Lady Celestian

Lady Celestian
Episode 65 Maaf mencintaimu



Selamat Mambaca.....


...****************...


Feya POV


Perasaan ini muncul tanpa kusadari. Segala sikap dan kelembutannya membuatku melupakan yang seharusnya kulakukan. Kesenangan dan kebahagiaan muncul bersamaan dengan perasaan yang selalu mengalir. Kini aku harus apa??? ya, aku mencintainya, seorang Rey yang mencintai sahabatku. Apakah boleh egois?? tapi jika begitu dia akan menghilang, waktuku cuma sedikit. Jika begitu sama saja aku mengkhianati dan menghancurkan kepercayaan mereka. Jalan manakah yang harus kupilih??Hilang atau hidup?? egois atau mengalah??? sungguh ini menyesakkan.


Aku mencintainya, namun aku yakin ia mencintai sahabatku. Dia bahkan tidak tahu kalau aku ada. Karena ia menganggap aku adlah orang yang dicintainya. Kebingunganku semakin kompleks dengan kedatangan kakakku yang kian memprovokasiku disertai waktu yang tinggal sedikit.


2 hari yang lalu........


Malam hari yang begitu dingin, begitu juga dengan kegundahanku saat ini. Aku pun memutuskan untuk keluar mencari udara segar, pergi ke taman dibelakang mansion. Tak lama muncul sosok yang sangat kukenali dan kutakuti, ya itu adalah kakakku, Fani.


"Feya, ayo ikut kakak" katanya sambil menggandeng tanganku, mengajakku ke suatu tempat. Sedangkan aku hanya bisa menurutinya karena tak tahu harus apa.


Kami sampai disuatu tempat, tempat yang sangat ku ingat tempat dimana semua kenangan terpatri didalamnya. Tempatku sebelumnya, rumahku.


Kakakku mengajakku masuk kedalam rumah, terlihat keadaan rumah yang begitu ku rindukan. Meskipun sudah hampir bobrok, namun aku masih bisa melihat semua kenangannya, kenangan ibuku. Disini adalah tempat aku lahir dan dibesarkan hidup berdua hanya dengan ibu. Tanpa tahu keberadaan ibu.


Sudah sangat lama aku ingin kembali kesini....ahhh aku sangat merindukannya....aku tak sanggup lagi.


Aku langsung memeluk kakakku dengan erat, ia menepuk nepuk bahuku dengan lembut dan mengusap kepalaku. Berusaha untuk menenangkan adiknya yang rapuh ini.


Ia melepaskan pelukan kami, lalu ia mengambil sesuatu dari sakunya. Itu adalah liontin milik ibu, yang selama ini aku cari. Kakak memberikannya padaku, kupeluk erat liontin itu seakan aku memeluk ibu. Lagi lagi aku merindukannya....pafahal aku sudah berjanji untuk tidak menangis ataupun memiliki perasaan lainnya lagi. Aku sudah membunuh semua itu....apa ini karena Celestian dan kakak??? padahal seharusnya aku hanyalah mesin pembunuh tak berperasaan.


Kami pun duduk dikursi tua ruang tamu. Dari yang kulihat sepertinya tempat ini dirawat dengan baik menggunakan sihir.


"kakak yang selama ini merawat tempat ini, karena tempat ini adalah rumah kita" ucapnya padaku dengan suara lembut.


"kamu tahu, mimpi kakak adalah tinggal disini bersamamu selamanya" ucapnya lagi yang kian lirih seakan siap menangis.


"kak, tapi itu tidak mungkin" ucapku dengan mata sembabku usai menangis tadi.


"itu bisa terjadi Feya, asalkan kamu mau menguasai tubuh itu....kakak mohon tolong ikutlah bersama kakak" ucapnya dengan suara lemah.


"kak, aku sudah bilang kalau aku tidak akan mengkhianati temanku" ucapku pada kakakku yang ngotot itu.


"kamu yakin???jika begitu Rey akan bersama Celestian sedangkan kamu akan tersiksa dengan perasaanmu sendiri" ucap kakakku, terdengar seperti memprovokasi diriku yang saat ini bimbang.


"Tidak, itu sama saja aku penjahatnya" ucapku pada kakakku.


"kakak tahu semuanya Feya, kakak akan membuatmu hidup noemal seperti dulu dan kamu bisa bersama dengan Rey" ucapnya lagi yang kian memprovokasi diriku.....


