
Saat ini ada gadis yang sedang mengumpat didalam kamarnya.
"sial kenapa harus gagal sihh" umpat Clara.
"sekarang laki laki itu sudah tidak berguna, kalau seperti ini caranya pasti aku akan tertangkap" ucapnya bermonolog sendiri.
"Clara sayang, ayah boleh masuk" ucap Duke Yersal yang mengetuk pintu.
"masuk saja" balas Clara.
Duke pun masuk dan melihat kamar Clara benar benar kacau, banyak barang hancur.
"sepertinya putri ayah sedang marah, kenapa?" tanya Duke Yersal pada Clara.
"rencanaku hancur, seharusnya sekarang Delli sudah menjadi istri Putra Mahkota Jerifo tapi laki laki itu gagal" ucap Clara pada ayahnya.
"bukannya untung tapi malah akan membuatku rugi, ayah bagaimana kalau mereka membocorkan siapa dibalik rencana ini" ucap Clara khawatir.
"tenang saja akan ayah urus, ayah juga tidak mau sampai kamu ketangkap" ucap Duke Yersal.
"terima kasih ayah" ucap Clara dengan memeluk ayahnya.
Prang.......
Ada suara benda jatuh, membuat Clara dan Duke Yersal menguraikan pelukannya.
"siapa disana!!" bentak Clara.
Duke Yersal pun membuka pintu dan nampaklah seorang pelayan yang tidak sengaja menjatuhkan vas bunga.
"apa kamu mendengar apa yang kami bicarakan?" tanya Duke Yersal pada pelayan itu.
"sa..saya ti..dak mendengar apa pun tuan" jawab pelayan itu dengan menundukkan kepalanya.
"masuk" ucap Duke Yersal menyeret pelayan itu untuk masuk kedalam kamar Clara.
"kamu pasti mendengar yang kami bicarakan tadi" ucap Duke Yersal.
"ti...tidak tuan, saya tidak mendengar apa apa" ucap pelayan itu ketakutan.
Plakk.....
"Dasar pelayan tidak tahu diri, kamu berani berbohong!!" ucap Clara yang menampar pipi pelayan itu.
"sa...saya tidak mendengar apapun no..nona, tol..tolong ampuni saya" ucap pelayan yang semakin ketakutan itu.
"tidak ada ampunan" ucap Clara lalu dia mengambil pisau dimejanya kemudian menusukkan pisau tersebut tepat pada area jantung pelayan itu.
Setelah pelayan itu mati, Duke Yersal menyuruh asistennya membuang mayat itu dan membersihkan jejak jejak penusukan itu.
"ayah apa ada rencana?" tanya Clara pada Duke Yersal.
"ayah sudah menyuruh pembunuh bayaran untuk meracuni pangeran" jawab Duke Yersal.
"hanya racun?? dia masih bisa hidup kalau hanya dengan racun" ucap Clara dia sekarang sulit mengontrol emosinya karena panik.
"bukan sembarang racun, tapi racun Spong" ucap Duke Yersal.
"racun yang berasal dari bangkai monster lalu diberi bunga Poli itu, bukankah racub yang cukup mahal" ucap Clara.
"iya, tenang saja pasti rapi" ucap Duke Yersal lalu mengelus kepala putrinya.
"terima kasih ayah" ucap Clara.
Tidak lama pintu terbuka, nampaklah Duchess Yersal dengan wajah kecewanya.
"lebih baik hentikan niat kalian, aky tidak ingin kalian celaka" ucap Duchess Yersal.
"ibu, kau diamlah jangan ikut campur kalau tidak setuju dengan kami" ucap Clara pada ibunya.
"Clara kamu harus sadar nak, posisi yang kamu ingin miliki dengan cara yang salah maka tidak akan membuatmu bahagia" ucap Duchess Yersal.
"kenapa kamu itu selalu ceramah, keluar sana" ucap Duke Yersal mengusir keluar Duchess Yersal dari kamar putrinya.
Duchess Yersal menarik nafas panjang.
"jangan sampai kalian buta karena kekuasaan dan harta, aku sudah memperingati kalian" ucap Duchess Yersal lalu berlalu keluar.
"ibu kenapa sih seperti itu, aku sangat kesal" ucap Clara.
"tenang saja masih ada ayah yang selalu mendukungmu" ucap Duke Yersal.
Bagi Clara dan Duke Yersal, manusia hanyalah tameng dan alat untuk mereka. Bahkan mereka tidak segan segan menghabisi orang yang menghalangi mereka dari tujuan mereka.
.
.
.
Jangan lupa Like dan Vote ya..........
See you......