Lady Celestian

Lady Celestian
Episose 61



Selamat membaca.....


...****************...


Tapi tidak kusangka, hari dimana aku mengetahui segalanya tiba saat beberapa orang itu tiba....


Suatu hari, datang 3 orang kerumah kami.


Mereka memakai seragam khas pelayan bangsawan. Aku yang saat itu membuka pintu, langsung memanggil bibi. Tidak lama bibi datang, bibi yang melihat ketiga orang itu, tiba tiba wajahnya tampak pucat tampak seperti ketakutan.


"a..ada apa anda datang kesini" tanya bibi pada mereka.


"kami datang untuk membawa Tuan Fani kembali" jawab salah seorang mereka.


Bibi terlihat berpikir apa yang harus ia lakukan. Aku yang berdiri dibelakang bibi, merasa ada rahasia besar yang disembunyikan oleh bibi dan ibu. Kepalaku penuh dengan pertanyaan. Siapa mereka?? kenapa mereka kesini?? lalu kenapa memanggilku Tuan?? kenapa wajah bibi terlihat pucat?? dan berbagai pertanyaan lainnya didalam kepalaku. Tapi tak ada yang menjawab.


"kalian tidak akan kubiarkan membawa Fani, ini rumah Fani kalian mau membawanya kembali kemana" ucap bibi dengan sesikit keberanian. Ia tidak akan membiarkan keponakannya celaka, keponakannya adalah satu satunya kenangan dan peninggalan dari kakaknya.


"kalau begitu akan kami bawa paksa, meskipun harus menyakiti nona" ucap orang itu.


"be..beri aku waktu 3 hari, setelah itu silakan bawa Fani. Saya tidak akan kabur" ucap bibi dengan suara yang bergetar.


"baik, kami akan kembali kesini. Dan anak buah kami akan mengawasi kalian" ucap orang itu yang dijawab anggukan oleh bibi. Kemudian ketiga orang itu pergi.


Usai mereka pergi, bibi langsung memelukku dengan erat sambil membisikkan sesuatu ditelingaku.


maafkan bibi Fani tapi kamu harus pergi, pergilah ke bukit Arta disana ada gua. Setelah itu masuklah kedalamnya dan carilah ruangan ke enam dari depan. Lalu ambil buku warna merah di rak dalam. Hanya ini yang dapat bibi lakukan, tinggalah disana sampai keadaan tenang dan kalau bisa carilah ibumu dan adikmu.


Setelah itu bibi melepaskan pelukannya, ia menatapku.


"bibi akan melindungimu, sampai kapan pun. Besok pagi kamu harus pergi" ucap bibi, air matanya menetes, membsahi pipi cantiknya.


"lalu bibi?" tanyaku pada bibi yang masih meneteskan air matanya.


"bibi akan disini, melindungimu dan mengulur waktu untukmu pergi"


"tapi bi-" belum selesai aku berbicara, sudah terpotong oleh perkataan bibi yang membuatku kaget.


"dengarkan bibi baik baik, kita adalah Elf yang dibuang negri Elf karena ras kita yang dianggap terkutuk. Jangan sampai hal ini diketahui siapa pun, ciri ciri Elf akan muncul saat kamu berusia 12 tahun" ucap Bibi sambil mengelus pipiku.


"kenapa kata kata bibi, seolah bibi akan pergi" ucapku yang mulai menangis.


"tidak, bibi akan tetap disini. Berjanjilah pada bibi kalau kamu akan menjadi semakin kuat sehingga bisa melindubisakami. bukankah itu keinginanmu" ucap bibi dengan suara bergetar karena menangis.


"jangan membalas mereka ya" ucap bibi sekali lagi lalu memelukku, kami menangis bersama.


"sudah, anak laki laki tidak boleh menangis" ucap bibi lalu aku menghentikan tangisanku.


Keesokan harinya, bibi sudah menyiapkan semua keperluan. Pagi pagi buta aku pergi meninggalkan rumah dan bibi. Saat aku pergi, bibi mengantarku dengan senyuman diwajahnya seolah dia akan baik baik saja nantinya.


Aku melalui jalan bawah tanah yang ada dirumah. Dan saat ini aku sudah keluar dari jalan tersebut.


Aku menyusuri jalan yang diberikan oleh bibi. Udara pagi yang sangat dingin tidak membuatku berhenti berjalan meskipun sangat dingin. Apalagi saat ini musim dingin.


