
Dalam kegelapan, tidak ada seorang pun. Seorang gadis tengah sadarkan diri. Gadis itu bingung dengan sekitarnya yang gelap bahkan tidak bisa melihat dengan jelas.
Lalu datang seorang perempuanĀ dengan jubah berwarna hitam, rambut panjangnya berwarna putih dengan mata merah.
"Siapa kamu?" Tanya gadis itu.
"Aku adalah yang ada dalam dirimu" jawab perempuan itu.
"Maksutmu?" Tanya gadis itu dengan kebingungan.
Lalu perempuan tersebut menyalakan api, api tersebut menerangi mereka. Sekarang gadis itu bisa melihat dengan jelas.
Ya, gadis itu adalah Celestian.
"Aku ada didalam dirimu, dan kamu tidak boleh mati. Itulah hukumnya" ucap perempuan itu.
"Ja..jangan bilang kamu..."
"Ya aku adalah kutukan yang ada dalam dirimu atau lebih bisa dibilang kamu wadahku yang selanjutnya" ucap perempuan tersebut.
"Apa maksutmu dengan hukum?" Tanya Celestian pada perempuan tersebut.
"Jika kamu mati maka aku juga akan ikut mati. Tapi kamu istimewa, tubuhmu dan kekuatanmu cocok denganku. Jadi kamu tidak akan mati meskipun kamu hendak dibunuh" jelas perempuan tersebut.
"A..aku abadi??"
"Iya, karena aku ada dalam dirimu"
"Aku adalah pemilik sihir hitam terkuat sekaligus raja iblis yang langsung berada dibawah satu tingkat dengan dewa maupun dewi" ucap perempuan tersebut.
"Mungkin sebentar lagi tubuhmu juga akan jadi milikku, karena kamu sudah tidak mampu lagi, tapi tenanglah kamu akan tetap hidup dalam tubuhmu ini dan bisa dibilang kita berbagi tubuh" jelas sekali lagi perempuan itu.
Perempuan itu memang mengatakan hal yang terdengar kejam, tapi Celestian dapat melihat kesedihan dalam wajah itu. Celestian tahu mungkin perempuan cantik didepannya juga mengalami penderitaan.
"Karena kita akan berbagi tubuh, kita harus saling tahu satu sama lain. Aku Celestian panggil saja Celes" ucap Celes sambil mengulurkan tangannya.
"Ke- kenapa sikap mu malah seperti ini?" Ucap perempuan itu dengan keheranan.
"Bukankah sudah kubilang untuk tahu satu sama lain karena kita satu tubuh, dan ini pertama kalinya aku punya teman roh" ucap Celestian pada perempuan itu.
"Baiklah, aku Feya Landerk" ucap Raja iblis Feya.
"Kalau begitu kupanggil Feya, boleh?" Ucap Celestian dengan senyuman, hal itu tentu diangguki oleh Raja iblis Feya.
"Kenapa kamu begitu tenang?" Tanya Raja iblis Feya.
"Aku?" Ulang Celes yang diangguki oleh Raja iblis Feya.
"Sebenarnya aku takut tapi sekarang sudah tidak karena aku punya teman" jawab Celestian.
Tapi Feya tidak mau menjawab dan hanya diam.
"Kalau tidak mau cerita ya sudah" ucap Celestian seolah olah merajuk. Hal itu membuat Feya semakin tidak enak, karena Celestian adalah teman pertamanya dan mungkin akan menjadi terakhir.
"Tapi ceritanya cukup panjang" ucap Raja iblis Feya.
"Tidak apa apa, lagi pula waktuku cukup banyak disini kan"
"Kejadiannya 950 tahun yang lalu" ucap Raja iblis Feya.
"Jadi umurmu sekarang 950 tahun?"
"Iya tapi sebentar lagi 951 tahun" jawab Raja iblis Feya.
Raja iblis Feya pun mulai menceritakan hal yang terjadi pada 950 tahun yang lalu.
950 tahun yang lalu.......
Dihari yang cerah ini, terlihat seorang gadis kecil bersama dengan ibunya. Mereka sedang asyik mencari tanaman obat untuk dijual dan mendapatkan uang.
Gadis kecil itu adalah Feya, saat itu ia masih anak anak dan belum menjadi raja iblis terkuat.
"Ibu, aku dapat banyak tanaman obat" ucap Feya kecil dengan ceria.
"Wahhh...putri ibu pintar sekali" ucap ibu Feya sambil mengusap kepala Feya kecil
"Iya, kan Feya anak baik" ucap Feya kecil.
"Iya, putri ibu itu baik"
Awalnya mereka hidup sederhana dan bahagia sampai seseorang datang dengan membawa banyak orang.
Mereka datang kerumah Feya kecil.
Salah seorang dari mereka mengetuk pintu. Setelah membuka pintu raut wajah ibu Feya ketakutan dan langsung menutup pintunya kembali.
Orang yang datang adalah kepala rumah tangga dari ayahnya Feya dan sepertinya mereka ingin memisahkan mereka.
"Feya, Cepat kabur nak, pergi yang jauh!" Ucap ibunya dengan pelan agar tidak terdengar.
.
.
.
jangan lupa like dan komen ya