
Keesokannya paginya, Celestian dan Enna bersiap siap untuk liburan bersama teman-temannya.
Mereka berencana akan pergi ke danau untuk liburan sekaligus berkemah. Dia juga sudah menceritakan rencananya pada orang tuanya.
Disisi Duchess.....
Terdengar suara bel rumah berbunyi, Duchess segera menyuruh Assa yang sedang membawakan camilan. Assa pun segera membuka pintu dan terlihat 5 orang berdiri didepan pintu.
Terlihat 4 laki laki tampan dan 1 gadis cantik.
"anda sekalian teman nona?" tanya Assa.
"iya apa Celes dan Enna nya ada?" tanya Zaco pada Assa.
"ada, silakan masuk terlebih dahulu" ucap prlayan mempersilakan masuk dan duduk.
Pelayan itu segera ke ruang keluarga menemui nyonya nya.
"nyonya, teman teman nona Celestian dan nona Enna sudah datang" ucap Assa memberitahu.
""mereka sudah datang rupanya, siapkan camilan dan teh ya Assa" ucap Duchess memberikan perintah.
"baik nyonya" Assa pun berlalu dan pergi kedapur.
Duchess yang mendapat kabar dari pelayannya, segera ke ruang tamu dan terlihat 5 orang meramaikan ruang tamu.
"salam pada pangeran dan putri dan juga para putra bangsawan" ucap Duchess memberi salam.
"bibi jangan bilang begitu, aku dan kakak malu" ucap Delli mendengus kesal.
"lagi pula kami datang untuk bermain bukan kujungan resmi" ucap Rey dengan wajah datarnya itu.
"baiklah" ucap Duchess.
Sedangkan Zaco yang melihat wajah Duchess, mendekatkan dirinya pada Rey.
"apakah Duchess itu galak, lihat wajahnya yang seakan marah" ucap Zaco berbisik.
"jaga ucapanmu, bibi tidak galak dia orang yang hangat pada siapa pun" ucap Rey.
"nyonya Duchess, apa Celestian masih lama?" tanya Rio yang sedari tadi sedikit diam.
"maaf dia dan Enna masih siap siap, Delli jemputlah Mereka, kamarnya masih sama" ucap Duchess.
"siap bibi" ucap Delli sambil berdiri tegak. Delli pun segera pergi kekamar Celestian dan Enna.
"jangan memanggilku dengan Duchess saat bukan kepentingan resmi, panggil saja bibi" ucap Duchess dengan lembut.
Tidak lama, camilan dan teh sedang ditaruh dimeja.
"aku senang Celestian punya banyak teman diakademi" ucap Duchess memecah keheningan karena teman teman Celestian takut dengan Duchess.
"sikapnya kekanak kanakan bagkan sampai pernah tabrakan dengan Devin selain itu di ekskul pedang hanya dia yang perempuan" ucap Zaco yang sudah tidak takut lagi.
"anak itu memang susah diatur"
"Rey, apa dia masih suka makan kue?"
"ya terkadang sih bi" ucap Rey dengan santai.
Sesaat kemudian terdengar suara pintu terbuka dengan kasar.
gubrak.....
"teman teman Celestian sudah datang?" tanya Duke yang mendorong pintu dengan kakinya.
"iya ini mereka" ucap Duchess.
"siang paman" ucap Rey sambil meletakkan cangkir teh.
"ohh ada kamu juga Rey" ucap Duke menuju sofa dan duduk.
Melihat sikap ayah Celestian, membuat semua ketakutan kecuali Duchess dan Rey.
"kenapa teman teman Celestian laki laki semua" ucap Duke dengan menatap tajam mereka berempat.
"tidak, ada Delli juga sekarang dia dikamar Celestian dan Enna" ucap Duchess dengan santai.
"kalau begitu biar ku ceritakan masa kecilnya, kelihatannya dia masih lama" ucap Duchess.
Semua mata terlihat berbinar tak sabar mendengarkan cerita.
"anak itu sangat tomboy bahkan sejak kecil sudah seperti itu. Dia pernah memakan banyak kue lalu ketahuan setelah itu memnjat pohon" Duchess menceritakan masa kecil Celestian dan Enna.
"bahkan saat usianya 10 tahun, dia keras kepala sekali belajar pedang dan sangat nakal bahkan tidak seperti anak perempuan lainnya, dia lebih seperti anak laki laki banyak tingkah"
"lalu dia pernah mencuri kue didapur saat malam hari seperti kucing, saat berpedang diam diam, para ksatria meremehkannya tapi bukannya menangis malah mengancam mereka"
"kalau kalian mengadu pada ibu lihat saja nanti, saat itu juga kalian berakhir" ucap Duchess menirukan suara dengan gerakan tangan seperti memotong leher.
"dia saangat sulit diatur, juga dia bilang tidak mau jadi penerus keluarga karena ayahnya masih mampu, dia ingin jadi ksatria dan memiliki kekuasaan sendiri, katanya juga dia ingin jadi koki padahal setiap mencoba membuat kue didapur oven nya sampai meledak dan kue nya hancur karena gosong dan pernah sekali kue yang dia buat jadi tapi dengan membuat kehebohan didapur setelah dicicip rasanya malah asin, katanya dia salah mengira garam adalah gula dengan ekspresi tidak bersalah, yang menjadi korbannya adalah kami dan para ksatria di tempat latihan" ucap Duchess menceritakan kisah lucu Celestian.
"sedangkan Enna, dia kemana mana harus ikut Celestian. Dia pernah tidak ikut sekali tapi tiba tiba terdengar suara benda jatuh dikamarnya dan kami panik lalu segera masuk kekamar mereka. Saat disana terlihat Enna tidak sengaja menyenggol barang hingga jatuh. Saat melihat kami dia terus meminta maaf sabil beberapa kali membungkukkan tubuhnya"
"ma..maafkan aku....maafkan aku. Bagaimana kalau Celes butuh aku, bagaimana kalau dia terluka, bagaimana kalau dia berulah, bagaimana kalau tidak ada yang menahan sikapnya, bagaimana kalau dia berbuat tidak sopan pada bangsawan lain, bagaimana ini"ucap Duchess sambil menirukan suara Enna yang khawatir dan panik.
"kami saat itu ingin tertawa karena tingkah Enna tapi kami tahan, Saat itu usia Enna 12 tahun dan ditinggal Celestian pergi ke pesta karena saat dalam pesta itu dilarang mengajak pelayan. Karena kami juga sayang pada Enna, kami memutuskan memasukkan Enna menjadi anggota keluarga ini dengan nama keluargaku agar disaat membutuhkan status sebagai identitas dia tidak kesusahan, Enna sudah kami anggap sebagai keponakan sendiri" ucap Duchess yang setelah itu tertawa menceritakan kisah lucu Celestian dan Enna.
Semua yang mendengarkan cerita itu membayangkan setiap tingkah laku dan tertawa mentertawakan sikap Celestian dan Enna saat masih kecil.