Lady Celestian

Lady Celestian
Episode 53 aku tidak apa apa



Selamat membaca


.


.


.


.


.


Saat hendak memejamkan matanya, terdengar suara cukup keras. Sepertinya berasal dari suatu ruangan. Celestian ingin memeriksanya tapi tubuhnya sangatlah lemas.


Tiba tiba terdengar suara dalam pikirannya.


kamu ingin menemuinya??, mau aku bantu??


Ia merasa sangat kenal dengan suara ini.


"Feya?" ucap Celestian dalam pikirannya.


iya, ini aku. perlu bantuan?


"memang bisa?" tanya Celestian pada Feya melalui pikirannya.


bisa, aku akan membantumu.


Sesaat kemudian, Celestian mencoba untuk berdiri dan berjalan. Ia terkejut, sekarang ia bisa menemui Delli.


waktumu 30 menit Celes.


"iya, akan ku lakukan dengan cepat" ucap Celestian.


Celestian pun segera pergi keruangan dimana sepertinya Delli ada didalamnya.


Karena tidak mau membuang buang waktu, Celestian sedikit berlari.


Sesampainya didepan ruangan, ia langsung masuk karena pintu tidak dikunci.


Terlihat seorang gadis tengah duduk ditengah tengah tempat tidur, matanya sembab dengan kantong hitam dna dengan penampilan yang acak acakan. Ia menghampiri temannya itu dan memeluk temannya yang terlihat kosong.


"Delli..."


Mendengar suara yang ia rindukan, Delli menengadahkan kepalanya. Ia melihat seseorang yang ia rindukan.


"Celes..."


"tenanglah aku tidak apa apa" ucap Celestian yang masih memeluk Delli.


"tapi..gara gara aku..hiks"


"Delli..coba lihat buktinya aku ada disini dan baik baik saja" ucap Celestian mengelus kepala Dellu dengan lembut.


"untuk apa minta maaf" ucap Celestian.


"dan syukurlah sudah kembali....." lanjut Delli dengan air mata yang lolos ke pipinya.


"sudahlah, aku akan tetap disini, apa kau lupa aku ini kuat" ucap Celestian berusaha menenangkan Delli.


Dirasa Delli sudah tenang, Celestian melepaskan pelukannya. Ia ingin melihat wajah temannya itu.


"lihatlah, wajahmu bahkan sampai jelek begini..hahaha" ucap Celestian sambil tertawa.


"jangan dilihat...in..ini..."


"nahh, sekarang kamu sudah lebih baik kan, bagaimana kalau membersihkan dirimu dan jadi Delli yang ceria lagi" ucap Celestian.


"aku merindukanmu...dan merindukan semuanya" ucap Celestian.


"aku juga merindukanmu"


Mereka pun kembali berpelukan.


Celestian sempat lupa kalau sudha hampir 30 menit ia disini.


"waktuku hampir habis, aku akan kembali kekamar, ya" ucap Celestian meminta izin kembali yang disetujui Delli.


Karena waktunya hampir habis, Celestian berlari menuju kamar tempat ia dirawat. Awalnya dokter dan penyihir menganjurkan untuk dirawat di rumah sakit atau menara sihir tapi semuanya memilih agar Celestian dirawat di istana saja.


Sesampainya dikamar, Celestian segera merebahkan dirinya. Beberapa detik setelah waktu habis, Celestian langsung batuk batuk dan memuntahkan darah.


Enna yang mendengar, segera menghampiri Celestian. ia terkejut karena Celestian batuk sampai memuntahkan darah.


"Celes kau baik baik saja?" tanya Enna pada Celestian, ia mengelap darah yang keluar dan membersihkan tangan Celestian yang terkena darah. Dengan sigap, Enna langsung membantu Celestian mengganti baju dan mengganti selimut karena selimut juga ikut terkena darah.


"Kamu sudah mendingan?" Tanya Enna yang dijawab anggukan oleh Celestian. Enna menuangkan air ke dalam gelas dan segera memberikannya pada Celestian.


"aku baik baik saja, jangan khawatir" ucap Celestian tidak lupa dengan senyuman diwajahnya.


"keadaanmu seperti itu, tapi kamu masih bisa tersenyum"


"sudah, istirahatlah" ucap Enna dengan lembut.


Keesokan harinya.....


Hari ini teman teman dan keluarganya datang menjenguk. Dan terlihat Enna tengah mempersiapkan kebutuhan Celestian. Mulai dari makanan, obat, vitamin, dan minum.


"shuttt..." Enna menyuruh mereka yang datang untuk tidak berisik karena Celestian tengah tidur.


Mereka mengerti dan akhirnya tidak begitu berisik.


Tidak lama tersengar pintu terbuka fan nampaklah seorang gadis yang sudah lama tak nampak.