
Tidak lama pintu kamar mandi terbuka, terlihat Delli yang sudah memakai dress tidur.
Dia segera duduk di sofa bersama Celestian dan Enna.
"Cepat ceritakan apa yang terjadi padamu 2 hari yang lalu" ucap Celestian tidak sabar yang diikuti anggukan dari Enna.
"2 hari yang lalu ada kunjungan sekaligus pertemuan dengan putra mahkota dari kerajaan Herion dan aku harus ikut menyambut putra mahkota kerajaan Herion"
Melihat ekspresi kedua temannya yang terlihat penasaran, mengharuskan Delli untuk menceritakan semuanya.
"Namanya Jerifo Ger Halmut, aku tidak suka dengan semua sikap dan ekspresi wajahnya tahu kenapa?" ucap Delli dengan wajah kesal.
"Memang kenapa?" tanya Enna yang semakin penasaran.
"Saat sarapan bersama, awalnya ku kira dia itu baik ehh tapi lama kelamaan sikapnya sangatlah membuat orang kesal, dia tidak berhenti menatapku lalu dengan mudahnya berkata dia memuji kecantikanku, pada saat itu aku sudah tahu niatnya dan berniat langsung pergi tapi nanti ayah dan ibu yang kesusahan"
"Setelah sarapan ayah dan putra mahkota keruangan ayah. Disana mereka mengadakan pertemuan dengan penasihat, bendahara dan ketua komisi laiinnya. Setelah itu kami kembali makan bersama tapi saat itu raut wajah ayah terlihat tidak baik"
"Dan tiba tiba ditengah keheningan si Jerifo langsung mengatakan hal yang membuatku kesal"
"Memang apa yang dia katakan?" tanya Enna yang semakin penasaran.
"Dia berkata dia akan menjadikanku permaisuri lalu dengan kata kata halus dia mengancam ayah bahwa dia akan membuat kerajaan sekaligus keluarga menyesal menolak tawaran Jerifo"
"dia mengancam bagaimana?" tanya Celestian yang tidak terima jika ada yang berani mengancam atau mengganggu orang terdekatnya.
"aku nantikan keputusan kalian untuk membuat bunga kerajaan menjadi keluargaku dan jika kalian tidak setuju tidak apa apa tapi, akan ada sedikit kesulitan" ucap Delli sedikit menirukan suara Jerifo yang besar.
"dia berani sekali berkata seperti itu" ucap Celestian yang sudah terlihat geram sampai sampai kukis yang dia pegang terbagi jadi empat karena tertekan genggaman tangannya yang kuat.
"Setelah acara makan siang aku, kak Rey, ayah, dan ibu berkumpul dikamarku. Disana ayah cerita kalau si Jerifo menginginkanku menikah dengannya dan menjadi permaisuri jika tidak maka dia akan menghancurkan rakyat dan keluarga kerajaan"
"Kakakku dan ibuku geram ingin sekali menghajar si br*engsek itu tapi mereka berusaha menahan amarah mereka, mereka menyerahkan semua keputusan kepadaku dan aku memutuskan tidak akan mau menikah dengan putra mahkota yang br*ngsek itu, mendengar keputusanku ibu, ayah dan kakak lega"
"Memangnya putra mahkota itu tidak tampan?" tanya Enna, dia tahu bahwa Delli suka seorang laki laki tampan, baik hati, setia, dan membuatnya nyaman.
"dia tampan tapi aku tidak suka kalian tahu, putra mahkota itu punya 7 selir dan 1 perempuan yang akan dia jadikan ratu. Dan dari yang kudengar juga dia suka sekali bermain main dengan perempuan"
"Saat itu untungnya datang penyelamat"
"Siapa?" tanya mereka berdua bersamaan.
"tentulah itu Rio, saat itu kebetulan Rio dan kakak sedang ada pertemuan. Rio belajar menjadi penerus keluarga dan kak Rey yang putra mahkota, setelah pertemuan kami bertemu tentunya dengan kak Rey"
"Lalu aku terlintas sebuah ide, aku memberikan ide ku pada mereka berdua. Tadinya kak Rey menolak karena itu berisiko tapi Rio setuju jadi kami jalankan rencanaku"
"aku dan Rio berpura pura kalau kami ini adalah tunangan, saat makan malam kami sengaja mengajak Rio untuk ikut karena kami akan menjalankan rencana ini. Aku mengenalkan Rio sebagai tunanganku sekaligus calon suamiku kepada Jerifo"
"tadinya Jerifo tidak percaya jadi untuk membuatnya percaya kami buat seolah olah kami berciuman padahal itu hanya sekedar mendekatkan kepala kami dan hanya mendekatkan pipi kami sehingga kami terlihat berciuman, saat itu posisi Jerifo ada didepan kami jadi posisi itu mendukung rencana kami. Untunglah Rio baik hati mau membantu kami" Delli memberikan penjelasan pada sahabatnya itu.
Memang dikerajaan Rafold ada hukum atau aturan diman pasangan yang sudah bertunangan, orang lain tidak bisa memaksakan orang tersebut untuk menjadi pasangannya atau orang yang mencoba mengganggu akan dijatuhi hukuman sesuai dengan apa yang diperbuat kecuali jika pasangan tersebut membatalkan pertunangannya atau salah satunya meninggal. Sedangkan jika ada kerajaan lain yang ingin mencoba merubah peraturan dari kerajaan lain meskipun kerajaan itu ada diatas kerajaan lainnya maka kerajaan tersebut bisa diturunkan dari derajatnya, hal itu sudah disetujui oleh semua kerajaan.
"lalu apa yang kamu lakukan dengan Rio sampai pagi?" tanya Enna dengan penasaran karena dia yang mendengar cerita Delli sudah seperti membaca novel romantis, memang pada dasarnya Enna menyukai novel apalagi novel romantis.
"setelah makan malam itu, Jerifo masih menggangguku dia mencoba menjebakku tapi tidak berhasil karena kakak mencegahnya. Dan aku khawatir hal itu terjadi lagi jadi aku dan Rio pergi diam diam, kami membuat seolah olah kami ini kabur. Jadi kami bersenang senang berdua di kota tersekat bahkan kami sampai ke kerajaan sebelah untuk bersembunyi sekaligus bersenang senang, karena itulah aku sampai pagi bersama Rio dan tadi jam 8 pagi aku kembali ke akademi" ucap Delli mengakhiri penjelasannya.
"kalian gila..masa kabur sampai ke kerajaan sebelah dan itupun dalam hitungan jam?!" ucap Celestian menatap heran.
"iya tapi menurutku sepertinya Rio menyukaimu" Enna merasa Rio tidak akan mau membantu jika tidak ada sesuatu.
"aku juga yakin itu" ucap Celestian seolah olah dia baru tahu padahal dia sudah tahu kebenarannya.
.
.
.
.
jangan lupa like dan vote ya temen temen.
Maaf kalo aku lama nggak up karena kuota habis terus sistem terkadang error.