
Mereka saat ini tengah menyiapkan makan malam. Bahan bahan sudah disiapkan saat akan berangkat tadi pagi, jadi mereka tinggal memasak dan menyusun dengan rapi di kain yang sudah dibentangkan.
"harum" ucap Zaco.
"mau?" Enna menawarkan pada Zaco untuk mencicipi daging yang sudah dibakar dna diberi bumbu.
Dengan senang hati Zaco menerima tawaran Enna. Dia memasukkan 1 suap kedalam mulutnya.
"kau pintar memasak" ucap Zaco sambil mengeluarkan dua ibu jarinya.
"terima kasih"
Makanan sudah siap dan saat nya makan malam. Mereka makan sambil bersenda gurau dan bercerita.
"Celes, katanya mau memperlihatkan pertunjukkan" ucap Delli.
"iya sebentar masih kusiapkan"
"hadirin hadirin sekalian takjublah pada sesuatu yang akan keluar" ucap Celestian meniru suara perugas yang melakukan pertunjukkan di festival.
"lihatlah aku baik baik dna jangan mengalihkan pandangan"
Celestian segera menyentuh kalung nya dan mengucapkan sebuah nama, Mirald.
Seketika muncul cahaya dari kalung tersebut dan keluar kuda putih yang cantik.
"Hadirin sekalian perkenalkan dia adalah Mirald" ucap Celestian memperkenalkan temannya.
Sedangkan semua yang duduk terkejut kecuali, Enna dan Rey. Karena sejak awal mereka sudah tahu.
"bagaiman bisa seekor kuda keluar dari kalung" tanya Rio dengan penasaran.
"Mirald ini kuda spesial, ada lagi yang ingin ku tunjukkan"
"apa lagi?" tanya Rey.
"Mirald, Zaras" ucap Celestian mengucapkan mantra.
Seketika Mirald menjadi gadis imut yang terlihat seumuran dengan mereka. kulit putih dengan mata berwarna kuning yang cerah. Membuat semua diam terpaku tidak terkecuali Enna dan Rey. Karena mereka belum tahu hal ini.
"halo semua, aku Mirald" ucap Mirald dengan ceria memperkenalkan diri.
"bagaimana kamu melakukannya?" tanya Rio.
"wah imut sekali" ucap Delli dengan mata berbinar binar, Delli memang suka sesuatu yang imut.
"apa boleh aku bergabung dengan kalian?" tanya Mirald
"silakan" ucap Delli yang tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Mirald.
"berapa umurmu, kenapa kamu seimut ini sihh" ucap Delli sambil mencubit pipi Mirald.
"umurku 100 tahun, saat bangsa kami berumur 100 tahun kami bisa berubah menjadi manusia, saat lahir wajah manusia kami sudah terbentuk tapi beru bisa digunakan saat berusia 100 tahun" Mirald pun menjelaskan semuanya.
Melihat Celestian yang memasukkan kembali kalungnya, terlihat ada 1 kalung dengan 3 liontin yang sudah dirangkai dengan baik.
"banyak sekali liontin di kalungmu" ucap Zaco secara tidak sadar.
"oo ini, kalung yang berwarna ungu dari ibu, yang berwarna biru dengan bentuk kepingan salju dari Mirald, sedangkan yang warna biru berbentuk bulat itu kalung keluarga kami. Ibu, ayah, Enna, dan aku memiliki kalung ini" jawab Celestian.
Mereka terus melanjutkan cerita mereka sampai larut malam. Karena dirasa sudah mengantuk, mereka masuk kedalam tenda yang sudah didirikan. Didalam tenda, satu tenda diisi 2 orang. Celes dengan Enna, Delli dengan Mirald, Zaco dengan Rio, Rey dengan Devin.
Hari yang damai itu membuat semua nya terlelap hingga mereka tidak tahu akan ada masalah besar yang akan terjadi di masa depan.
Keesokannya mereka bangun dipahi hari dna sarapan dengan sandwich sayur dan sosis. Setelah sarapan, Enna, Celestian, dna Delli izin untuk mandi duluan sedangkan Mirald sudah masuk kedalam kalung lagi.
Seusai mandi mereka berniat kembali ke tenda, tapi ditengah perjalanan mereka melihat seseorang yang sangat mereka kenal dan ya itu adalah Viro dia terlihat sedang bersama seorang gadis.
"ehh itu kan Viro, dia bicara dengan siapa ya" ucap Delli menunjuk ke arah dimana Viro berada.
"iya itu Viro" ucap Celestian.
Lalu mereka mendekat ke tempat Viro tapi Viro dan gadis itu tifak menyadari ada seseoranv yang mendekati mereka.
.
.
.
.
.
Maaf ya aku lagi sakit gara gara alergi jadi lama nggak up.