
"iya itu Viro" ucap Celestian.
Lalu mereka mendekat ke tempat Viro tapi Viro dan gadis itu tidak menyadari ada seseorang yang mendekati mereka.
Awalnya mereka berniat menyapa Viro dan mengajaknya bergabung. Tapi niat tersebut urung dilakukan karena ketidak sengajaan mereka melihat hal yang memalukan.
Dan ya yang mereka lihat saat itu adalah Viro sedang bermesraan dengan Vindy. Enna yang melihat itu merasa sakit hati seperti ditusuk.
"ehh itu benar Vindy kan?" ucap Delli dengan mengamati mereka berdua.
"mereka terlihat dekat dan mesra sekali, bagaimana kalau kita mendekat?" ucap Celestian yang mearasakan bahwa Enna sedang kecewa.
***
"Viro, apa kamu nanti bisa menyusul kesini? kami saat ini sedang liburan" tanya Enna. Saat itu Enna didalam tenda dan berkomunikasi dengan alat sihir.
"maaf aku nanti harus bertemu dengan rekan kerja ayah di pisat kota" jawab Viro dengan sangat meyakinkan.
"baiklah tidak apa apa, berusahalah" ucap Enna menyemangati Viro lalu menutup komunikasi.
***
"Vindy tenanglah, aku tidak mencintai Enna" ucapnya pada Vindy.
"tapi aku dengar dengan telingaku, kamu dan Enna itu sepasang kekasih" ucap Vindy merajuk.
"kamu tahu Enna itu berasal dari keluarga Faben, aku mendekatinya hanya untuk memanfaatkannya saja lagi pula dia itu mudah dimanfaatkan dia terlalu polos" ucap Viro meyakinkan Vindy.
"benarkah hanya itu?" tanya Vindy yang masih ragu.
"iya"
"tapi itu berbahaya, kamu akkan berurusan dengan keluarga Faben"
"tak apa, aku melakukan ini karena kamu. Hanya kamu yang ada di hatiku" ucap Viro dengan lembut.
"tapi-" belum sempat Vindy selesai berbicara, Viro sudah memeluknya dan mengecup kening Vindy.
kembali ke Celestian, Delli, dan Enna............
Mereka yang melihat dan mendengar apa yang terjadi diantara Viro dan Vindy tercengang.
Celestian sudah memanas dan berisiap untuk menerkam hidup hidup Viro. Tapi dihentikan oleh Delli. Sebenarnya Delli juga ingin sekali memberi pelajaran pada dua orang itu tapi dia mengurungkan niatnya. Karena dia tidak mau menambah rasa sakit pada Enna.
"sudahlah ayo kembali" ucap Enna dengan tersenyum padahal dia menyembunyikan perasaan yang dia rasakan saat ini.
Celestian dan Delli hanya bisa menurut saja.
Sesampainya ditenda, Enna pergi ke tepi danau dan menangis. Tenda berjarak 1 km dari danau karena tidak diizinkan mendirikan tenda ditepi danau.
Enna beralasan akan mengambil air permintaan Mirald.
"aku akan ke danau dulu, Mirald tadi meminta air danau" ucap Enna menahan tangis nya.
"biar aku temani" ucap Zaco, Zaco merasa tidak tenang Enna pergi sendiri.
"tidak apa, aku bisa sendiri" Enna memaksakan wajahnya untuk tersenyum padahal dia sangat ingin menangis saat ini. Dia pun berlalu pergi ke tepi danau.
Merasa ada yang aneh dengan sikap Enna, Zaco melihat Rey yang dijawab dengan gelengan tanda tidak tahu. Saat Celestian
dan Delli duduk, semua mata melihat mereka.
"akan kami jelaskan, tapi jangan ada yang emosi" ucap Delli berusaha memulai penjelasan.
Dia mulai menjelaskan tentang apa yang dilihat mereka dan apa yang dilakukan Viro sehingga membuat Enna bersikap aneh.
Mendengar penjelasan dari Delli, membuat darah mereka yang mendengarkan mendidih. Mereka berencana untuk memukul Viro dan memberi pelajaran pada Vindy.
"aku akan segera memberikan pelajaran pada mereka" ucap Zaco dengan emosi tapi ditahan oleh Celestian.
"jangan, kasihan Enna" ucap Celestian.
"iya perhatikanlah perasaannya yang hancur dulu" Delli pun ikut menghentikan Zaco dan Rey yang ingin pergi memberi pelajaran pada Viro dna Vindy.
Akhirnya Zaco, Rey, dan Devin amarah nya bisa diredam.
"aku akan melihat Enna dulu" ucap Celestian.
"kami ikut" ucap Rio yang ingin mengetahui keadaan temannya.
"tapi kita cukup melihatnya dari jauh, dia butuh sendiri" ucap Rio menyarankan pada semuanya. Mereka semua setuju dan pergi untuk melihat keadaan Enna.
.
.
.
Apa yang akan terjadi dengan Enna?? akankah dia memilih untuk tidak mencintai seorang laki laki dengan cinta seorang kekasih?
apakah mereka berhasil menghibur Enna??
jangan lupa like dan vote...