
Sudah 3 hari berlalu tapi Celestian masih belum sadar karena kutukannya bangkit semakin kuat.
Semua sahabat masih setia menunggu bahkan bergiliran menjaga Celestian. Duchess pun terlihat lelah tapi dia tidak ingin meninggalkan putrinya.
Yang tahu tentang keadaan Celestian hanya para sahabat dan keluarga saja karena memang dirahasiakan dan dengan alasan sakit Celestian tidak bisa hadir di kelas.
"bibi pulang dan istirahat dulu saja biar aku dan Enna yang menjaga Celes" ucap Zaco.
"tidak, biarkan aku disini" ucap Sarla yang wajahnya terlihat habis menangis.
"iya Zaco benar, bibi istirahat saja lagipula kami bergantian menjaganya" ucap Enna memaksakan dirinya untuk tersenyum.
"baiklah, tapi tolong jaga kakakmu ya" ucap Duchess yang dijawab anggukan oleh Enna. Akhirnya Duchess pun pulang karena dia sendiri juga harus mencegah supaya tidak ada yang curiga.
Saat ini Enna setia menjaga dan terus berada disisi Celestian dan tiba tiba.....
Prakk.....
Suara gelas terjatuh membuyarkan lamunan Zaco dan Enna.
"Kakak!!" ucap Enna yang langsung memeluk Celestian yang berusaha bangun.
"Zaco, kakakku sudah bangun" ucap Enna dengan wajah gembira
"iya akan segera kupanggilkan teman teman yang lain" ucap Zaco lalu segera keluar dari kamar.
"kakak, kenapa kamu meninggalkanku sendirian" ucap Enna disetai tangis, tangisan bahagia.
"sudahlah, aku tidak apa apa jangan menangis" ucap Celestian dengan senyuman.
Wajah Celestian saat ini masih pucat dan tubuhnya pun masih lemas jadi saat dia berusaha bangun tangannya terpeleset dan tidak sengaja membuat gelas jatuh.
"baiklah, sekarang kakak harus istirahat supaya cepat pulih aku akan bawakan makanan dan minuman" ucap Enna sambil menghapus air matanya.
"tapi aku tidak nafsu makan" ucap Celestian.
"tidak, kamu harus makan" ucap Enna menolak penolakan lalu pergi kedapur yang ada dikamar dan menyiapkan makanan.
***
Zaco saat ini sedang berlari, dia ingin segera menyampaikan kabar yang menggembirakan pada yang lainnya.
Sesampainya dikelas 1-S, Zaco langsung membuka pintu dengan kasar untungnya saat itu kebetulan sedang jam istirahat jadi tidak mengganggu yang lain.
"Re..Rey, Devin ayo ikut aku" ucap Zaco dengan nafas yang tidak beraturan.
"memangnya ada apa?" tanya Devin dengan raut wajah panik.
"sudah ikutlah dan beritahu yang lain" jawab Zaco.
Mereka pun segera keluar dari kelas dan memberitahu yang lainnya.
***
"ayo makan, akan kusuapi" ucap Enna, tangannya menyendok bubur yang yang selesai dibuatnya.
"aku tidak nafsu" ucap Celestian dengan suara pelan karena dirinya masih lemas.
"maka dari itu harus makan lalu pulih setelah itu akan kubuatkan kue" ucap enna berusaha membujuk Celestian yang tidak mau makan.
"janji ya" ucap Celestian lalu membuka mulutnya.
"nahh seperti itu"
"aku bukan anak kecil yang diberi janji baru mau melakukan sesuatu ya"
"iya iya"
Ditengah tengah kegiatan makan, terdengar pintu dibuka. Dan ya nampak 5 orang dengan nafas yang tak beraturan.
"apa kalian habis olahraga? nafas kalian sudah seperti selesai lomba lari" ucap Celestian yang sudah menghabiskan makanannya.
"kenapa emosi, bicara yang santai" ucap Celestian membalas Zaco.
"ini anak sudah di-"
"Celes!!" ucap Delli yang langsung memeluk Celestian.
"sudahlah kenapa kalian cengeng sihh, aku yang sakit kok malah kalian yang nangis" ucap Celestian.
"lagian kamu sudah 3 hari tidak bangun" ucap Delli dengan mata menatap Celestian.
"apa!? sudah tiga hari" ucap Celestian kaget.
"iya" jawab Enna yang selesai membereskan peralatan makan.
"ehh bagaimana nasib 100 pedang, terus nasib kelas, sama nasib persiapan memasak pembasmian" ucap Celestian yang kebingungan.
"wahh aku bakal mati nihh" lanjut Celestian dengan panik.
Tanpa pikir panjang dia langsung turun dari tempat tidur dan bersiap keluar kamar memastikan keadaan.
"mau kemana?" tanya Rio yang melihat Celestian berdiri.
"ya mau ketempat latihan, ruangan memasak sama kelas lahh" jawab Celestian dengan santai.
"kamu masih sakit" ucap Devin.
"ohh iya aku lupa"
Brugh....
Celestian terjatuh.
"aduhhh"
"lagian masih sakit sudah banyak tingkah" ucap Zaco.
Enna dan Delli pun segera membantu Celestian untuk kembali ketempat tidur lagi.
"apa paman dan bibi sudah diberi kabar?" tanya Delli.
"sudah" jawab Rio.
"sudah sekarang kamu istirahatlah, kami akan kembali ke kelas" ucap Enna.
"iya iya, pergi sana" ucap Celestian yang kesal karena disaat dia sakit seharusnya dia ditemani tapi malah ditinggalkan begitu saja.
Teman-temannya sudah kembali ke kelas, sekarang hanya ada dia sendiri di dalam kamar yang ukurannya lumayan besar.
"aku bosan sendirian dikamar" ucap Celestian, dia menoleh kesana kemari tapi nyatanya dia sendirian.
"kabur aja ya enaknya, disini rasanya seperti dikurung" ucap Celestian merencakan perbuatan yang akan dia perbuat.
"biarkan saja mereka, lagian aku ditinggal sendiri"
Saat ini kondisi Celestian lebih baik dan dia sudah tidak begitu lemas.
Perlahan lahan dia menuju ke kamar mandi dan mengganti baju lalu berniat pergi. Tapi sebelum pergi, dia meletakkan guling dan bantal dan menutupnya dengan selimut.
Setelah itu dia pergi dengan menyelinap agar tidak ada orang yang tahu dirinya kabur.
.
Dasar Celestian, masih sakit tapi ada aja kelakuannya. Jangan ditiru ya temen temen....
.
.
Happy Reading