Lady Celestian

Lady Celestian
episode 2 Ceramah Duchess



Setelah masuk ke dalam rumah, Duchess membawa Celestian masuk kedalam ruang keluarga. Disana Duchess mendudukan Celestian di sofa dan melepaskan tangannya dari telinga Celestian.


"duduk!" perintah Duchess sedangkan Celestian hanya cemberut sambil kesakitan.


"kamu itu putri keluarga Faben yang terhormat! Harusnya kamu bisa jaga sikap kamu itu yang keras kepala dan bertindak seperti anak laki laki! kamu itu perempuan bukan laki lak! ibu tidak mau tahu, kamu harus berhenti belajar pedang, memanjat pohon, atau apa pun itu yang seperti anak laki laki!!" ujar Duchess dengan sangat marah membentaki Celestian.


"tapi ibu-" belum selesai Celestian berbicara sudah dipotong oleh Duchess yang sangat marah itu,


"tidak ada tapi tapi an!! kamu harus menurut, coba kamu lihat di luar sana, semua anak perempuan bangsawan bersikap anggun, sopan, dan cantik, mereka mengadakan pesta minym teh dirumah, pergi berbelanja, dan pergi untuk menerima undangan pesta!? sedangkan kamu malah bermain pedang, memanjat pohon dan lain lain, tidak ada sikap anggun yang kamu tunjukkan" Ujar Duchess dengan nada tinggi memarahi Celestian.


"baik ibu" ucap Celestian lirih karena takut pada ibunya itu "aku tidak akan mengulanginya lagi" sekali lagi ucap Celestian pada Duchess tapi dengan muka yang cemberut.


"kalau kamu sudah sadar dengan perbuatanmu, intropeksi dirimu, nah sekarang pergilah istirahat kekamar ya" ucap Duchess sedikit melembut pada putrinya itu.


***


Sementara ditempat latihan para ksatria masih membicarakan nona mereka "wahh nona itu sangat berbeda dengan putri keluarga bangsawan lainnya"


"benar, aku tidak menyangka ada putri bangsawan yang bahkan bisa memanjat pohon padahal biasanya putri bangsawan tidak mau kotor sedikit pun"


"iya, apa lagi nona mau belajar pedang itu sangat mengejutkan. Tapi aku suka dengan nona. Nona baik, cantik, menghormati orang yang lebih tua, dan ceria"


" benar sekali. Kalau begitu ayo kita dukung nona"


Mendengar para ksatria membicarakan putrinya, Duke malah senang, tentu lahh Celestian hebar, dia kan putri keluarga Faben, aku senang karena banyak yang suka dengan Celeatian. Tapi apa yang dilakukan Sarla pada Celestian sekarang ya.... ucap Duke dalam hati.


"kalian tetap berlatih, aku akan mengecek Celestian" ucap Duke dengan suara keras untuk memberitahu para ksatria.


"dimana Celestia..?" tanya Duke pada istrinya


"Celestia sedang istirahat dikamarnya. Aku masih punya urusan denganmu, duduk" jawab Duchess dengan nada perintah di kata duduk.


"aku kan sudah bilang jangan mengabulkan keinginan Celestian, lama lama dia makin susah diatur" ucap Duchess dengan sedikit ketus.


" tenanglah, Celestian masih kecil dan aku percaya pada Celestian" Duke berusaha menenangkan istrinya yang sedang tersulut emosi.


"aku harus tenang bagaimana, aku tidak ingin Celestian merasakan kekecewaan dan kesedihan. Aku tidak ingin dia sepertiku" ucap Duchess dengan suara yang sedikit meninggi pada Duke.


"tolong tenanglah, putri kita tidak akan seperti itu dan tidak akan kubiarkan menjadi seperti itu" ucap Duke dengan lembut yang masih berusaha menenangkan istri nya itu.


"aku tidak ingin Celestian dibenci dan diejek oleh para bangsawan yang mengutamakan kehormatan dan adat bangsawan. Kamu juga sudah kubilang berkali kali untuk tidak mengajarkan pedang pada Celestian, padahal kamu sudah janji padaku bahwa bila anak kita perempuan tidak akan membiarkan dia merasakan sakit!!" ucap Duchess kembali dengan suara yang meninggi.


Duke yang melihat istrinya dipenuhi amarah dan kekawatiran menelan ludahnya,


"aku ingin tahu apa yang putri kita bisa lakukan, selain itu dia berusaha untuk membuat kita bangga" ucap Duke dengan lembut pada Duchess.


"terserah anda saja tuan Duke" kata Duchess dengan ketus.


Duchess sudah tidak bisa mau berkata apa lagi, Duchess memilih untuk pergi kekamar Celestian, karena Duchess ingin melihat wajah putrinya itu.


sesampainya dikamar Celestian, Duchess langsung masuk kekamar Celestian, Dia melihat putrinya sedang tertidur pulas di tempat tidur dengan senyuman.


"ibu janji akan melindungi senyumanmu ini putriku, senyumanmu dan kebahagiaanmu itu sangat berharga untuk kami" gumam Duchess seraya melihat Celestian yang tertidur. Setelah selesai melihat Celestian, Duchess pergi kekamarnya.