LAURA

LAURA
Episode 33



“SIAPA DIA?” itu lah yang ada di pikiran Laura saat ini.


Lampu hijau pun menyala mobil itu bergerak menyusuri setiap jalan Laura pun memutuskan untuk mengikutinya hingga sampai pada saatnya tiba di sebuah café mereka berjalan berdua dengan mesra bagaikan sepasang kekasih.


“Siapa perempuan itu?” batin Laura terus bertanya-tanya tentang perempuan yang bersama kekasihnya itu


“Sebaiknya aku telfon dia” ucapnya dalam hati.


Laura :”Hallo sayang kamu dimana?” tanyanya


Dion :”Iya sayang, aku lagi menemani kakakku nih ada apa?”


Laura :”Kakak?” tanyanya bingung belum pernah Dion menceritakan kalau dirinya memiliki seorang kakak


Dion :”Iya sayang, kakak perempuanku baru saja pulang dari Amerika maaf ak belum sempat menceritakannya padamu, jadi dia memintaku untuk menemaninya berkeliling, apakah ada sesuatu yang terjadi padamu sayang?”


Laura :”Oh tidak ada, tadi aku hanya mau minta tolong saja tapi bukan hal penting kok dan aku bisa memintanya pada Rya atau Nindy saja” ucapnya


Dion :”Sungguh? Kau tak apa sayang? jika benar aku akan menghampirimu”


Laura :”Iya sayang, kalau gitu aku akan segera menghubungi mereka sampai jumpa”


Dion :”Baiklah, kalau ada sesuatu segera telfon ya, jaga dirimu baik-baik sayang”


Laura :”Oke” Laura pun mematikan telfonnya


“Ternyata aku hanya salah paham, maaf sayang aku sudah berburuk sangka padamu” ucap Laura dalam hatinya. Segera Laura meninggalkan café dan melanjutkan perjalanannya pergi ke kampus


*KAMPUS*


“Hai cantik” ucap salah satu orang yang di lewati Laura menggodanya namun tak di gubrisnya sama sekali terus berjalan menuju kelas


“Laura ini ada coklat untukmu” panggil salah seorang cowok berkacamata dan tubuh yang seperti atlet datang menghampirinya memberikan sekotak coklat


“Oke, makasih ya” ucap Laura menerima coklat pemberiannya karena moodnya sedang gampang berubah


“Sama-sama ra, di makan ya coklatnya” ucap cowok itu yang terlihat senang karena pemberiannya di terima oleh Laura, dia adalah salah satu cowok yang beruntung karena pemberiaannya di terima oleh Laura tidak di abaikan


“Tentu” ucapnya singkat


“Ini bunga mawar mereah untukmu” cowok dengan kaos putih menghampirinya


“Maaf aku tak suka bunga” elaknya kemudian meninggalkan gerombolan anak cowok itu. Sepanjang perjalanan Laura memakan coklat itu hingga ke kelas


“Beruntung banget loe” ucap salah satu cowok yang ada di kelompok itu


“Gilaa,,, di makan lho coklat dia” ucap cowok berbaju biru


“Iri gue liatnya” ucap cowok berambut agak keriting


“Bunga gue aja di tolak” sedihnya


“Beruntung banget gue hari ini bisa ngomong sama The Angel’s kita” ucap cowok tadi yang memberi coklat pada Laura serasa tubuhnya melayang terbang jauh


Sebutan The Angel’s kini sangat melekat pada tiga gadis cantik itu siapa lagi jika bukan Laura, Rya dan Nindy. Itulah sebutan bagi mereka dari para penggemarnya karena wajah mereka yang begitu cantik seperti malaikat dan memiliki postur tubuh yang sangat seksi membuat pandangan mata para lelaki adem.


