
5 hari setelah pesta dansa, para murid akademi diberikan pengumuman oleh wali kelas masing masing.
"anak anak berhubung musim panen sudah hampir tiba, seluruh murid akademi diliburkan selama 2 minggu, kalian boleh pulang ke rumah ya" ucap bu Patrias memberi pengumuman.
Celestian yang mendengar pengumuman dari bu Patrias sangat senang. Dia dan Enna berencana untuk berlibur ke danau.
"apa kamu hari jumat ada waktu Rio?" tanya Celestian pada Rio. Dia sudah merencanakan sesuatu untuk 2 sahabatnya itu.
"ada, aku selalu ada waktu" jawab Rio.
"baiklah, aku akan memanggil Devin dulu" ucap Celestian berlalu meninggalkan Rio dan memanggil Devin.
"Devin" ucap Celestian memanggil Devin.
"ada apa Celes?" tanya Devin.
"ikut aku sebentar" ucap Celestian sambil menggandeng tangan Devin dan mengajaknya ke tempat duduk Rio.
"nah sudah kumpul semua" ucap Celestian.
"hari jumat apa kalian bisa ikut kami ke danau? renacananya kami akan piknik disana atau kalau bisa sekalian berkemah" ucap Celestian pada Rio dan Devin.
"boleh" jawab Devin.
"kalau begitu aku akan ke tempatnya Zaco dan Rey, ayo kalian ikut juga" ucap Celestian.
"maaf aku masih ada urusan jadi tidak bisa ikut ke Rey dan Zaco" ucap Devin.
"baiklah aku akan pergi bersama Rio"
Setelah Celestian dan Rio pergi, Devin diam mematung setelah itu menghela nafas.
tangannya hangat batin Devin sambil melihat telapak tangannya.
jantungku berdegup kencang sekali tadi saat dia menggenggam tanganku batin Devin sekali lagi.
Kembali ke Celestian.................
Celestian dan Rio pergi ke kelas 1-S untuk bertemu dengan Rey dan Zaco. Setibanya disana terlihat Zaco yang sedang melakukan kejahilan pada guru yang tertidur sedangkan Rey hanya melihat saja.
"Rey, Zaco" teriak Celestian membuat Zaco kaget dan hampir saja menjatuhkan sesuatu ke kepala guru.
"sshhht.... kaget aku"
"kenapa?" ucap Celestian berbisik didepan Zaco dan Rey.
"tidak ada apa apa" jawab Rey sedangkan Celestian tidak puas hanya mendengus kesal.
"ada apa kesini" tanya Zaco pada Celestian.
"hari jumat kalau kalian tidak ada acara ayo pergi ke danau bersama sama" ucap Celestian mengajak mereka.
"aku ikut" jawab Zaco dengan semangat.
"aku juga akan ikut" ucap Rey.
Kalau begitu nanti sore saat akan pulang kita kumpul dulu.
"oke" ucap Rey dengan ibu jari dan jari telunjuk yang disatukan membentuk lingkaran.
"kumpul? memang siapa saja yang kamu ajak?" tanya Zaco.
"aku mengajak Rio, Devin, Delli, dan kalian berdua" ucap Celestian sambil menghitung dengan jarinya.
"kamu niat?" tanya Zaco yang dijawab anggukan oleh Celestian.
Setelah memberi tahu mereka semua, Celestian pergi kekamar untuk bersiap siap pulang. Dia tidak memberi tahu orang tuanya bahwa dia akan pulang, biarkan jadi kejutan saja.
"Enna apa akmu sudah mengajak Delli dan Viro?" tanya Celestian dengan antusias
"iya sudah tapi Viro tidak bisa karena dia ada urusan" ucap Enna dengan sedikit murung karena pacarnya tidak bisa ikut.
"tidak usah sedih, kan ada kami" ucap Celestian.
"kalian sudah pacaran 3 minggu, apa kamu sudah bilang pada Viro kamu itu elf?" tanya Celestian sambil memasukkan bajunya ke koper.
"belum, aku masih butuk keyakinan untuk itu" jawab Enna.
"aku akan selalu mendukungmu" ucap Celestian dengan tersenyum.
