
5 tahun kemudian
Umurku dan Enna dudah cukup untuk masuk ke akademi kerajaan. Dimana tempat itu adalah tempat untuk mendapatkan pendidikan baik bangsawan maupun rakyat. Dan hari ini adalah hari dimana saatnya aku dan Enna berangkat.
Karena umur Celestian dan Enna sudah mencukupi maka mereka mulai belajar di akademi kerajaan. Di akademi kerajaan, murid tidak boleh pergi keluar kecuali saat libur atau saat sudah lulus.
"apakah semua barangmu sudah siap Celestian, Enna?" tanya Duchess yang mengantarkan anaknya dengan sesih harus membiarkan putrinya itu pergi ke akademi.
"iya ibu" jawab Celestian.
"ingat kamu harus baik baik disana, jangan makan banyak kue, jangan memanjat pohon jika ada orang lain, dan jangan menyusahkan orang lain, kamu harus jaga dirimu disana" ucap Duchess memberi nasihat pada Celestian.
"tenanglah Sarla, Celestian dan Enna itu pergi ke akademi untuk belajar bukan pergi berlibur atau pergi dari rumah" ucap Duke menenangkan Duchess yang sangat khawatir itu.
"iya ibu, benar apa kata ayah" ucap Celestian.
Setelah berpamitan, mereka berangkat menggunakan kereta kuda. Celestian senang akhirnya dia bisa melihat seperti apa akademi kerajaan. Tapi tiba tiba perjalanan mereka terganggu karena ada sesuatu yang menghalangi.
Enna dan Celestian pun turun dari kereta kuda, mereka ingin melihat sebenarnya ada apa sehingga perjalanan terhenti. Saat turun mereka melihat Mirald menghalangi jalan.
"apa yang kamu lakukan disini Mirald?" tanya Celestian pada kudanya itu.
aku ingin ikut denganmu, aku tidak ingin dengan mereka
"tapi aku tidak bisa mengajakmu kesana karena itu peraturannya" ucap Celestian.
Enna merasa kegiatan mereka mengganggu pengguna jalan lainnya, memutuskan untuk mengajak Celestian dan Mirald pergi ke tepi jalan dulu.
aku tidak mau tinggal sendiri
"Enna bagaimana ini??" tanya Celestian pada Enna, karena dia sendiri tidak tega meninggalkan Mirald di rumah.
"menurutku dia bisa berubah atau menyamar menjadi sebuah benda atau masuk kedalam sebuah benda dengan begitu kamu bisa memanggil Mirald dan Mirald bisa mengubah ukurannya menjadi kecil" jelas Enna memberi tahu Celestian.
baiklah agar aku bisa ikut denganmu aku akan melakukan cara itu, tapi aku harus masuk kemana?
"bagaimana kalau kamu masuk kedalam kalung pemberian ibuku ini, kalung ini tidak akan kulepaskan karena kata ibu ini akan bergina untukku" Celestian menyarankan pada Mirald untuk masuk kedalam kalung.
oke ide bagus
Lalu setalah Mirald masuk kedalam kalung Celestian, mereka melanjutkan perjalanan lagi.
Setibanya di akademi terihat sebuah bangunan yang indah
Mereka pun segera masuk kelamar yang sudah disiapkan dan bersiap untuk hari esok.
Setelah masuk kedalam kamar, Celestian dan Enna pergi mandi dan istirahat karena perjalanan itu sangat melelahkan bagi mereka. Setelah mandi, mereka tidur. Kebetulan saat itu Celestian dan Enna satu kamar.
Keesokan harinya disambut oleh pagi yang cerah, Celestian dan Enna yang sudah bersiap siap pergi ke aula untuk penyambutan siswa baru. Tiba tiba ada seseorang yang memanggil mereka.
"Celestian, Enna lama tidak bertemu" ucap sesorang yang tidak lain adalah Delli didampingi oleh Rey.
"Delli, sudah lama tidak bertemu, aku kira kamu akan ke akademi tahun depan" ucap Celestian.
"ehh aku belum bilang ya, aku dan kakak itu umurnya sama karena kami kembar hanya saja lebih dulu kakak yang lahir, kalau aku lahir lebih dulu pasti kakak akan menderita" ucap Delli sedikit tertawa sambil melihat kakaknya.
"iya pasti, karena kamu akan menyuruh Rey terus" Enna pun ikut menyindir Rey sambil tertawa.
"jangan tertawa" ucap Rey dengan nada merajuk.
Mereka pun mengakhiri candaan mereka karena sudah terdengar suara Kepala akademi yang mulai memberi pidato sambutan.
Selesai acara, para murid diantar berkeliling terlebih dahulu lalu setelah itu mengambil lembaran yang berisi kelas masing masing sesuai dengan keahlian masing masing.
Setelah Celestian, Enna, Delli, dan Rey selesai berkeliling bersama, mereka mengambil lembarang di ruang guru-guru.
Lalu mereka membuka lembaran masing masing di kamar Celestian dan Enna.