Rya :”Dapet coklat darimana loe?” ucap Rya langsung melihat sahabatnya membawa sekotak coklat yang dia makan sepanjang perjalanan


Laura :”Nih makan aja, tadi dari cowok di depan nggak tau siapa” ucap Laura memberikan sisa coklatnya


Rya :”Sembarangan banget sih nerima makanan dari orang nggak kenal, kalau di racun gimana?” ucapnya yang kemudian memasukan coklat kemulutnya


Laura :”Dari fans, sembarangan aja loe makan juga ribet amat sih” ucapnya


Laura :”Iya tadi, gue sempet ngikutin Kak Dion pergi”


Nindy :”Ngikutin gimana maksudnya?” serius Nindy memandangnya


Laura :”Ya tadi waktu di jalan, gue ngeliat dia semobil sama cewek ya gue ikutinlah daripada kepo ternyata mereka pergi ke café”


Rya :”Terus loe samperin mereka?” keponya


Laura :”Kebiasaan motong omongan orang, yak an gue penasaran gue telfon dong terus kata dia lagi nemenin kakaknya jalan-jalan yang baru pulang dari Amerika dia juga bilang lagi di café itu”


Rya :”Loe yakin itu kakaknya?”


Laura :”Ya gue sih percaya aja kan dia nggak bohong sama gue, nggak bilang lagi di kantor atau dimana gitu”


Nindy :”Kompor banget sih loe Ry” toyor Nindy pada Rya


Rya :”Kebiasaan deh” kesalnya


Nindy :”Loe juga kebiasaan kompor”


Dosen pun datang memasuki kelas, semua fokus pada matakuliah tersebut. Laura tak memiliki pikiran aneh sedikit pun pada kekasihnya tapi ada sedikit keganjalan pada hatinya tapi dia tak tau apa yang membuatnya seperti itu.


*CAFE*


Rina :”Sayang aktingmu bagus banget sih, pinter bohong ya sama pacar kamu. jahat ih”


Dion :”Jahat gimana, aku kan ngomong apa adanya kalau aku lagi di café sama kamu toh dia juga tau aku ada disini”


Rina :”Tapi kan aku bukan kakakmu sayang, aku kekasih kamu juga”


Dion :”Kalo soal itu kamu benar” ucapnya Dion


Rina :”Sejak kapan kamu tau di ikutin sama dia yang?” tanyanya penasaran


Dion :”Aku lihat dia sejak tadi di jalan ngikutin kita tapi aku pura-pura nggak liat aja”


Rina :”Kamu hebat, tambah sayang deh sama kamu”


Dion :”Aku juga sayang sama kamu”


Dion dan Rina pun beranjak pergi meninggalkan café namun saat di parkiran yang sepi tiba-tiba ada sesosok yang mengikuti mereka dan memukul Dion hingga terjatuh. Dipukulnya Dion berkali-kali hingga terjatuh lemas


”Bangun loe br*ngsek” kata orang itu menarik baju Dion dan membangunkannya


"Stop! siapa kamu hah, kenapa kamu pukulin pacar tunangan saya?" ucap Rina ketakutan karena Dion dipukulin orang tak di kenalnya namun tak di gubris dirinya


"Tunangan loe bilang?" dengan sinis ucapnya


“Ngapain loe mukul gue hah?” teriak Dion pada orang itu bangkit dan memegang wajahnya sakit karena dipukuli


“Udah gila kamu hah? Apa yang udah loe lakuin sama perempuan murahan ini hah?”


“Nggak usah ikut campur urusan orang, urus urusan loe sendiri, dia bukan perempuan murahan dia pacar gue” ucap Dion yang akan memukul orang itu namun dengan cepat di tangkis dan di pukulnya lagi Dion hingga terjatuh


“Berani banget loe ngelakuin ini sama LAURA, selingkuh sama perempuan murahan kayak dia”


**Perempuan murahan? Wow? Siapakah cowok yang memukul Dion? Cowok yang membelanya Laura ini? Kakaknya? Temennya Rizal? Penasaran? Silahkan di tebak di kolom komentar


Jangan lupa vote, like dan coment kalian biar bisa tambah semangat buat update episode selanjutnya. Thank you see you next episode