
Beberapa hari lagi waktunya kembali ke akademi, mereka menghabiskan waktu bersama keluarga masing masing.
Hari ini Celestian dan Enna akan keluar bersama Duke dan Duchess. Mereka berniat akan pergi ke villa keluarga Faben yang ada di daerah Sarl dna berencana berlibur disana selama 3 hari.
"Enna ayo cepat, aku sudah tidak sabar" ucap Celestian yang sudah tidak sabar untuk berangkat.
"iya iya Celes" jawab Enna.
Mereka berangkat menaiki kereta kuda yang bisa diisi 5 orang, sedangkan barang barang tentu sudah dalam kereta barang yang sudah lebih dulu berangkat. Untuk sampai ke villa dibutuhkan 5 jam perjalanan, mereka saat ini berenagkat pukul 7 pagi.
"oh ya tentang masalah kemarin, ada yang mau ayah bicarakan" ucap Duke dengan menatap Celestian dan Enna.
"memangnya ala paman?" tanya Enna yang penasaran.
"kalian harus segera menyelesaikan urusan kalian dengan Viro karena dia berbahaya" ucap Duke.
"mereka adalah keluarga yang setia pada keluarga Yersal, sedangkan keluarga kita dan keluarga Yersal bermusuhan"
"kenapa kita dan mereka bermusuhan?" tanya Celestian.
"kakekmu adalah seorang penyihir yang dipercayai oleh pihak kerajaan dan hal itu membuat kepala keluarga yang saat ini memimpin merasa iri karena Raja terdahulu memberikan kasih sayangnya pada kakekmu"
"hal itu membuat mereka haus akan kekuasaan dan menjadi licik, sedangkan kakekmu dan seluruh keluarga Faben tidak menghiraukan apa yang diperbuat mereka dan hal itu membuat Yersal merasa dihina padahal kami diam karena memang merasa biasa biasa saja"
"sekali lagi ayah mohon kalian harus segera menyelesaikan semuanya" ucap Duke sambil memegang tangan kedua putrinya itu.
"iya ayah" ucap Celestian.
"oh ya sekarang kabar kakek bagaimana ya" ucap Celestian menanyakan kakeknya.
"kakek kabarnya baik, kalian tahu sendiri kan sifat kakek yang tertutup bahkan saat ayah kalian berusia 21 tahun, kakek langsung menyerahkan posisi pemimpin keluarga dan pergi" jawab Duchess.
Mereka yang dikereta kuda akhirnya membicarakan kakek mereka yang tidak suka dengan kedudukan dan sikapnya yang dingin. Sekarang kakek Celestian sedang ada didesa Ferlon yang berada diwilayah Quar dimana letaknya cukup jauh dari ibu kota yang ditinggali keluarga Faben.
Tidak terasa mereka akhirnya sudah sampai di Villa. Mereka segera turun dan masuk kedalam Villa yang ukurannya lumayan besar itu.
"Kalian tidur di kamar utama kedua dilantai dua letaknya disebelah perpustakaan kecil itu" ucap Duchess memberi arahan pada mereka berdua.
Mendengar arahan dari Duchess, mereka segera pergi kekamar.
Dikamar mereka langsung merapikan baju dan dress kedalam lemari. Selesai merapikan, mereka pergi jalan jalan berdua ditaman yang dekat dengan Villa.
.
.
Mereka jalan jalan menikmati pemandangan sampai lupa waktu. Hari sudah tampak mulai gelap, terlihat kunang kunang berterbangan.
Saat kembali mereka sudah disambut oleh Duke yang sudah ada dimeja makan.
Mereka duduk dimeja makan sambil menunggu makanan siap.
"dimana ibu?" tanya Celestian karena dia tidak melihat ibunya.
"ibumu sedang masak didapur" jawab Duke yang sedang meneguk teh.
"memangnya disini tidak ada pelayan? dari tadi hanya kita yang ada disini" tanya Celestian dengan raut wajah penasaran.
"tidak ada, karena Villa ini memang tidak ibu dan ayah pekerjakan pelayan tapi ada pengurus Villa yang sudah kami tugaskan untuk mengurus Villa" ucap Duke menjelaskan pada putrinya yang penasaran itu.
"makanan sudah siap, kalian berdua bantu aku membawa semua ini ke meja makan" ucap Duchess member perintah pada Celestian dan Enna.
"oke bibi" jawab Enna yang kemudian berdiri disusul oleh Celestian.
Makanan sudah dibawa ke meja makan, semua bersiap untuk makan.
"kalau kita seperti ini, kita sudah terlihat seperti keluarga kecil yang biasa biasa saja" ucap Duchess saat makan malam.
"iya juga" ucap Duke.
"wahh bibi, masakan bibi enak sekali kapan kapan ajari aku ya" ucap Enna setelah menelan makanan.
"iya nanti bibi ajari" ucap Duchess dengan lembut.
"ibu kalian ini memang jago memasak, kalian harus belajar dari ibu kalian ini" ucap Duke disela sela makan.
"tentu, ibu siap dulu" ucap Celestian membanggakan diri.
Mereka makan sambil bersenda gurau dan bercerita.
Selesai makan, Celestian dan Enna keluar sebentar untuk menghirup udara segar sambil melihat bulan dan bintang. Saat itu mereka tidak sengaja melihat dua orang yang tampaknya mereka kenal.
"ehh itu kan Viro dan Vindy" ucap Celestian.
.
.
.
.
happy reading...
jangan lupa like dan vote ya temen temen