
Mereka bercerita sampai sore lalu kembali kekamar masing masing.
Sore ini Rio sedang bersama Rey dan Zaco, mereka sedang membawa berkas berkas guru dari 4 kelas untuk dibawa keruangan kepala sekolah.
"aku ada cerita untukmu Zaco, pasati akan menarik" ucap Rey, sebenarnya sikap dingin fan cuek Rey tidak akan ditunjukkan pada sahabat atau teman dekatnya dan sikapnya lebih ke ceria dan hangat.
"apa..apa cepat cerita" ucap Zaco dia memang suka dengan cerita cerita menarik.
"2 hari yang lalu kami sekeluarga dan juga Rio mengerjai Putra Mahkota" ucap Rey.
"bagaimana kamu mengerjainya" Zaco semakin penasaran.
"kami mengerjainya dengan adegan Rio dan Delli berciuman padahal itu hanya sebuah trik, aku benar benar tidak suka dengan putra mahkota itu rasanya ingin ku pukul kepalanya"
"memang kenapa?" tanya Zaco.
"dia ingin adikku jadi permaisurinya apalagi dengan sikapnya yang mempunyai banyak istri umurnya pun beda 5 tahun dengan Delli, setelah kami melihat wajahnya rasanya senang sekali wajahnya terlihat marah bercampur dengan kecewa lalu ada lagi dia juga sepertinya malu"
"hahahah....kejam sekali kalian sampai membuat putra mahkota itu merasakan penderitaannya" ucap Zaco disertai tawa hingga berkas yang ada ditangannya jatuh berserakan.
Sedangkan Rio yang dati tadi diam mulai bicara,
"Zaco lihat berkas berkasnya jatuh tuh" ucap Rio pada Zaco yang masih tertawa.
"ehh iya maaf maaf, ayo bantuinlah" ucap Zaco mulai duduk dilantai merapikan semua berkas berkas yang berjatuhan.
"ehh lihat Rio tersipu tuhh" ucap Zaco melihat Rio yang setengah malu dengan kejadian 2 hari lalu.
"biarkan dia memang suka dengan Delli" ucap Rey dengan santai sambil memungut berkas berkas.
"ehh benarkah..aku akan bilang ke Delli" ucap Zaco mencoba memancing Rio.
"jangan dikatakan atau kamu akan kusihir jadi pohon apel" ancam Rio dengan tatapan tajam mengarah pada Zaco.
"iya iya jangan ubah aku jadi pohon apel nanti aku tidak bisa bersama dengan Enna" ucap Zaco keceplosan dan lamgsung memalingkan wajahnya.
"haha kamu suka dengan Enna, tapi apa dia mau ya sama cowok berandal kayak kamu" ucap Rio, dia menakut nakuti Zaco.
"kamu.."
"sudahlah cepat bereskan ini dan tugas kita selesai" ucap Rey memotong kata kata Rey yang belum sempat terucap.
Mendengar kata kata Rey, mereka akhirnya tidak saling mengejek lagi lalu setelah selesai membereskan semuanya, mereka segera keruangan kepala sekolah.
***
"maaf tuan ada penutupan jalan lebih baik tuan menginap dirumah tuan Duke Yersal dulu sambil menunggu pemeriksaan selesai" ucap kusir itu.
"memangnya berapa lama?" tanya Jerifo.
"sepertinya besok kita baru bisa melanjukan perjalanannya" jawab kusir itu.
"baiklah siapkan kebutuhanku, aku akan menginap di rumah Duke Yersal" ucapnya pada kepala pelayan yang sedari tadi bersamanya.
"baik tuan"
Jerifo akhirnya pergi ke kediaman Duke Yersal. Disana dia disambut dengan ramah apalagi dengan oleh Clara.
Jerifo segera masuk kedalam, dia langsung menuju kamar yang sudah disiapkan oleh keluarga Yersal.
"maaf apakah anda punya waktu" tanya Clara yang saat itu ada dikamar Jerifo.
"memangnya ada apa?" tanya Jerifo.
"bisa anda ikut saya sebentar" ucap Clara kemuadian dia keluar diikuti oleh Jerifo.
Mereka menuju ke taman lalu masuk keruangan berwarna biru yang berada dipinggir taman dibelakang rumah.
"apa anda ingin mendapatkan Delli? saya bisa membantu anda" ucap Clara dengan sentuman diwajahnya.
"apa yang bisa kamu bantu?" tanya Jerifo.
"saya bisa membuat Delli menjadi milik anda tapi anda harus membayar jasa saya" ucap Clara dengan senyuman licik.
"baiklah aku akan bekerja sama dengan mu" ucap Jerifo lalu menjabat rangan Clara.
"saya sudah punya rencana" ucap Clara yang kemudian membisikkan rencananya ke telinga Jerifo.
"iya aku setuju"ucap Jerifo yang disertai anggukan.
.
.
.
Kira kira apa ya yang direncanakan oleh mereka??
jangan lupa like dan vote ya biar aku tambah semangat up nya..