Lady Celestian

Lady Celestian
Episode 49 satu satunya cara



Setelah mendengar kondisi putrinya, Sarla memaksa Vitsa untuk langsung kembali ke ibu kota.


Dan disinilah mereka sekarang, dikamar dengan suasana suram. Sarla yang melihat putrinya terbaring ditempat tidur dengan wajah damai.


"sayang, buka matamu....hiks....kalau kamu buka mata....ibu akan memberikan seluruh kue yang ada padamu" ucap Sarla sambil memeluk tubuh Celestian.


Begitu pun juga dengan Vitsa yang begitu terpukul, ia melihat Enna yang seperti kehilangan jiwanya, kosong tanpa jiwa.


Vitsa menghampiri putrinya itu dan memeluk Enna, berharap putrinya itu tenang.


"kenapa....seperti ini?" tanya Sarla pada semua orang yang ada diruangan itu.


"nyonya, apakah nona tidak memberitahu anda" ucap Tuan Goy.


"dia....tidak....bilang..hiks..apapun padaku" ucap Sarla.


"tapi nona membawa persetujuan dari kakeknya dan katanya sudah diizunkan oleh anda juga" ucap Tuan Gou.


Mendengar itu membuat semua kaget, karena sepertinya Celestian melakukan semuanya tanpa persetujuan dari orang tuanya dan hanya kakeknya.


"dasar....anak nakal...hiks...ayo bangun ya sayang" ucap Sarla lirih, ia sangat terpukul dengan kejadian ini.


Jika ditanya dimana Delli, maka jawabannya Delli pingsan setelah mengetahui kenyataan yang begity pahit.


Tidak ada yang berbicara lagi, semuanya kalut dengan pikiran dan hati masing masing.


Seketika, Sarla membuka suara.


"kutukan..tanda kutukannya" ucap Sarla buru buru lalu membuka lengan baju Celestian.


Terlihat tanda kutukannya tidak menghilang. Jika Celestian benar benar meninggal tanda kutukannya pasti juga ikut hilang, tapi ini masih ada.


Sarla sedikit tenang, ia menghapus sisa air matanya lalu menarik nafas dalam dalam dan membuangnya.


"putriku hanya tidur, ia belum mati" ucap Sarla dengan suara serak karena menangis.


"kamu harus sabar" ucap Vitsa pada Sarla.


"tidak, dia itu tidur. Tanda..Tanda kutukannya masih belum hilang" ucap Sarla dengan wajah serius.


Mendengar perkataan Sarla, Enna langsung tersadar.


Ia buru buru mendekati Celestian, dan melihat tandanya masih ada. Hal itu membuat semua orang sedikit tenang.


"tapi detak jantungnya..." ucap Rey.


"aku sendiri tidak begitu tahu, mungkin ayah tahu" ucap Sarla lalu mengeluarkan alat komunikasi sihir dan menghubungi ayah mertuanya.


"*ayah....saya perlu bantuan anda" ucap Sarla.


"ayah, apa anda tahu tentang kutukan Celestian. dia dinyatakan meninggal, tidak ada detak jantung tapi tanda kutukannya masih ada" jelas Sarla.


"itu pertanda cucuku masih hidup...dasar, dia hanya sedang tertidur. Kutukannya saat ini mungkin tengah melahapnya, karena untuk melindungi medianya" jelas pak Hafill.


"dan medianya itu Celes" ucap Vitsa di alat komunikasi.


"iya, kutukan itu diberikan karena untuk membangkitkan sesuatu. Jika Celes mati maka kutukannya juga akan mati oleh karena itu kutukannya melindungi Celestian agar ia sendiri juga tidak lenyap" jelas sekali lagi Tuan Hafill.


"dan anda tahu itu akan terjadi sehingga mengizinkan Celestian untuk melakukan proses tersebut" ucap Vitsa yang terlihat geram dengan ayahnya itu.


"lagi pula aku yakin cucuku akan selamat, karena kutukannya bukanlah kutukan biasa. Tapi itu sendiri tergantung dirinya, jika Celes dilahap sepenuhnya oleh kutukan maka tidak hanya tubuh, jiwanya pun juga akan dikendalikan ileh kutukan tersebut" ucap Tuan Hafill.


"tapi ada satu cara untuk membantunya" ucap Tuan Hafill sekali lagi.


"bagimana?" tanya Vitsa.


"kalian harus menemukan bunga Daisy emas, air milik spirit air, dan darah milik naga yang ada dilembah hitam. itu cara cepat. Tapi jika bergantung pada Celes, itu membutuhkan waktu lama paling tidak 5 bulan ia akan baru sadar" jelas Tuan Hafill.


"kami akan mencarinya" ucap mereka yang ada diruangan bersamaan.


"untuk mencegah sampai kalian berhasil menemukan semua itu, Enna akan membantu menekan kutukan dan sihir Celes" ucap Ruan Hafill.


"tapi kek, sampai saat ini aku masih belum berhasil melakukan sihir yang diajarkan kakek" ucap Enna lesu.


"kamu bisa, karena kamu punya elemen Cahaya, air, dan kehidupan" ucap kakek lalu mematikan komunikasi*.


Mendengar ada harapan, hati mereka lega.


Mereka pun mulai membagi tugas masing masing.


"aku dan Rio akan ke lembah hitam" ucap Rey.


"kalau begitu aku dan belga akan mencari spirit air" ucap Devin.


"biar aku dan Zaco yang mencari Daisy emas" ucap Vitsa.


"Sarla dan Enna yang akan menekan sihir dan kutukan Celes" ucap Vitsa lagi.


Mereka pun berangkat ke tujuan masing masing.......


.


.


.


jangan lupa Vote, Like, daan komen ya temen temen