
Semalam Ceelstian benar benar dimarahi oleh teman temannya sampai dia baru tidur jam 12 malam.
Hari ini dia merasa tubuhnya sudah baik baik saja dan dia ingin ikut dalam persiapan pembasmian.
"Enna, ijinkan aku kembali ikut kegiatan akademi ya" ucap Ceelstian dengan wajah yang memelas.
"tidak boleh kamu belum pulih sepenuhnya" kata Enna.
"ayolah, aku janji tidak akan memaksakan diri" ucap Celestian berusaha membujuk Enna yang tidak menijinkannya.
"baiklah tapi jangan memaksakan diri" kata Enna dia sudah tidak bisa membuat Ceelstian beristirahat lagi.
"terima kasih Enna cantik" ucap Celestian.
Dia segera mandi lalu memakai baju latihan, dia pun segera berangkat ke tempat latihan. Sudah lama rasanya tidak ketempat dimana biasanya dia menghabiskan waktunya.
Setibanya ditempat latihan Celestian segera menuju ke gudang untuk mengambil pedang. Sedangkan yang lain menatap Celestian karena saat baru masuk dia langsung mengambil pedang.
Zaco yang melihat Celestian mulai mengayunkan pedang pun menghampirinya,
"kau masih sakit tapi semppat sempatnya latihan, kalau perlu tidak usah ikut dalam pembasmian" ucap Zaco pada Ceelstian.
"tenangllah aku hanya pemansan lalu pergi karena masih banyak yang harus kuurus" ucap Celestian.
Selesai latihan sebentar, Celestian segera menuju keruangan ekskul memasak untuk mengecek kondisi disana.
Sesampai disana, dia segera masuk kedalam dan melihat teman teman ekskul lainnya sedang melakukan persiapan.
"kamu sudah sembuh?" tanya bu Yonasia pada Celestian.
"iya bu, saya baik baik saja" jawab Celestian.
"bagaimana keadaan saat ini?" tanya Celestian pada Fira.
"tenang saja aku sudah mengurus semuanya meskipun ada yang tidak bisa kuurus karena harus dilakukan oleh ketua" jawab Fira.
"baiklah apa yang harus kuurus?" tanya Celestian.
"tanda tangani dan kerjakan berkas yang ada disana karena bu Yonasia sudah menandatangani semua hanya tinggal kamu" jawab Fira.
"baiklah akan kuselesaikan hari ini juga"
"iya tapi jangan memaksakan dirimu"
"iya tenang saja"
"aku pergi dulu, sudah kuselesaikan semuanya" ucap Ceelstian pada semuanya. Dia memang harus menangani kelasnya.
Setiba dikelas, dia segera duduk dibangkunya.
"kamu sudah sembuh?" tanya salah seorang siswa.
"kalau aku belum sembuh aku tidak akan disini" jawab Celestian.
"bisa tolong panggilkan petugas kelas" ucap Celestian meminta tolong pada siswa disampingnya.
"iya"
Petugas kelas yang dipanggil pun segera menghampiri Celestian yang sedang duduk.
Saat melihat Celestian, semuanya selalu bertanya tentang kondisi Celestian sama seperti yang lain.
"bagaimana kondisi kelas saat aku tidak masuk?" tanya Celestian.
"tidak begitu baik karena pekerjaaan sedikit terhambat" jawab Yury.
"aku minta maaf, saat aku sakit kalian jadi susah" ucap Celestian.
"iya tidak apa apa yang penting sekarang kamu sudah sembuh.
Mereka pun berbincang bincang sampai saatnya kelas selesai.
Hari demi hari berganti, tak terasa hari ini pembasmian akan dimulai.
Celestian berada di garis terdepan karena mengingat kemampuan berpedangnya. Meskipun semuanya khawatir dengan kondisi Celestian tapi mereka tidak bisa memaksanya untuk tidak ikut pembasmian.
Dalam perjalanan ke tempat pembasmian terlihat di pinggir jalan banyak monster yang sudah mati karena ksatria dari istana.
Sampai ditempat pembasmian, mereka langsung bersiap siap dan mulai membasmi monster yang ada. Mulai dari monster yang berbahaya, besar, kecil, lemah mereka sama sekali tidak meremehkan monster yang mereka lawan. Sedang saat ini Celestian tengah menggila sampai membuat siswa dan ksatria tercengang.
.
.
.
Maaf sudah lama nggak up, mungkin mulai hari ini aku akan up lebih banyak ya.....