
Hari ini adalah hari ulang tahun akademi. Dan lama kelamaan kehebohan tentang Celestian semakin mereda tapi semua tetap mengagumi sosok Celestian.
"Berhubungan ulang tahun akademi maka akan diadakan pesta dansa di akademi, para murid boleh mengundang keluarga" ucap bu Patrias memberi pengumuman.
"dan masing masing dari kalian harus mempunyai pasangan karena dansa yang paling menarik akan diberi hadiah karena ini juga dijadikan sebagai perlombaan dansa"
"bu pasangan boleh dari kelas lain?" tanya Yury.
"tidak, pasangan harus yang ada di kelas masing masing" jawab bu Patrias.
"baik bu" ucap semua murid kelas 1-A
Usai memberi pengumuman, bu Patrias meninggalkan kelas. Dan murid dipersilakan mendiskusikan tentang pasangan pesta dansa.
Pasangan pesta dansa sudah ditentukan, jadi semua kembali kekamar untuk menyiapkan kostum dan aksesoris untuk dipakai nanti malam.
Didalam kamar, Celestian sedang mencari gaun yang warnanya biru sedangkan Enna mencari gaun berwarna merah muda.
"untuk pesta dansa, siapa pasanganmu?" tanya Celestian.
"pasangan ku Viro, kamu?"
"aku berpasangan dengan Rio" ucap Celestian sambil mencari gaun.
Mereka sudah menjumpai gaun yang akan mereka pakai tapi gara gara mencari gaun, kamar jadi sangat berantakan.
Karena lelah mencari gaun daan aksesoris, Celestian merebahkan diri ditempat tidur diikuti Enna yang juga merebahkan diri.
"kita sudah lama tidak menghabiskan waktu bersama" ucap Celestian. Dia merindukan hal hal menyenangkan bersama sahabat sahabatnya.
"iya. Karena kita disibukkan oleh kegitan masing masing" ucap Enna dengan mata terpejam.
"bagaimana kalau libur minggu depan kita ke danau" ucap Celestian memberitahu idenya dan langsung terjingkat bangun.
"boleh. Minggu depan kita libur karena musim panen kan" jawab Enna dengan mata yang sudah terbuka.
Pembicaraan mereka berlangsung lama sampai mereka lupa waktu. Dan tidak terasa sudah hampir jam 6 sore.
"sudah jam 6! kita harus siap siap" ucap Celestian dengan panik dan segera menuju ke kamar mandi.
Acara pesta dansa akan dimulai jam 7 malam sampai jam 10 malam.
Celestian sudah keluar dari kamar mandi dan bergantian dengan Enna.
Sekarang mereka sudah siap dan saatnya menuju ke pesta dansa.
"kamu cantik sekali Celes" ucap Enna. Melihat Celestian memakai baju biru muda berkilauan dengan pota sebagai hiasan rambut dan sepatu kaca.
"kamu juga cantik, pasti Viro akan terkejut" ucap Celestian menggoda sahabatnya itu.
Mereka pun berangkat ke aula. Tapi ditengah jalan terdengar suara dari kalung yang dipakai Celestian.
Celestian aku akan memberikanmu sesuatu, tunjukkan kedua telapak tanganmu, kalung itu berbicara.
"ini kamu Mirald?" tanya Celestian dengan heran.
iya, cepatlah atau kamu akan terlambat ucap Mirald yang didalam kalung sekali lagi.
Celestian pun segera menunjukkan kedua telapak tangannya.
Tampak jelas sebuah 1 set perhiasan dengan berlian yang cantik di tangan Celestian.
itu hadiahku untukmu, jangan ditolak ya, ucap Mirald didalam kalung.
"iya terima kasih" ucap Celestian.
"sangat cantik sekali, akan lebih cantik jika kamu memakainya" ucap Enna memuji Celestian.
Ini gaun yang dipakai Celestian
ini perhiasan hadiah dari Mirald
ini juga hadiah dari Mirald ya
ini gaun yang dipakai Enna
Yang diatas visualisasi gaun dan aksesoris yang dipakai ya temen temen.
.
.