"aku masuk kelas A, bagaimana dengan kalian?" ucap Celestian dan bertanya pada para sahabatnya itu.
"aku masuk kelas B" ucap Enna.
"kalau aku kelas B juga" ucap Delli.
"kalau begitu kita beda kelas, huft..." ucap Celestian sedikit cemberut.
"tidak apa apa, kita akan tetap bersama kan" ucap Delli berusaha membuat Celestian tersenyum.
"benar juga tidak masalah" ucap Celestian dengan senyuman.
Mereka senang karena Celestian mudah sekali dibujuk kalau bukan perkara penting. Karena hari sudah mulai malam mereka masuk kedalam kamar masing masing dan beristirahat.
Keesokannya, Celestian mulai masuk kedalam kelas. Dia sangat antusias dengan pelajaran yang akan diajarkan. Sesuai jadwal, hari ini kelas Celestian akan belajar sihir, kebetulan Celestian sendiri pernah belajar sihir dan terdeteksi bahwa Celestian punya dua elemen yaitu api dan air.
Tidak lama kemudian datanglah seorang guru.
"perkenalkan aku adalah guru sihir sekaligus wali kelas kalian namaku Patrias" ucap bu Patrias memperkenalkan diri.
"iya bu selamat pagi" ucap para murid yang ada di kelas.
Mereka pun mulai mempelajari sihir sampai pukul 3 sore dan saatnya pulang.
Diperjalanan pulang, Celestian tidak sengaja mendapati anak kecil laki laki duduk disebuah bangku, Celestian pun menghampiri anak kecil itu.
"adik kecil, kenapa kamu disini?" tanya Celestian pada anak itu karena anak itu terlihat bingung seperti sedang tersesat.
"aku sedang mencari kakakku, kakakku sekolah disini tadi aku sempat mengikuti dia tapi aku kehilangan jejak kakak" ucap anak kecil itu.
Celestian merasa gemas atas ucapan anak kecil yang ada dihadapannya.
"siapa namamu?" tanya Celestian.
"namaku Yefey Le Revans" jawab anak itu.
"baiklah akan kubantu mencari kakakmu itu"
"terima kasih"ucap Yefey dengan senyuman.
"sama sama" Celestian merasa sangat gemas dengan anak yang tampan itu rasanya ingin dia bawa pulang ke asrama.
Celestian membantu Yefey mencari kakaknya tapi dicari kemanapun tetap tidak bertemu. Secara tidak sengaja Celestian bertemu dengan Delli, Enna, dan Rey saat mencari kakak Yefey.
"Celes apa kamu habis menculik anak?" tanya Delli, dia pun sangat gemas dengan anak tampan itu.
Kemudian Celestian menjelaskan pada mereka bahwa dia tidak sengaja bertemu dengan Yefey yang mencari kakaknya karena tadi Yefey diam diam mengikuti kakaknya.
Mereka akhirnya mau membantu mencari kakaknya Yefey, mereka sudah mencari kemana-mana tapi tetap tidak ketemu dan akhirnya mereka membawa Yefey ke kamar Celestian dan Enna untuk menginap karena hari sudah malam.
Yefey yang baru mandi tidak punya baju ganti, bajunya basah pada akhirnya Rey meminjamkan baju miliknya oada anak umur 7 tahun itu. terlihat baju itu kebesaran tapi apa boleh buat karena tidak ada baju lain.
Keesokannya Celestian mengajak Yefey ke kelas dan saat dia sedang mengisi absen dia teringat ada teman sekelasnya yang bernama belakang Revans. Karena teringat, Celestian bergegas membawa Yefey ke kelasnya.
"kakak!!" ucap Yefey mengetahui wajah kakanya itu dan berlari menghampiri kakaknya.
Laki laki itu tersentak kaget mendengar suara yang familiar baginya dan menoleh sehingga dia melihat wajah Yefey.
"Yefey, kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya laki laki itu.
"aku mengikuti kakak diam diam dan aku kehilangan jejak kakak" ucap Yefey menjelaskan pada kakaknya itu.
"kamu bisa kesini, dengan siapa?" tanya laki laki itu karena tidak diperbolehkan siapapun masuk kedalam kelas.
"aku sudah dari kemarin dengan kakak cantik itu" ucap Yefey.
Lalu laki laki itu menoleh sesuai dengan arah yang ditunjuk Yefey.
"terima kasih sudah menolong adikku, perkenalkan aku Rio Le Revans" ucap Rio berterima kasih.
"aku Celestian Faben" ucap Celestian.
"karena kamu sudah membantu adikku, aku akan membantumu juga" ucap Rio pada Celestian menawarkan bantuannya.
"tidak perlu, bantulah aku saat aku butuh saja" ucap Celestian.
Rio merasa Celestian tidak seperti putri bangsawan lainnya, dia begitu santai biasanya putri bangsawan akan bersikap lebih sopan.
"baiklah" ucap Rio.
Sesudah selesai urusan dengannRio dan Yefey, bel berbunyi tanda bahwa saatnya pelajaran dimulai.