Lady Celestian

Lady Celestian
Episode 16 Enna



Hari ini Enna sedang sibuk mengerjakan berkas berkas kelas sehingga dia tidak sadar ada seseorang yang memperhatikannya.


Setelah lama mengerjakan, akhirnya semua beres dan Enna pergi ke kamarnya. Tiba tiba ada suara ketukan pintu, Enna pun membukanya.


"Enna, apa kamu sibuk?" tanya laki laki itu.


"tidak, ada apa Rudhi??" tanya Enna pada teman sekelasnya itu.


"bisakah kamu ikut aku sebentar?" tanya Rudhi memohon.


"oke" jawab Enna.


Mereka pun pergi ke taman akademi dan duduk disalah satu bangku.


"Sebenarnya aku sudah menyukaimu sejak kamu masuk ke kelas ini" ucap Rudhi memberi tahu perasaannya.


Enna yang mendengar ucapan Rudhi menjawab, "Rudhi... aku.." ucap Enna lirih yang belum selesai langsung dipotong oleh Rudhi.


"aku sayang kamu" ucap Rudhi sekali lagi menyatakan perasaannya.


"maaf aku nggak bisa" ucap Enna memberi jawaban.


Mendengar jawaban Enna, Rudhi hanya terdiam dengan pandanfan kosong. Enna pun segera meninggalkan Rudhi di taman dan pergi ke taman.


Dikamar Enna masih belum menceritakan semuanya pada Celestian dan Delli.


Keesokannya, dikelas Enna sedang merapikan bukunya karena saat itu sedang istirahat. Saat istirahat, kelas dalam keadaan kosong hanya ada Enna dan Viro. Enna kaget tiba tiba Viro ada didepannya menghentikan langkahnya.


"Ada apa Vi??"


"Enna aku suka kamu, apa kamu mau jadi pacarku" ucap Viro menyatakan perasaannya.


Enna terdiam dan memberikan jawabannya.


"iya aku mau" ucap Enna.


Sebenarnya Enna juga mulai suka pada Viro saat melihat Viro serius dalam mengerjakan suatu hal.


Viro itu adalah ketua kelas ya temen temen๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


"sejak kapan kamu menyukaiku" tanya Enna.


"sejak aku melihatmu yang sedang tersenyum saat bersama teman-temanmu itu, melihat senyuman mu aku suka itu" ucap Viro memberi tahu Enna.


Mereka sangat dekat dan berbincang dalam waktu lama, mereka tidak tahu ada yang sedang mengawasi mereka berdua, tentunya dia adalah Rudhi yang ditolak oleh Enna kemarin sore.


...****************...


Rudhi tidak sengaja meninggalkan buku yang dipinjam di perpustakaan di dalam kelas.


Saat dia hampir masuk ke dalam kelas, tidak sengaja dia melihat pemandangan yang tidak ingin dia lihat.


"ternyata kamu menolakku karena dia" gumam Rudhi. Hatinya sakit karena ditolak oleh Enna kemarin dan sekarang dia melihat Enna sedang bersama Viro.


Rudhi oun swgera meninggalkan kelas lagi setelah melihat oemandangan itu.


...****************...


Jam pelajaran sudah habis dan Ridhi sedang menghampiri Enna.


"Enna kamu menolakku?" ucap Rudhi.


"aku hanya menganggapmu teman sekelas ku itu saja" ucap Enna menegaskan pada Rudhi.


"tapi-" belum selesai Rudhi bicara, Enna sudah pergi.


"aku ingin cerita pada kalian" ucap Enna pada Celestian dan Delli.


"ada apa??" tanya Delli dengan penasaran


"sebenarnya saat ini aku pacaran dengan Viro" ucap Enna memberitahu dua sahabatnya itu.


"a..apa" ucap Celestian dan Delli bersamaan dengan kaget.


"bagaimana ceritanya?" ucap Delli dengan penasaran. Karena Delli sangat suka dengan hal hal romantis.


Enna mulai bercerita pada mereka dari tidak ada anak dikelas lalu Viro yang menyatakan perasaanya sampai dia yang menerima Viro.


Mendengar cerita Enna, mereka sangat antusias.


"tapi sebelumnya Rudhi bilang dia suka padaku dan ku tolak karena aku hanya menganggapnya teman" ucap Enna sekali lagi memberitahu.


Celestian dan Delli yang mendengar kaget karena sahabat mereka itu sedang diperebutkan oleh dua laki laki apalagi mereka sekelas.


"wah gila.. kamu Enna, kamu lumayan dekat dengan Rudhi tapi kamu pacaran dengan Viro" ucap Celestian. Dia tidak sengaja berbicara dengan gaya bicara dan kata kata nya dulu saat kecil. Rasanya Celestian sudah tidak bisa menahan lagi gaya bicara yang dia pendam saat kecil karena dilarang oleh ibunya.


Mendengar kata kata Celestian, Enna dan Delli tahu bahwa menahan hal yang sudah biasa sejak kecil itu sangat berat, seperti Celestian yang baru saja menggunakan gaya bicara bukan seorang bangsawan. Tapi mereka malah tertawa.


Mendengar perkataaannya sendiri, Celestian langsung menutup mulutnya.


"ehh tapi benar yang dikatakan Celes lho" ucap Delli ikut bicara.


"aku hanya menganggap dia teman" ucap Enna memberi tahu sekali lagi.


Tiba tiba terdengar suara ketukan pintu, Enna segera pergi untuk membuka pintu dan apa yang dilihatnya membuatnya kaget.


"siapa Enna" tanya Delli sambil mengahampiri Enna bersama dengan Celestian yang mengikuti Delli.


"ternyata kamu Viro, kamu tahu kalau sampai sahabat kami ini kamu sakiti awas saja" ucap Celestian.


"tenang saja, aku hanya mau pinjam dia sebentar" ucap Viro.


"baiklah tapi cuma sebentar" ucap Celes.


Viro pun mengajak Enna keluar kamr sebentar sedangkan Celestian dan Delli yang penasaran pun menngintip. Mereka sedikit membuka pintu dan mengintip.


"sayang, aku kamu lagi apa tadi?" tanya Viro.


"tadi aku sedang memberitahu sahabat sahabatku bahwa aku sudah jadi pacar kamu" ucap Enna.


"yaudah aku pergi dulu, jagan lupa makan ya sayang" ucap Viro dengan mengecup punggung tangan Enna. Enna yang mendengar panggilan sayang, pipinya langsung merona karena malu apalagi saat tahu kedua sahabatnya sedang mengintipnya.


"jangan panggil sayang, aku malu" ucap Enna dengan pipinya yang merona.


Tidak menghiraukan kata kata Enna, Viro segera pergi. Enna juga kembali masuk ke dalam kamar.


Enna langsung disambut oleh dua sahabatnya itu.


"sayang jangan lupa makan ya" ucap Celestian seolah menirukan suara Viro yang berkata manis.


"iya sayang kamu juga" ucap Delli yang ikut dalam drama itu menirukan suara Enna yang tersipu malu.


"kalian jangan meledekku" ucap Enna dengan kesal.


"iya iya sayang, kamu jangan marah sayang" ucap Celestian yang masih menirukan suara Viro mencoba menggoda Enna.


Karena kelelahan dengan drama yang dilakukan Celestian dan Dell mereka merasa mengantuk dan beristirahat, Delli pun pergi kekamarnya.