Lady Celestian

Lady Celestian
episode 8 rasa suka



Setelah masuk ke kereta kuda, Rey dan Ratu segera pulang ke istana. Dalam perjalanan pulang Ratu yang melihat anaknya itu tersenyum, penasaran apa yang terjadi pada putranya yang terkenal dingin dan jarang tersenyum senang pada orang lain itu membuat Ratu sagat penasaran apakah akan ada badai besar datang, aku jarang melihat Rey tersenyum seperti itu ucap Ratu di dalam hatinya.


Sesampainya di istana, Rey dan Ratu langsung menemui ayahnya yang sedang diruang kerja.


"ayah aku pulang" ucap Rey sambil tersenyum.


"wahh ada apa ini, apa akan ada badai besar datang" ucap Raja menggoda Rey.


"sudahlah jangan rusak suasana hati Rey, sayang" ucap Ratu.


"sayang, kalian dari mana? kalian tidak mengajakku" ucap Raja dengan wajah cemberut.


"kamu ada banyak pekeejaan, kenapa aku mengajakmu pergi" ucap Ratu pada Raja.


"tapi sebenarnya ada apa sampai Rey sesenang ini setelah pergi ke luar?" tanya Raja dengan penasaran.


"tadi kami pergi mengunjungi sahabat baik. Rey dan aku sangat berah disana, rencananya kami tidak akan pulang hari ini" Ucap Ratu menceritakan sambil menggoda Raja.


"ayah, Celes sangat cantik, pintar, baik, dan kuat" ucapan itu tidak sengaja keluar dari mulut Rey yang sedang melamun. Mendengar perkataannya sendiri Rey langsung tersadar dan menutup mulutnya dengan tangan.


"wah..wah..wah putra kita saat ini sedang mengagumi perempuan. Benar benar akan ada badai. Tapi siapa Celes??" tanya Raja sambil menggoda sedangkan wajah Rey terlihat memerah.


"Celes itu anak nya Sarla, sebenarnya namanya itu Celestian tapi Rey memanggilnya Celes sedangkan Celes memanggil Rey dengan pangeran tapi langsung namanya." ucap Ratu menceritakan.


"apa kau suka dengan Celes?" tanya Raja pada Rey.


"iya aku menyukainya sejak aku datang ke tempat latihan" jawab Rey.


"tempat latihan??" tanya Raja sekali lagi.


"iya, saat itu Celes sedang berlatih pedang dan dia lumayan pandai bermain pedang" ucap Rey menceritakan pada ayahnya.


"benar benar mirip Sarla ya, dulu Sarla bahkan hampir menjadi ksatri kerajaan kalau bukan karena bangsawan yang iri itu" ucap Raja.


"ayah tahu, Celes sangat imut, aku ingin membawanya pulang dan akan kusuruh bermain dengan ku terus"


"kalau kamu bermain, siapa yang akan membantu ayah"


"ayah kerjakan saja dengan sekretaris ayah, aku akan bermain dengan Celes saja, lagi pula aku sudah belajar semua hal jadi tidak akan ada masalah" tolak Rey untuk membantu ayahnya.


Lalu Rey terus menerus menceritakan Celes pada ayahnya yang sedang beristirahat di sofa.


"ayah, besok Celes akan kesini. Ibu dan aku yang memintanya kesini"


"benarkah?"


"iya. kalau begitu aku akan pergi tidur dan bangun pagi pagi" ucap Rey.


"ya sana cepat tidur" jawab Ratu.


Setelah Rey pergi kekamar, Ratu dan Raja tetap mengobrol.


"benar sayang, aku sangat ingin tahu Celestian anak seperti apa sehingga mampu membuat putra kita tersenyum" ucap Raja


"bagaimana kalau besok kamu libur dulu dan kita akan memata-matai Rey dan Celestian??"bujuk Ratu pada Raja.


"ide bagus" Raja pun terbujuk karena rasa penasarannya.


Hari sudah semakin malam dan mereka pun juga pergi beristirahat.


……………………………


Keesokannya.....


……………………………


Saat itu setelah bangun tidur, Celestian langsung mandi dan bersiap ke istana bersama ayahnya, ibunya tidak ikut karena akan melakukan acara amal untuk rakyat.


"ayah, ayo pergi aku sudah siap" ajak Celestian dengan semangat.


"iya iya sebentar tunggu Enna, Enna masih menyiapkan baju ganti untukmu" ucap Duke.


"ayo Enna kamu juga harus ikut"


"iya nona"


Sesampainya di istana, Celestian dan Duke disambut oleh Raja, Ratu, dan Rey. Raja dan Ratu tidak ingin menganggu kesenangan anak anak jadi mereka mengajak Duke untuk mengikuti rencana mereka karena rasa penasaran Raja dan Duke pun setuju. Karena hal itu untuk mengawasi Celestian juga.


"ayah akan pergi mengobrol dengan Raja dan Ratu kalian pergilah bermain" ucap Duke pada Celestian.


"oke" jawab Celestian dengan senang.


Lalu mereka pergi untuk rencana mereka.


"biarkan saya saja yang mengambilnya yang mulia" ucap Duke.


"Hei aku ini sedang libur tapi kamu malah berbicara formal lagi pula aku dan Reta ingin bersenang senang juga" ucap Raja dengan sedikit rendah dengan wajah cemberut.


"iya baiklah Frezi"


"nahh begitu"


Mereka pun mulai bersiap menyamar menjadi seorang pelayan, tadinya para pelayan melarang namun ini keinginan Raja dan Ratu jadi tidak ada yang berani melarang.


"aku jadi teringat perilaku kita saat membantu Frezi kabur dari istana" ucap Reta.


"benar. Saat itu kamu dan Sarla jadi pelayan sedangkan aku berpura-pura menjadi pengawal" ucap Duke mengingat peristiwa dimana dia membantu seorang putra mahkota kabur.


"ya saat itu terima kasih, untung saja kalian datang membantuku, ayah mengurungku dikamar lantai 2 karena aku tidak mau datang ke pesta, mengingat saja aku kesal" ucap Frezi.


Karena sudah merasa lama bernostalgia, mereka pun bersiap dengan cepat dan segera menghampiri Rey, Celestian, dan Enna yang bermain. Frezi sebagai butler, Reta sebagai pelayan, dan Vitsa sebagai pengawal.