Aku tahu itu adalah provokasi yang dilakukan oleh kakakku agar aku memilih hidup tapi entah mengapa pikiranku termakan provokasinya.


Aku tahu dia sangat menyayangiku dan ingin aku bahagia tapi ini sudah keterlaluan. Aku tak ingin merusak persahabatanku dengannya, dia teman pertamaku. Tapi entah mengapa rasanya sakit sekali.


Karena tak ingin bertengkar dengan kakakku, aku memilih kembali ke mansion meninggalkan kakakku sendirian....


Kebetulan jarak rumah dengan mansion tak begitu jauh dan aku bisa menempuhnya dengan sihir.


Aku kembali ke kamar, ditengah gelapnya malam, aku memandangi bintang bintang dilangait lewat jendela kamar. Diriku pun kembali dilanda kebimbangan. Meski begitu dalam lubuk hatiku yang terdalam muncul keegoisan dan keserakahan untuk memiliki dirinya seutuhnya, namun itu pasti hanya sesaat.


Karena sebaik baiknya orang menyembunyikan bangkai pasti akan tersium juga. Begitu juga dengan rahasia yang suatu saat nanti akan terbongkar. Itu hanya akan menyakitkan.


Selain itu aku masih punya perasaan pada sahabatku, bagaimana nantinya dengan sahabatku itu??bagaimana dengan orang orang yang dicibtainya dan mencintainya??? Banyak orang yang akan sedih karena itu, dan aku tak sanggup melihat hal itu. Dan karena diriku ini, dia juga harus menanggung kutukan dan derita sejak kecil. Entah bagaimana perasaannya tapi aku juga merasakannya.


Tak lama terdengar suara ketukan pintu, membuyarkan selurub lamunanku. Kubuka pintu itu, nampaklah sosok laki laki yang sangat kucintai.


"Belum tidur?" tanya nya padaku.


"belum mengantuk" jawabku padanya, aku tak berani menatap matanya.


"tidurlah besok kita harus ke beberapa tempat" ucapnya padaku dengan senyuman sambil mengusap kepalaku.


"baiklah, aku akan tidur. Kamu juga tidurlah, awas kalau besok terlambat" ucapku padanya, menirukan gaya Celestian.


Ia pun pergi kembali kekamarnya.


Rasanya hatiku sakit melihatnya tersenyum, bagaimana kalau fia tahu kalau selama ini hanyalah tipuan?? Hatiku begitu gelisah.......


Flashback off


Saat ini pun aku masig gelisag, apalagi kemarin Enna mengabarkab sudah menemukan caranya dan penyihir yang bersedia.


Hari ini kami sedang didanau dan Rey sedang pergi untuk mengambil makanan dan minuman. Semakin memikirkan Rey semakin sulit untukku mengambil keputusan. Tak lama, Rey datang dengan keranjang piknik ditangannya. Senyuman terukir indah diwajahnya, menunjukkan kebahagiaannya. Akankah ia juga akan tersenyum jika tahu aku ada?? pastinya tidak, karena aku merenggut orang yang dicintainya. Aku tidak ingin dibenci......Melihat senyumannya dan Celestian sudh membuatku keputusan akhir.


Aku akan menghilang, maaf kak. batinku. Cinta tak harus memiliki, memilih mengalah dan berkorban juga termasuk cinta. Itu lebih baik daripada melihat orang yang kucintai tak bahagia. Tak apa bukan denganku namun dengan sahabatku, asalkan dia dan sahabatku bahagia. Itulah cinta bagiku. Yaitu melihat orang yang kucintai bahagia.


Selain itu aku akan bertemu dengan ibu, itupun jika aku masuk kesurga....


Maaf mencintaimu.........


Siapa penyihir yang bersedia???akankah ia bisaa menjaga rahasia???apakah nantinya Feya benar benar menghilang atau Celestian memilih untuk membunuh jiwanya sendiri???siapakah yang akan mengalah??? Simak terus kisah mereka dalam Penderitaan sang Putri. Jangan sampai terlewatkan....


***Thanks for Reading....


jangan lupa like, vote, gift, dan favoritkan novel ini supaya kedepannya dapat lebih baik. Terus komen ya kritik maupun saran diterima dengan baik kok***