
selamat membaca ππ....
.
.
Jika kemarin mereka ke pantai, saat ini mereka tengah piknik di padang bunga yang cukup terkenal didaerah tersebut.
Pemandangan yang disajikan begitu menyejukkan mata, membuat hati tenang. Bunga yang berwarna warni seakan menunjukkan keceriaan tersendiri dari tempat itu.
Seperti hal nya saat ini, Rey dan Celestian(Feya) tengah menikmati suasana alam yang disajikan untuk mereka.
Mereka bercanda tawa bersama, bahkan sejenak mereka melupakan semua masalah yang tengah mereka hadapi.
"bukankah indah suasana ini??" ucap Rey dengan wajah lega.
"iya, aku juga sangat menikmatinya. Lihat banyak juga kupu kupu yang beterbangan" ucap Celestian(Feya) yang mengagumi keindahan tersebut.
"kau tahu, aku bahagia dapat menikmati semua ini bersamamu" ucap Rey dengan kelegaan dihatinya, seluruh beban serasa sudah hilang.
Sedangkan Celestian(Feya) bingung mau menjawab apa, karena dirinya bukanlah Celestian yang asli. Ia hanyalah Celestian sementara.
Maaf tapi sebenarnya aku bukan Celestian, maaf telah berbohong, batin Celestian(Feya) yang merasa bersalah dengan apa yang ia perbuat selama ini.
Tak terasa hari mulai siang, mereka memutuskan untuk ketujuan berikutnya yaitu untuk mencoba berbagai macam desert. Itu karena Rey sudah mengatur seluruh jadwal mereka berlibur dan tentunya semua itu sesuai dengan Celestian.
Kini sampailah mereka ditoko desert yang cukup menjadi bahan pembicaraan semua orang didaerah itu yaitu HOWL nama toko yang mudah diingat.
"selamat siang tuan dan nona, silakan mau pesan apa?" tanya salah seorang pelayan yang menghampiri mereka.
"kami mau princess cake, teaparty cupcakes, strawberry cake, sun flower cakes, cookes and cream cake, panna cotta, pale tale, dan magical cake" ucap Rey memesan tanpa bertanya pada Celestian(Feya)
Sedangkan Celestian(Feya) yang mendengar pesanan Rey pun hanya bisa menelan ludahnya. Bagaimana desert sebanyak itu nanti bisa habis, itulah yang dipikirkannya saat ini.
"banyak sekali memesannya" ucap Celestian(Feya) seraya menatap Rey yang masih melihat buku menu.
"kan nanti juga kau habiskan, bukankah begitu maniak kue?" ucap Rey yang masih sibuk dengan buku menu.
ohh iya, kan Celestian suka sekali dengan kue bahkan dia bisa menghabiskan berapa saja. Tapi tidak denganku, mendengar pesanan Rey saja aku sudah tidak sanggup memakan semua itu, batinnya.
Tak lama semua desert dan minuman telah datang, hanya dengan melihat saja, Celestian(Feya) sudah kenyang. Bagaimana tidak, ia harus bisa menghabiskan semua ini, kalau tidak Rey pasti curiga.
Ia pun mulai memakan desert tersebut satu persatu dengan wajah senang namun didalamnya menderita bahkan sampai mengucapkan sumpah serapah pada sifat Celestian.
Namun disisi lain, Rey merasa senang melihat Celestian makan dengan lahap. Karena memang ini tujuan Rey mengajak Celestian kesini, ia ingin mengabulkan keinginan Celestian satu persatu.
Salah satu keinginanya adalah mencicipi seluruh desert yang ada didunia, memikirkannya saja sudah membuat Rey ingin tertawa.
Rey pun kembali memanggil pelayan, dan memesan teh Rosemar yang menjadi minuman khas daerah itu.
Mereka pun menikmati seluruh pesanan dengan hati senang, mungkin.
Meskipun Celestian(Feya) sudah menawarkan desert tersebut tapi Rey menolak.
(kasihan dehhhππ, Feya jadi korban nihh)
Disepanjang perjalanan, Celestian(Feya) tertidur mungkin karena kelelahan. Dan disepanjang perjalanan pula, Rey tak henti hentinya menatap orang yang ia cintai itu. Ia sungguh bahagia karena bisa menghabiskan waktu bersama Celestian.
Dan terbesit dipikirannya sekarang, membayangkan semua teman temannya yang pastinya sedang mancari mereka. Karena Rey tahu banyak yang mencintai Celestian dan ingin mendapatkannya. Ia ingin Celestian memilihnya, tapi bagaimana ya, Celestian sendiri tidak peka dengan orang disekitarnya. Itu yang membuat Rey harus extra sabar.
