rya :”What? Ya wajar karena dia pacarnya, emang kak Dion kenapa? Sakit / kecelakaan kok sampe Laura di buat kabur”
Nindy :”Laura bilang ke gue kalau kakek bilang kak Dion itu selingkuh”
Rya :”Gila banget kalau sampai itu beneran Laura bakal ngamuk tuh bisa ancur tuh rumah"
Nindy :”Kasian tuh sama temen bukan rumah orang”
Rya :”Gue juga tau kali”
RUMAH DION
Bibi :”Eh, non Laura dateng ada apa non?” ucap bibi kaget setelah membuka pintu
Laura :”Bibi kok kaget gitu sih aku dateng?” tanyanya
Bibi :”Eh nggak kok non, nyariin den Dion ya?” katanya yang terbata-bata
Laura :”Iya bi, Dionnya ada kan tuh mobilnya ada” ucapnya menunjuk mobil Dion yang terparkir di sebelah
Bibi :”I..iiyyaa.. a..ada kok non.. tapii… silahkan masuk non”
Laura :”Oh iya ini ada oleh-oleh buat bibi kemarin aku habis pulang dari Malang bi, ya udah kalau gitu aku naik ya bi"
Laura :”Nggak usah di panggilin bi biar aku yang ke atas mau kasih surprise aku nggak bilang kalau pulang” jawabnya dengan senyum
Bibi :”Tapii… non” cegahnya
Laura :”Bibi istirahat aja biar nggak capek”
Bibi :”Celaka ini, kalau sampai non Laura tau perang dunia ke tiga ini. Tapi kasian juga non Laura kalau di bohongin terus. Duh bingungkan jadinya. Balik kerja wae lah” ucapnya dalam hati
Laura berjalan menaiki tangga perlahan entah kenapa langkah kakinya begitu berat untung berjalan. Hatinya semakin resah setiap kakinya melangkah semakin dekat. Pintu sudah ada di depan mata dan sedikit terbuka. Terdengar samar-samar suara perempuan dari dalam langkah kakinya semakin hati-hati untuk melangkah. Di lihatnya dalam kamar dari celah pintung yang sedikit terbuka
”Astaga… apa yang aku lihat ini? Siapa mereka kenapa mereka mirip sekali.. Apa aku sedang bermimpi.. bangunkan aku segera Tuhan jika ini hanyalah sebuah mimpi” ucapnya dalam hati. Hatinya sesak tetesan air mata mengalir begitu saja melihat adegan sepasang manusia yang sedang bercinta
“Apa yang mereka lakukan? Ini pasti mimpi” ucapnya menyakinkan dirinya
“aaagghhh…faster baby… aagggghhh” ucap desah seorang perempuan
“AKU NGGAK TERIMA SEMUA INI” jerit hati Laura.
Di hapus air matanya di bukanya pelan pintu kamar tak membuat sepasang manusia yang sedang bercinta menyadarinya. Di ambilnya vas bunga di atas meja dan di lemparnya di dalam kamar.
“PPPPRRRRAAANNGGG” suara kaca yang pecah membuat mereka berhenti
“LAURA” ucap Dion kaget
Sekejap dua orang yang sedang memadu kasih kaget dan gelagapan melihat Laura yang berdiri di depan pintu di hadapannya segera mereka memakai baju kimononya untuk menutup tubuhnya yang telanjang.
Laura :”DASAR PELAC*R, BERANI SEKALI KAMU MUNCUL DI HADAPAN KU HAH” ucap Laura marah menjambak rambutnya kencang
Rina :”Aaaa… lepasin.. sakiit” rintihnya kesakitan
Dion :”Ra lepasin dia. Kasian dia kesakitan” ucapnya mendekat
Laura :”Apa kamu bilang? Kasihan sakit? Biar dia tau rasa ini nggal sebanding dengan apa yang aku rasain” ucapnya menambah keras jambakan di tangannya
Rina :”Saaakkiitt… lepasiin.. Dion tolongin aku” ucapnya merengek minta tolong Dion menghampirinya
Laura :”Berani kamu maju selangkah aku cekik dia sampe mati” ucapnya mengarahkan tangannya pada leher Rina
Dion :”Oke, tapi tolong lepasin dia kita bicara baik-baik aku jelasin semuanya ini nggak seperti yang kamu kira”
Laura :”Apa kamu bilang, bicara baik baik? Nggak ada yang kita bicarain lagi semua sudah selesai” Laura mengambil gunting di atas meja
Rina :”Sakit… apa yang mau kamu lakukan?” ucap Rina ketakutan
Laura :”Tentu membuatmu tambah cantik dan sedikit pelajaran”
Rina :”Nggak, lepasin aku” berontaknya
Laura :”DIEM! Atau aku akan menguliti tubuhmu yang menjijikan itu”
Laura menjambak rambut Rina dan mengguntingnya asal-asalan. Rina menangis histeris
Dion :”Laura Stop! Kamu sudah keterlaluan” ucapnya membentak
Laura :”Apa kamu bilang? Aku keterlaluan? KAMU BR*NGS*K!. PLLAAKK” ucap Laura yang menampar Dion
Dion :”Kamu???” ucap Dion kesakitan pipinya di tampar
Laura :”Mau nampar balik? Ayo silahkan tampar nih tampar” tantang Laura
Laura :”Kenapa diem aja hah? Mulai sekarang kita nggak ada hubungan apa-apalagi KITA PUTUS! Aku kembalikan milikmu” ucapnya melempar kalung ke arah Dion
Laura pergi keluar dengan air mata yang tak bisa di bendung lagi. Dion mengejarnya
Dion :”Ra tunggu… aku nggak mau kita putus.. aku minta maaf aku jelasin semuanya” teriak Dion mengikutinya dari belakang yang tak di gubris Laura pergi dengan penuh emosi yang bercampur.
Laura terus menjalankan motornya tanpa henti kecepatannya terus menambah
“AAagggghhhhh…” teriaknya
“Apa yang harus gue lakuin sekarang” ucapnya dalam hati
Jangan lupa vote, like dan coment kalian biar bisa tambah semangat buat update episode selanjutnya. Thank you see you next episode