Celestian langsumg memakai hadiah yang diberikan oleh Celestian dibantu oleh Enna.
Setibanya di aula, Celestian menjadi pusat perhatian semua orang. Celestian tampil sangat cantik dan elegan seperti peri dalam buku dongeng.
Rey yang melihat penampilan Celestian sangat terkejut, dia diam mematung menyaksikan penampilan Celestian.
Tidak hanya Rey, Devin juga begitu. Dia semakin ingin mendapatkan Celestian. Sedangkan Zaco, matanya tidak henti hentinya memandang Enna. Saat itu Enna pun tampil tidak kalah cantik.
Melihat temannya menatap Enna, Rey menyikut Zaco.
"jangan macam macam, Enna sudah punya pacar ya" ucap Rey memperingatkan Zaco, Rey seolah tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Zaco.
Zaco adalah teman Rey, sifatnya hampir seperti berandalan dan sangat nakal, dia suka berulah berkebalikan dengan sifat Enna yang tenang.
Merasa menjadi pusat perhatian, Celestian dan Enna menghampiri Delli yang sedang mengambil minum.
Ini gaun yang dipakai Delli ya...
.
.
.
.
Mereka bertiga berbincang-bincang didepan meja minuman.
"Celes, kamu sangat cantik" ucap Delli, Delli pun saat itu merasa terpesona dengan Celestian, dia mengagumi seorang Celestian.
"kamu juga cantik Delli" ucap Celestian memuji kecantikan Delli yang terasa natural dan sejuk.
"terima kasih"
"ehh tapi hari ini kamu yang jadi pusat perhatian lihatlah sekelilingmu, mereka melihatmu seperti melihat peri" goda Delli pada Celestian.
Delli tidak merasa ada sepasang mata yang dari tadi sedang memerhatikannya.
Tiba tiba semua diam karena suara bu Yonasia yang sedang memberi arahan untuk pesta dansa malam ini.
"untuk penilaian akan dinilai dari popularitas dansa yang akan dinilai dengan cara suara terbanyak dari penonton dan peserta serta poin dari juri selain itu, penampilan juga akan dinilai" ucap bu Yonasia memberi arahan.
Celestian menjadi pasangan Rio dalam dansa ini.
Saat berdansa, Rio tetap melakukannya dengan benar tapi perhatiannya ke arah lain.
Celestian menyadari itu, dan mengikuti ke arah mana Rio.
"apa kamu suka dengan Delli?" tanya Celestian pada Rio.
Deg....
mendengar pertanyaan Celestian seketika Rio langsung mengalihkan pandangannya, terlihat wajahnya sedang menyusun ekspresi.
Hal itu semakin membuat Celestian gemas dan ingin semakin menggoda Rio.
"bagaimana kalau aku kenalkan"
"ti..tidak usah" ucap Rio dengan gugup.
"nanti Delli diambil yang lain lho" Celestian semakin semangat menggoda Rio. Tapi Rio tetap diam dan sedikit menunduk agar ekspresinya tidak diketahui Celestian.
"akan ku kenalkan asal kalau kalian sudah dekat dan kamu menyakitinya maka kamu akan menjadi urusanku" ucap Celestian dengan tegas.
Mendengar ucapan Celestian, Rio merasa ini kesempatan yang bagus.
Celestian tahu bahwa Rio menerima apa yang ditawarkannya.
Meskipun mereka berbicara tapi mereka masih dalam keadaan berdansa ya...😊😊
Sedangkan Rey, dia berpasangan dengan Shinta. Shinta sebenarnya suka dengan Rey tapi Shinta tahu Rey suka dengan Celestian. Itulah yang membuatnya benci dengan Celestian.
Pandangan Rey tetap pada Shinta tapi yang Rey perhatikan adalah Celestian. Rey cemburu karena Celestian berdansa dengan laki laki lain, dia merasa bisa saja Celestian jatuh cinta dengan Rio karena mereka terlihat berbicara dan tersenyum.
***
Saat ini Devin berpasangan dengan Vindy. Jika bertanya apa Vindy suka dengan Devin maka jawabannya tidak. Vindy sudah punya pacar tapi mereka merahasiakan hubungan mereka.
