Lady Celestian

Lady Celestian
Episode 9 putri yang berbeda



Celestian, Rey, dan Enna saat ini sedang asyik bermain.


"Rey, aku lapar" ucap Celestian.


"ayo ikut aku ke dapur"


"ayo" jawab Celestian dengan semangat.


Sesampainya di dapur, Celestian melihat banyak kue langsung menunjukkan mata yang berbinar binar.


"Enna cepat ambil semuanya" perinta Celestian pada Enna


"tapi bagaimana nona akan menghabiskannya??" tanya Enna.


"tenang saja pasti dalam sekejap akan hilang kue kue itu" ucap Celestian.


"baiklah" ucap Enna.


Setelah mendapat banyak kue, Celestian mengajak Rey lari sedangkan Enna sudah berlari dibelakang Celestian dan Rey.


"kenapa kita lari??" tanya Rey dengan penasaran.


"diamlah!! aku adalah perampok kue diam atau ku tikam" teriak Celestian yang artinya tidak mau menjelaskan pada Rey.


Melihat tingkah Celestian, Rey dan Enna tertawa.


Sesampainya dibawah pohon, Celestian langsung memanjat pohon dan duduk di salah satu dahan pohon.


"cepatlah naik sebelum monster kue datang" ucap Celestian.


"baiklah" jawab Rey.


"kenapa kami naik keatas pohon?" tanya Rey yang tidak dijawab oleh Celestian karena mulut Celestian penuh dengan kue.


"Celes sering sepert ini saat dirumah, karena Celes dilarang makan kue banyak banyak oleh Duchess" jawab Enna dengan jelas.


"jadi hanya alasn itu, lalu monsternya itu Duchess??" pertanyaan Rey hanya dijawab anggukan oleh Celestian.


Celestian sangat berbeda dengan putri bangsawan lainnya, yang lain bingung menurunkan berat badan, ikut pesta sedangkan Celes malah makan kue dan memanjat pohon, aku jadi ingin tahu semua yang dia lakukan. ucap Rey dalam hati.


"lalu kenapa kamu memanggil Celes dengan bahasa informal??" tanya Rey.


Mendengar pertanyaan Rey, mata Celestian langsung terbuka lebar, "memangnya kenapa, Enna sahabat ku jadi aku yang menyuruhnya" jawab Celestian dengan tatapan tajam.


"oke.. oke" ucap Rey sambil menghela nafas.


……………………………………………


Disisi Raja, Ratu, dan Duke


……………………………………………


"anakmu sangat berani ya, Vitsa" ucap Reta gemas dengan tingkah Celestian.


"iya, dia lebih liar dari Reta dan Sarla waktu dulu" lanjut Frezi.


"aku juga tidak tahu dia mirip siapa, aku sudah menyerah dengan seluruh perbuatannya" ucap Vitsa tak habis pikir dengan putrinya itu.


"Hanya Sarla yang bisa mengaturnya, coba lihat! saat ini dia diam diam makan kue saat Sarla tidak ada" Duke melanjutkan perkataannya seraya menghela nafas.


"dia benar benar berbeda dengan putri bangsawan lain, jadi tidak heran Rey sangat nyaman dengan Celestian" ucap Frezi pada Vitsa


"Apa kau bilang!!!" Vitsa berteriak kaget dengan ucapan sahabatnya itu.


"iya, iya, bolehkah dia jadi menantuku?!" ucap Reta menanggapi kekagetan Vitsa dengan mata yang berbinar.


"boleh kok sayang" ucap Frezi menjawab perkataan Reta.


"dia itu putriku, putriku yang imut itu tidak akan kuserahkan dia pada kalian!!" ucap Vitsa dengan nada merajuk dan tatapan tajam.


Mereka pun berkelahi kecil memperebutkan Celestian.


…………………………………………………………


kembali ke Celestian, Rey, dan Enna


…………………………………………………………


"kue ku sudah habis ayo turun!" ajak Celestian pada Rey dan Enna.


"kalau begitu kita akan kemana Celes?" tanya Enna dengan penasaran.


"aku juga tidak tahu" jawab Celestian dengan menaikkan bahunya.


"bagaimana kalau ke pacuan kuda" ucap Rey menawarkan hal menarik karena Celestian suka hal hal yang baru.


"tapi aku dan Enna tidak bisa menunggangi kuda" jawab Celestian pada Rey.


"tidak apa apa, aku dan ksatria disana akan megajari kalian" ucap Rey.


"iya" jawab Rey dengan lembut.


"Enna ayo berangkat sekarang, jangan lupa bawa kue lagi" ajak Celestian.


"iya Celes, aku akan mengambil kuenya dulu" jawab Enna.


Enna pun segera mengambil kue di dapur.


"apa kamu belum kenyang setelah makan kue sebanyak itu?" tanya Rey dengan heran.