Matahari mulai menampakkan dirinya dengan malu malu. Kini udara sudah terasa tidak begitu dingin. Aku melepas mantel bbul yang aku pakai. Dan mulai berjalan ke atas bukit yang lebat dengan pohon.


Tidak lama aku tiba di tempat yang dikatakan bibi, aku segera mencari tempat yang benar benar tidak mencolok. Kata bibi ada gua tersebut dilindungi oleh sihir dna agar terbuka harus mencari pohon dengan bentuk yang paling unik. Saat aku menemukannya aku segera mencari tombol tersembunyi seperti yang dikatakan oleh bibi.


Tidak lama sihir itu terbuka, dan nampaklah gua kecil. Aku segera masuk kedalam gua.


Setelah menempuh hampir 4 jam didalam gua, aku menemukannya.


Kini aku sudah ada didalam ruangan itu dan nampak banyak sekali rak.


"bibi menyuruhku mencari dirak bagian dalam tapi bagaimana caranya?" ucapku bermonolog sendiri.


Aku mencari petunjuk yang ada tapi tidak kunjung ketemu.


Aku pun memutuskan untuk istirahat di tempat tidur yang ada diruangan tersebut.


Saat merbahkan diri, aku tidak sengaja melihat buku dimana sampulnya berbentuk lubang kunci. Karena penasaran, aku pun segera mencari cari kunci, siapa tahu hal itu adalah petunjuk.


Setelah lama mencari aku menemukannya ditempat yang tidak kusangka, dibawah kaki ranjang tepatnya tertutup oleh kaki ranjang.


Aku pun segera memasukkan kunci tersebut pada buku yang ada dirak.


Dan kemudian rak itu terbuka menjadi dua bagian.


Aku merasa ini ajaib, aku kagum dengan yang ada didalam ruangan ini. Tapi rasa kagum ku langsung ku tepis, aku mulai memeriksa satu persatu buku.


Satu satunya buku merah didalam rak itu berjudul rahasia keluarga, karena penasaran aku pun segera membaca. Tidak sampai 3 jam buku itu habis kubaca dan betapa terkejutnya aku.


Setelah membaca buku tersebut, aku mempelajari semua yang ada diruangan tersebut. Aku mulai mengolah semua informasi yang ada.


Kini aku tahu, bahwa kami adalah klan yang dianggap terkutuk sehingga dibuang dari negeri Elf. Awal cerita dahulu ada Elf dengan rambut putih dan kulit putih, namanya Edge. Dulu Elf tersebut membawa kutukan bagi negeri Elf sehingga negeri Elf terancam akan hilang. Tapi Raja Elf datang dan berhasil mengekang Elf tersebut. Itu adalah cerita yang diketahui oleh semua Elf.


Sedangkan ada cerita yang diketahui hanya oleh klan Elf ini. Elf yang dulu dianggap kutukan ternyata bukan raja yang berhasil mengalahkan atau mengekang.


Raja dan Elf tersebut sebenarnya adalah saudara beda ibu. Mereka saling menyayangi, tapi tiba tiba kerajaan Elf hampir terpecah belah karena faksi bangsawan dan faksi militer masalah kekuasaan sihir. Ibu dari Edge meninggal karena menjadi korban dari konflik tersebut.


Edge merasa kekuatan sihirnya tidak bisa ia kendalikan, bahkan rasanya tubuh Edge akan meledak.


Hal ini membuat orang diistana khawatir dan menghubungi Emran, saudara Edge.


Emran yang mendapat kabar pun, segera kembali ke istana. Disana tampak Edge sudah hilang kendali. Kini kekuatannya menyelimuti seluruh negeri Elf.


Saat melakukan pertarungan sengit dengan Emran, Edge berhasil mengambil alih kesadarannya kembali.


"Emran jaga semuanya, maaf menyusahkan, bilang pada semua kalau aku itu terkutuk dan kamu berhasil mengekangku" ucap Edge lalu ia sendiri meledakan mengekangkudengan tidak membuat negere Elf hancur.


"tidak, Edge jangan pergi" ucap Emran yang menangis. Edge pergi dengan senyuman diwajahnya.


Itulah asal asul klan ini dan sihir hitam yang dapat mengahancurkan segalanya.


Kembali ke topik yang sangat penting. Aku dan adikku bukanlah saudara yang sesungguhnya. Kami berbeda ayah. Ayahku seorang Elf yang dianggap terkutuk. Ia meninggal karena melindungi ibu yang saat itu mengandungku. Kemudian karena ras ibu yang diketahui orang, membuat ibu menyembunyikanku lalu terpaksa menikahi manusia itu hanya karena manusia itu menginginkan anak dari ras Elf kuat. Jadi Aku dengan adikku adalah saudara kandung beda ayah.