Semua baju sudah dimasukkan, Celestian dan Enna juga sudah bersiap siap pulang. Tapi sebelum itu mereka berkumpul didepan gerbang akademi.
"kalian sudah berkumpul semua rupanya" ucap Enna.
"bagaimana kalau diganti hari sabtu, karena pastinya kita lelah kan sampai rumah terus kita berkumpul dirumahnya siapa?" ucap Celestian.
"dirumah Celes saja" ucap Rey.
"setuju" jawab Delli.
"setuju" jawab Enna.
"iya" jawab Rio.
"iya" jawab Devin.
"jam berapa?" tanya Enna.
"bagaimana kalau jam 7 pagi" jawab Zaco dengan antusias.
"boleh" ucap Celestian.
Setelah selesai berdiskusi, mereka naik ke kereta kuda masing masing dan pulang kerumah.
Dalam perjalanan, Enna dan Celestian kelelahan hingga tertidur didalam kereta. Entah kenapa sudah 1 bulan lebih 1 minggu mereka tidak pulang. Rasanya sangat rindu dengan rumah dan semua orang di rumah.
Mereka berdua sampai dirumah jam 9 malam, hampir semua orang sudah istirahat.
Meskipun pintu gerbang dan pintu rumah dikunci, Celestian dan Enna bisa masuk karena mereka punya kuncinya.
Terlihat ruangan demi ruangan yang sudah gelap karena lampu sudah dimatikan. Enna menyalakan lampu lampu di setiap ruangan. Lampu dibuat dari batu sihir dan cara menyalakannya cukup menekan tombol dari kristal sihir pasangan batu sihir.
Lampu di ruang tamu, ruang tengah, ruang keluarga, dan ruang makan sudah menyala.
Melihat lampu yang menyala, salah satu pelayan menghampiri orang yang menyalakan lampu.
Pelayan itu kaget dwngan apa yang dilihatnya dan segera berlari menuju kamar majikannya.
Pelayan tersebut mengetuk pintu kamar majikannya.
"tuan..nyonya..tuan, nyonya" teriak pelayan tadi.
Mendengar ada keributan, Duchess bangun dan membuka pintu.
"ada apa Pray?" tanya Duchess yang masih terlihat mengantuk.
"nyonya, nona Celestian dan nona Enna pulang" ucap Pray.
Mendengar kabar dari pelayan, Duchess membuka matanya sepenuhnya dan turun kebawah.
Disana terlihat dua orang gadis sedang duduk dan bersenda gurau.
"Celestian, Enna" ucap Duchess memanggil mereka.
"ibu!" teriak Celestian sambil berlari dan segera memeluk ibunya yang disambut oleh Duchess.
"kenapa sudah pulang?" tanya Duchess sambil mencium kening Celestian.
"karena akademi memberi libur berhubung musim panen" jawab Celestian.
Setelah puas dengan sang putri, Duchess menghampiri Enna yang sudah dianggapnya sebagai keponakannya sendiri.
"maaf mengganggu malam malam bibi" ucap Enna dengan lembut.
Duchess segera memeluk dan mencium kening Enna.
"kalian pasti lelah, istirahatlah" ucap Duchess.
***
Sedangkan dikamar, Duke masih ingin tidur tapi tidak bisa karena sangat berisik. Penasaran kenapa rumah sangat berisik, Duke turun kebawah. Disana ia melihat putrinya dan keponakannya.
Duke segera menghampiri mereka.
"Celestian, Enna kenapa kalian sudah pulang?" tanya Duke.
Celestian tidak menjawab dan malah memeluk ayahnya yang masih terlihat sedikit mengantuk.
"nanti biar kuceritakan, sekarang kalian istirahatlah" ucap Duchess.
"baik ibu" ucap Celestian semangat, dia tidak sabar melihat kamarnya lagi.
Sedangkan Duchess menjelaskan semuanya kepada Duke di ruang tamu.
Dikamar Celestian dan Enna...........
Terlihat kamar mereka masih sama saat mereka pergi ke akademi. Karena sudah mengantuk mereka memutuskan untuk mandi lalu beristirahat, menunggu hari esok.
.
.
.
.
maaf lama up nya.....
jangan lupa like ya teman teman