***
Delli sedang berpasangan dengan Rega. Rega duduk di belakang Delli, tapi sudah ditolak oleh Delli dan saat ini mereka adalah seorang teman saja.
***
Sedangkan Enna sedang berpasangan dengan Viro. Mereka terlihat bahagia dan mesra sekali. Mereka saling mencintai satu sama lain.
Kembali ke Celestian...
Saat ini Celestian dan Rio sedang membicarakan tentang Delli karena Rio penasaran semua hal tentang Delli. Celestian nercerita dengan tersenyum senang, dia tidak sadar ada dua pasang mata yang merasa cemburu.
Bel berakhirnya dansa sudah berbunyi dan diumumkan siapa pemenangnya.
Bu Wera mulai mengumumkan hasil juara pertama diatas panggung.
"juara pertama adalah Rey dan Shinta"
Rey dan Shinta naik ke atas panggung. Shinta merasa senang sedangkan saat diatas panggung Rey hanya tersenyum dingin. Dia tidka merasa ada sepasang mata yang memperhatikannya.
Bu Yonasia naik keatas panggung dan mengumumkan juara kedua.
"juara kedua diraih oleh Rio dan Celestian"
Mereka naik keatas panggung dan tersenyum hangat pada semuanya.
Pak Harfins mengumumkan juara ketiga. "juara ketiga dansa didapat oleh Enna dan Viro"
Mereka naik keatas panggung sambil bergandengan tangan.
Mereka yang satu kelas deengan Enna dan Viro tahu bahwa mereka adalah sepasang kekasih.
Setelah pemberian piala dan hadiah selesai, semuanya melanjutkan pesta.
Celestian menghampiri Delli yang sedang duduk.
"Delli kenalkan dia Rio, dia sahabat ku juga" ucap Celestian yang sok sebagai mak comblang.
"Delli" ucap Delli memperkenalkan Rey dengan mengulurkan tangan.
"Rio" Rio pun menyambut uluran tangan Delli.
"aku tinggal dulu ya, kalian akrablah" ucap Celestian meninggalkan mereka berdua.
Sejak Celestian pergi hanya ada keheningan diantara mereka.
"kamu sangat cantik" puji Rio memecah keheningan diantara mereka.
"kamu juga tampan" ucap Delli memuji Rio.
"aku akan kekamar mandi dulu ya" ucap Rio yang dibalas anggukan oleh Delli.
Rio pergi kekamar mandi, jantungnya hampir copot karena detakan jantunya saat bersama Delli. Sedangkan Delli masih duduk karena lelah setelah berdansa.
Apa yang dilakukan Celestian???
Celestian saat ini sedang bersama dengan Rey, dia menatap tajam mata Rey. Rey yang sedari tadi mendapat tatapan tanjam Celestian merasa resah.
"ada apa dengan senyumanmu tadi?" tanya Celestian.
"senyum apa?" Rey berusaha mengelak karena Celestian akan mulai bertanya banyak hal.
"saat dipanggung" ucap Celestian dengan ketus.
"tadi.. aku hanya tidak suka dengan orang orang disitu karena mereka seenaknya menyebar gosip" ucap Rey dengan jujur.
"memangnya gosip apa?" tanya Celestian. Benarkan apa yang di katakan Rey, Celestian pasti bertanya banyak hal saat ada masalah sedikit saja.
"mereka membuat gosip tentang mu, kamu dianggap kekasih Rio" ucap Rey dengan cemberut
"hanya itu.."
"iya"
"tenanglah... Rio hanya sahabatku dia sebenarnya suka dengan Delli makanya aku menggodanya dengan berbicara mengenai Delli" ucap Celestian menjelaskan.
Rey merasa lega pertanyaan dihatinya sudah terjawab.
Waktu sudah menunjukkan jam 10 malam dan saatnya pesta nerakhir. Semua murid pergi kekamar masing masing untuk istirahat karena semuanya lelah setelah pesta dansa.
.
.
.
.
.
Maaf up lama soalnya ini aja aku nulis karena kehabisan inspirasi. Jadi kalau kalian ada ide tulis aja di komentar ya...
Jangan lupa like ya