Tidak lama mereka pun sampai mansion. Karena Celestian tertidur pulas, Rey kasihan jika harus membangunkannya. Saat pelayan datang ingin menyambut mereka, Rey meminta untuk tidak berisik. Ia pun menggendong Celestian bak putri, namun itu tidak membuatnya bangun.
Dengan hati hati, Rey membawa Celestian ke kamar dan membaringkannya. Saat akan keluar kamar, ia mengecup kening Celestian sekilas lalu keluar. Ia menyuruh para pelayan untuk tidak membangunkan atau mengganggu Celestian tidur, karena pastinya ia lelah.
...****************...
Keesokannya, Celestian(Feya) bangun dan ia merasa bingung kenapa ia berada dikamar. Bukankah kemarin ia ada di kereta kuda dan sedang dalam perjalanan pulang. Ia berusaha mengingat ingat tapi tidak ada memori yang muncul. Tak mau berpikir pusing, ia memutuskan untuk mandi dan bersiap siap. Jika sesuai jadwal selanjutnya, mereka akan pergi berkeliling kota karena hari ini akan ada festival Rhakgy didaerah ini untuk merayakan hari munculnya sang penyihir yang menyelamatkan kota itu dari wabah penyakit.
Usai bersiap siap dan sarapan mereka pun menuju ke pusat kota. Disepanjang perjalanan terlihat beberapa orang mengenakan pakaian penyihir dengan membawa berbagai barang.
"kenapa mereka memakai pakaian penyihir??" tanya Celestian(Feya) bingung.
"penduduk daerah selalu memakai pakaian seperti itu di festival Rhakgy karena menghormati sang penyihir yang bernama Rhakila dan kalau disini dikenal dengan Rhakgy" ucap Rey menjelaskan.
"tunggu sebentar, bukankah Rhakila adalah nama nenek motang keluargaku, generasi pertama keluarga Faben, Rhakila Penni O Faben. Satu satunya yang boleh memiliki nama tengah" ucap Celestian (Feya) yang lumayam terkejut.
"iya kan, bisa dibilang ini tanda terima kasih untuk beliau" ucap Rey yang memang sudah tahu sejarah pendirian negara.
Akhirnya mereka pun sampai, Rey pun menyuruh Celestian untuk menyamar dan berbaur dengan semuanya. Jika ditanya mengapa...,,, jawabnnya adalah jika penduduk disini melihat keturunan keluarga Faben maka para penduduk akan heboh dan melakukan ini itu.
Celestian(Feya) yang mengerti juga menyetujui hal itu.
Mereka kemudian berkeliling, dan disetiap tempat terdapat lambang keluarga Faben dipanjang serta patung dengan ukuran yang sangat besar dengan bentuk sang penyihir yaitu Rhakgy/Rhakila. Selain itu para penduduk dan semua orang menari di alun alun. Mereka pun ikut menari karena memang seru, keseruan yang tak akan terlupakan.
"bagaimana?? kau senang??" tanya Rey yang sedang menari bersama.
"iya, ini seru sekali" ucap Celestian(Feya) dengan wajah berseri seri, sejenak ia lupa kalau ia bukanlah Celestian. Seakan kepribadiannya dan Celestian menyatu.
Celestian(Feya) begitu menikmati semua yang ada di festival kali ini, ia menari dan bahkan mencoba semua hal baru yang khas dengan daerah tersebut. Mereka pun membeli banyak barang untuk diberikan kepada teman teman yang lain nantinya.
Malamnya, festival masih berlangsung. Kali ini ditunjukkan theater yang mengisahkan Rhakgy saat menolong kota ini.
Mereka pun melihat dengan antusias tanpa kehilangan suatu momen apapun terutama diantara mereka berdua.
Setelah Theater selesai, muncul pertunjukkan kembang api dengan berbagai akrobatik yang menantang untuk dilihat. Bahkan tak terasa waktu telah berlalu dengan cepat.
Karena Festival telah selesai, mereka memutuskan untuk kembali ke mansion dan beristirahat.
...****************...
Kini sudah hampir satu minggu mereka liburan tanpa ada kecurigaan sedikitpun muncul. Namun kebimbangan muncul pada diri Feya. Semakin hari semakin gelisah tanpa ada jawaban yang ditemukannya......
Kenapa Feya gelisah????apakah ini menyangkut jiwa Celestian????? Dilema akan apakah ia???
Baca lanjutannya sebentar lagi, simak terus kisah mereka dalam Penderitaan Sang putri.
Happy Reading.....
jangan lupa like, vote, and gift ya...biar untuk kedepannya dapat lebih baik lagi