Meskipun begitu aku akan tetap melindunginya, dia adikku.


...****************...


Kini sudah 2 minggu aku berada didalam gua ini. Aku pun memutuskan untuk kembali ke rumah bibi.


Dan apa yang kulihat saat aku kembali, aku melihat bibi tergeletak dilantai. Aku pun berlari menghampiri bibi.


"bibi..bibi..bangun..Fani sudah pulang" ucapku sambil menepuk nepuk pipi bibi. Tapi bibi tak kunjung bangun.


Akupun memeriksa nafas, nadi, dan detak jantung bibi. Betapa kagetnya aku, bibi sudah tidak bernyawa.


"bi..jangan tinggalin Fani, Fani takut kalau tidak ada bibi...padahak bibi janji akan baik baik saja" ucapku sambil menangis tersedu sedu.


Kini aku memeluk tubuh bibi, aku baru sadar kalau luka bibi sangat parah. Siapa yang berbuat ini padanya. Bibi adalah satu satunya keluargaku setelah ibu dan adik.


Gara gara mereka aku tidak punya siapa siapa.


Kini aku terbakar amarah dan dendam pada orang tersebut, bersumpah akan membuat mereka menyesal sampai meminta dibunuh.


Aku segera menguburkan jasad bibi, aku menghapus air mataku. Seperti yang dikatakan bibi, aku tidak boleh menangis.


Dengan tujuan balas dendam aku pun mempelajari semua kekuatan bahkan melakukan penelitian tentang sihir hitam. Berbekal kemampuan aku akan mencari ibu dan adik serta membalas dendam pada orang yang telah membuat kami terpisah.


...****************...


Sudah dua tahun aku mempelajari semuanya. Kini sihirku ini sudah berada dilevel yang tinggi bahkan aku bisa melakukan perasukan jiwa sehingga jika tubuhku mati jiwaku tidak akan mati kecuali jika inti jiwa ku dihancurkan.


Aku mulai mencari ibu dan adik.


Adik yang tidak ku ketahui wajahnya aku ingin melihatnya. Dan pasti akan memberikan pelajaran pada orang itu.


"ibu, adik tunggu Fani. Fani akan menyelamatkan kalian" ucap Fani lirih, ia berusaha menyemagati dirinya.


Meskipun sihir hitam disebut sebagai sihir terkutuk dan dilarang, tapi aku tetap mempelajarinya demi nantinya.


Berbulan bulan aku mencari mereka dan apa yang kini aku dapatkan.


Ibu meninggal, adik dimanfaatkan daan kini menjadi raja iblis. Aku ingin memeluknya tapi aku akan mengurus akar dari semuanya dulu meskipun harus beribu ribu tahun.


Aku pun datang pada asosiasi penyihir hitam dimana manusia manusia itu memanfaatkan adik yang sangat kurindukan.


"si..siapa kau..kenapa kekuatanmu sebesar ini" ucap salah seorang penyihir dengan ketakutan.


"kau mau tahu siapa aku..kau akkan tahu setelah di neraka" ucapku, aku benar benar murka dengan apa yang dilakukan mereka. Lihat saja bahkan keluarga yang memanfaatkan adikku sudah kubantai, membantai asosiasi bukanlah hal sulit.


Setelah membantai seluruh manusia yang disebut penyihir hitam, kini aku berhadapan dengan pemimpin asosiasi yang merupakan otak dari semua yang terjadi.


Kami bertarung habis habisan, bercucuran dan keringat.


Hingga akhirnya aku menang, semua yelah ku hapus, kini sudah tidak ada lagi penyihir hitam.


Setelah itu, aku bersiap menemui adikku yang selalu berkirim surat denganku.


Dia yang mengetahui kalau dia punya kakak, dia sangat senang begitupun dengan ku. Meskipun adikku raja iblis aku akan selalu melindunginya karena aku sangat menyayanginya. Meskipun aku harus menjadi jahat, itu pun akan kulakukan demi Feya, adikku tercinta.


.


.


.


(orang jahat adalah orang baik yang tersakiti. Terkadang secara tidak sengaja ataupun sengaja kita menyakiti seseorang, kita dapat menciptakan penjahat. Jaga ucapan jaga perilaku, jangan gampang menyakiti orang lain).


.


.


Thanks for reading....