
Keesokannya, Celestian yang baru bangun tidur langsung turun dari tempat tidur lalu pergi mandi. Setelah mandi, Celestian mulai berpikir bagaimana caranya dia bisa belajar pedang tanpa sepengetahuan ibunya.
Tidak terasa hari semakin siang, dan sudah lama Celestian berpikir tapi belum menemukan solusinya hingga waktu untuk pelajaran tata krama bangsawan tiba.
"nona, sekarang waktunya anda belajar tata krama" ucap dayang Duchess(Reni) mengingatkan Celestian.
"iya bibi, aku akan kesana" Celestian pergi untuk belajar tata krama sambil memikirkan sebuah cara.
"nahh bagus... nona Celestian sangat luar biasa bisa menguasai semua pelajaran tata krama dan besok hari terakhir nona belajar tata krama" ucap Reni.
"iya terima kasih" jawab Celestian dengan senyuman.
"ohh ya, anda besok harus membeli dress untuk ikut pesta minum teh bersama Duchess di rumah marquess Tray" ucap Reni mengingatkan.
Mendengar perkataan Reni, Celestian langsung mendapatkan ide "bibi Terima kasih banyak" ucap Celestian dengan senang
"iya nona" jawab Reni dengan bingung karena tingkah Celestian.
Kemudian keesokan harinya pagi pagi sekali, Celestian pergi mencari ibunya,
"ibu..ibu.." teriak Celestian dengan keras.
"ada apa Celestian? kenapa kamu berteriak mencari ibu?" tanya Duchess.
"ibu aku ingin pergi ke luar untuk beli dress pesta minum teh besok, bolehkah?" tanya Celestian pada ibunya dengan wajah memelas agar ibunya mengizinkan setelah kejadian waktu itu.
"iya, tapi kamu harus ditemani Sir Tirsan ya" jawab Duchess
"iya bu, terima kasih" ucap Celestian sambil melompat memeluk ibunya, ibunya yang melihat hal itu hanya menggeleng melihat tingkah putrinya itu.
Setelah meminta izin dan diberi izin, Celestian senang karena rencananya sudah hampir berhasil. Ibunya tidak tahu bahwa sir Tirsan orang kepercayaan ayah yang bekerja sama dengannya karena perintah ayahnya. Lalu mereka berdua segera berangkat ke pusat perbelanjaan.
Sesampainya di pusat perbelanjaan, Celestian langsung trurun dari kereta melihat pemandangan yang sudah lama tidak dia lihat.
"wahh sudah lama swkali aku tidak kesini" ucap Celestian dengan mata yang berbinar-binar.
"nona anda harus hati-hati, jangan berlari nanti anda jatuh" ucap sir Tirsan yang tidak habis pikir dengan sikap nonanya itu haduhh aku harus menjaga nona yang tomboy dan liar ini tentunya sir Tirsan hanya bisa mengatakan dalam hatinya.
mereka sudah berjalan hampir 20 menit, tiba tiba Clestian melihat toko pedang,
"sir ayo ke toko pedang!!" ajak Celestian yang hanya diikuti oleh sir Tirsan.
Sesudah membeli 3 pedang, mereka melanjutkan jalan jalan "apakah nona tidak capek??" tanya sir Tirsan
"tidak, aku masih semangat!" jawab Celestian dengan semangat. Sir Tirsan hanya bisa membatin nona ini benar benar tidak punya lelah tapi ini yang kusuka dari menjaga nona ucap sir Tirsan didalam hatinya.
Setelah lama berjalan-jalan, Celestian melihat seorang anak kecil yang dipukuli oleh preman pasar,
"sir ayo kita kesana" ajak Celestian.
"tapi nona-" belum selesai bicara, Celestian sudah memotong kata sir Tirsan.
"ayolah, cepat" pinta Celestian dengan mata memelas. Mau tidak mau sir Tirsan mengikuti permintaan Celastian.
"apa yang kalian lakukan pada anak ini" tanya sir Tirsan pada salah satu preman.
"memang apa urusanmu, anak ini sudah kami beli dengan harga yang mahal, suka suka kami lahh mau diapakan!" jawab preman itu dengan suara tinggi.
"cepat lepaskan dia!!" bentak sir Tirsan pada para preman.
………………………………………………
………………………………………………
"sir aku mohon tolong anak itu" pinta Celestian dengan mata berkaca kaca.
"tapi nona, kita tidak boleh berurusan dengan mereka" jawab sir Tirsan.
"aku mohon....." pinta Celstian sekali lagi dengan wajah yang hampir menangis.
"baiklah, tapi cuma kali ini saja" sir Tirsan pun terpaksa karena tidka mau nonanya itu menangis
"yeey.. terima kasih sir" senyuman langsung terlukis diwajah cantik Celestian, sir Tirsan yang melihat pun juga senang nonanya senang.
…………………
setelah itu
…………………
"aku minta kalian lepaskan anak itu atau kalian rasakan akibatnya" ancam sir Tirsan. Melihat para preman yang tidak mau menyerah, Celstian langsung mendekati mereka,
"nona, saya kan sudah bilang tunggu disana saja" ucap sir Tirsan
"ini uang untuk kalian, tapi asalkan aku bisa membawa dia" Celestian yang menawarkan uang 20 gold pada para preman langsung diterima.
"nihh bawa anak kumal ini" ucap preman itu pada sir Tirsan dan Celestian.
Apa yang akan terjadi pada anak itu dan siapa anak itu?? baca epiaode selanjutnya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf agak lama nge update ya, soalnya akunya lagi semangat nentuin cerita selanjutnya dan selanjutnya sampai aku lupa update