
Hari ini kelas A sedang ada pelajaran ilmiah. Mereka membahas tentang obat untuk pertolongan pertama. Lalu saat ditengah tengag pembelajaran terdengar suara ketukan pintu. Tok, tok, tok.
"iya silakan masuk" ucap pak Tera.
"permisi, saya ada pengumuman untuk kalian semua" ucap pak Blend.
"nanti bagi yang ikut ekskul pedang harap berkumpul di tempat latihan berpedang jam 3 sore" ucap Pak Blend memberi pengumuman.
Karena sudah tidak ada lagi yang harus disampaikan, pak Blend keluar kelas.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan jam 14.00 dan waktunya pulang. Celestian kekamar terlebih dahulu dan ganti baju lalu pergi ke tempat latihan. Diperjalanan, Celestiam tidak sengaja bertemu Rey dan seorang laki laki disebelahnya.
"kamu mau kemana Celes?" tanya Rey.
"aku mau ke tempat latihan" jawab Celestian.
"kebetulan kami juga akan kesana apa mau sekalian bareng" ucap Rey dengan lembut dan hangat.
Sedangkan laki laki disebelahnya sedang menajan tawa karena sikap temannya itu.
"boleh" ucap Celestian.
Mereka pun pergi ke tempat latihan.
"kamu kenapa ke tempat latihan?" tanya Rey.
"nanti kamu juga tahu" ucap Celestian.
Tidak terasa mereka sudah sampai di tempat latihan. Celestian mengedarkan pandangannya, dia mengetahui bahwa disitu tidak ada perempuan semuanya laki laki.
Dia pun hanya menghela nafas.
Lalu terdengar suara menyuruh berkumpul, jadi mereka semua berkumpul.
"hari ini kita kedatangan murid yang akan ikut latihan berpedang, mereka adalah kelas 1-A yang akan bergabung dengan kalian" ucap pak Blend memperkenalkan murid 1-A. Disana terlihat Celestian sedang mendengarkan pak Blend. Melihat hal itu, Rey menghela nafas.
"kenapa kamu menghela nafas?" tanya laki laki disampingnya.
"kamu tahu Zaco... dia tidak berubah, dia tetap semaunya sendiri" ucap Rey.
"siapa?" tanya Zaco.
"Celes..memangnya siapa lagi" ucap Rey.
Semua yang melihat ada seorang perempuan yang ikut latihan berpedang meremehkan Celestian. Mendengar ucapan para murid di tempat latihan, membuat Celestian marah dan menghampiri mereka.
"kalian jangan meremehkanku" ucap Celestian dengan marah.
"memangnya perempuan bisa apa, perempuan itu harusnya dikamar minum teh dan belajar" ucap daalah satu mengejek Celestian.
Tidak terima diejek, Celestian sudah mau menghunuskan pedangnya pada mereka tapi, ditahan oleh Rey.
"kalian tidak boleh meremehkan Celes" ucap Rey dengan dingin.
"memangnya perempuan bisa main pedang" ucap mereka dengan sedikit tertawa.
"bagaimana kalau kita taruhan, jika kalian berhasil menang melawan Celestian, aku dan Zaco akan bersedia menjadi pembantu kalian selama 1 hari kalau kami yang menang, kalian akan menjadi pembantu sekaligus boneka latihan Celes, bagaimana..?" ucap Rey menawarkan. Mereka pun sedang berpikir.
"heii kenapa bawa bawa aku juga" ucap Zaco dengan kesal.
"tenang saja" ucap Rey dwmgan wajah penuh keyakinan.
"baiklah kami terima" ucap sallah satu dari mereka.
Pertarungan pun dimulai, Celestian sedang berhadapan dengan salah satu dari mereka yang dipilih.
Dengan sekali dua kali gerakan Celestian menang telak, musuh tidka bisa menyentuh sehelai rambut atau baju yang dipakai Celestian.
"dia menakutkan juga ya" ucap Zaco.
Mereka kalah dan akhirnya menjadi pembantu dan boneka Celestian.