"apa kamu tahu, setelah melakukan kegitan energi kita akan berkurang dan kita membutuhkan makanan agar energi terisi lagi, lagi pula bagiku kue tadi hanya kue pembuka saja" ucap Celestian menjelaskan pada Rey.


Melihat sikap Celestian, Rey hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Tidak lama kemudian datanglah Enna dengan membawa 1 kotak penuh dengan kue pesanan Celestian. Setelah Enna sampai mereka pergi ke pacuan kuda untuk belajar menunggang kuda.


Sesampainya di pacuan kuda, Celestian dan Enna memilih kuda mereka. Enna memilih kuda berwarna coklat kacang yang terlihat lincah sedangkan Celestian merasa tidak ada kuda yang cocok.


"aku merasa tidak ada kuda yang cocok untukku, apakah ada kuda lainnya??" tanya Celestian pada Rey.


"setahuku semua kuda yang belum ada pemiliknya sudah dikeluarkan dari kandang" jawab Rey pada Celestian dengan rasa tidak puas melihat wajah Celestian yang sedikit murung.


"pangeran!! nona!! harap keluar segera dari arena, ada kuda mengamuk!!" mendengar suara teriakan salah satu petugas yang bertugas, mereka pun segera keluar arena.


Mereka melihat kuda berwarna putih dengan rambut yang panjang, sedang mengamuk di arena. Sedangkan Celestian tidak merasa takut, tapi dia nerasa tertarik dengan kuda tersebut.


"Rey, apakah kuda itu sudah ada pemiliknya??" tanya Celestian dengan penasaran.


"kuda itu belum ada pemiliknya dan dia tidak mau dengan siapapun, kuda itu selalu mengamuk saat ada hal yang tidak dusukainya. Dia pemarah" jawab Rey atas pertanyaan Celestian.


"Rey aku mau kuda itu. Kuda itu cantik dan terlihat baik." ucap Celestian memohon pada Rey.


"tidak boleh dia itu berbahaya" ucap Rey melarang Celestian.


Celestian tidak menyerah, dia malah masuk ke dalam arena kuda dan mendekati kuda tersebut.


"Celes!! jangan masuk, berbahaya!!" teriak Rey.


"jangan masuk Celes!!" Enna pun yang panik ikut teriak.


Pelan pelan dia meraih leher kuda itu dan mengelusnya.


Merasakan ada yang menyentuhnya, kuda itu langsung menatap Celestian dan melihat Celestian. Celeatian tetap mengelus kuda itu dengan lembut dengan penuh perasaan. Perlahan-lahan kuda itu tenang.


"kuda cantik, kenappa kamu marah??" tanya Celestian pada kuda itu.


aku marah karena mereka mengikatku sesuka hati mereka, mereka tidak tahu leherku sakit seperti tercekik, mereka jahat ucap kuda itu berbicara pada Celestian.


"apa kalian dengar itu?? dia kesakitan makanya dia mengamuk" ucap Celestian pada petugas yang ada disitu.


"maaf nona kami tidak mendengar kuda itu berbicara" ucap petugas itu.


"tapi dia berbicara padaku tadi" ucap Celestian bersikeras memberitahu petugas itu.


Lalu tidak lama kemudian Rey dan Enna datang.


"ada apa ini?" tanya Rey.


"aku mengatakan pada mereka bahwa kuda ini berbicara tapi merwka bilang tidak mendengarnya" ucap Celestian dengan sedikit marah.


"tapi benar yang dikatakan pentigas itu, kudanya tidak berbicara, mana ada kuda yang berbicara" ucap Rey pada Celestian.


"aku tidak berbohong" ucap Celestian dengan nada sedikit tinggi.


"maaf Celes bisakah aku lihat kudanya?" tanya Enna.


"iya silakan" ucap Celestian.


Setelah selesai melihat dan memeriksa kuda tersebut Enna segera memberitahukan ini pada mereka.


"Rey, Celes, ini bukan kuda biasa. Dia adalah kuda Trenyan, kuda ini bisa berbicara tapi hanya kepada orang yang dia sukai dan sepertinya dia menyukaimu" ucap Enna menjelaskan semuanya.


"bagaimana kamu tahu??" tanya Celestian dengan penasaran.


"iya, bagaimana??" Rey pun penasaran.


"akan kujelaskan nanti saat kita dirumah Celes" ucap Enna.


"baiklah. tapi yang akan kita lakukan dengan kuda ini??" tanya Rey.


"sekali dia berbicara pada seseorang dia hanya akan mengikuti dan mengabdi pada orang itu karena dia dan Celes sudah melakukan sebuah kontrak pertemanan" jelas Enna.


"oke, aku juga suka dengan kuda ini. Kalau begitu akan ku beri nama Mirald yang artinya cantik dan berlian jika digabungkan maka jadi berlian cantik yang baik karena dia cantik jadi nama nya Mirald" ucap Celestian.


Mereka pun akhirnya pulang dan Rey ikut Celestian kerumah Celestian.