Sedangkan Celestian merasa lega karena berhasil melampiaskan semuanya.
Melihat pergerakan Celestian, pak Blend yang mengamati, tertarik dengan setiap gerakan Celestian. Pak Blend pun menghampiri Celestian.
"pengumuman semuanya, hari ini Celestian diangkat sebagai sekretaris berpedang ya" ucap pak Blend.
Ap...Apa......!!!!!!!! teriak semua murid yang berada di tempat latihan.
"kenapa saya?" tanya Celestian dengan lesu.
"karena kamu lebih hebat dari semuanya" ucap pak Blend.
"siapa ketua dan wakil ketuanya?" tanya Celestian.
"ketuanya Rey, wakilnya Zaco dan bendaharanya Devin"jawab pak Blend.
Celestian pun menghela nafas karena lagi lagi harus dia.
Latihan akhirnya selesai dan semua kembali ke kamar masing masing.
Celestian lelah selama latihan, dia bergegas pulang dan meminta banyak kue buatan Enna, dia sangat rindu dengan kue buatan Enna.
Sesampainya dikamar, Celestian langsung memeluk Enna dan bergumam.
"Enna, aku lapar berikan kue padaku" gumam Celestian yang kelelahan, gumamannya pun didengar oleh Celestian.
Enna segera membawakan kue dan duduk disebelah Celestian, mengamati sahabatnya yang lahap sekali makannya.
"kenapa kamu selelah ini" tanya Enna dengan penasaran. Celestian menelan dulu kue yang ada dimulutnya.
"aku kebanyakan tugas" jawab Celestian sambil memasukkan kembali kue ke dalam mulutnya.
"kenapa bisa banyak?" tanya Enna.
"aku jadi ketua kelas lalu jadi ketua ekskul memasak daan sekarang jadi sekretaris ekskul berpedang" ucap Celestian menjelaskan dengan mulut yang penuh.
Enna seketika kaget dengan penjelasan Celestian. akan jadi seperti apa ketiga tempat itu saat ada kegiatan, ini akan sangat gawat tapi aku tidka sabar melihat pertunjukkan itu. Batin Enna.
......................
Tidak terasa sudah 1 bulan setelah semua yang terjadi.
Sebagian perempuan yang ada di akademi sangat mengagumi Celestian, setiap Celestian berlatih banyak yang melihat tidak terkecuali dua sahabatnya. Tapi bagi para laki laki ditempat latihan, Celestian seperti monster. Tenaganya banyak, makannya banyak, dan juga kuat. Sungguh monster sekali Celestiam. Banyak laki laki yang tadinya meremehkan Celestian menjadi takut akan keganasan Celestian.
"coba lihatlah penggemarmu Celes" ucap Zaco. Zaco pun sangat dekat juga dengan Celestian.
"jangan seperti itu" ucap Celestian dengan ketus, karena dia kalah lagi dari Rey.
Seperti yang semua tahu, laki laki yang bisa mendekati Celestian hanyalah Rey, Zaco, dan Devin. Mereka sudah seperti sahabat. Mereka pun tahu sifat asli Celestian yang sangat tomboy. Tapi saat berbicara dengan seorang perempuan maka dia akan berubah menjadi lembut.
Setiap hari saat Celestian berangkat, dia sering sekali dikerumuni para murid perempuan dan bahkan ada yang mengagumi Celestian.
"Celestian sangat berani sekali, kyaaa....."
Celestian sangat tidak terbiasa dengan dirinya yang populer. Mendengar hal hal seperti itu, Celestian hanya bisa menghela nafas dan masuk ke dalam kelas.
Hari hari berikutnya pun juga seperti itu.
"apakah mereka tidak bosan seperti itu terus" ucap Celestian pada ketiga laki laki didepannya.
"mereka tidak akan bosan" ucap Devin.
"benar" ucap Rey sambil menganggukkan kepalanya.
"iya, kamu kan seperti pahlawan dihati mereka" ucap Zaco pada Celestian sambil memutar bola mata malas. Sejak Celestian ada, popularitas para laki laki dikalahkan oleh popularitas Celestian