
"Anda tenang saja, mereka sudah terlatih dan mungkin tidak perlu waktu lama untuk mengambil kembali dokumen tersebut" ucap Celestian. Mendengar perkataan Celestian, Marquess berusaha untuk percaya.
Kini giliran masalah Count Trya.
"Kini monster meningkat dengan cepat didaerah kami, kami ingin meminta bantuan pada nona. Kami sudah mengungsikan warga yang ada di desa ketempat yang aman. Tapi jika terus seperti ini monster akan ke kota" ucap Count Trya menjelaskan situasi yang bahaya.
"Baiklah, akan kami kirimkan sebagian kstaria kami" ucap Celestian.
"Enna kirimkan kelompok ksatria pertama untuk menangani monster yang meningkat, lalu kita harus meminta izin pada putra mahkota untuk mengizinkan mengadakan pembasmian. Kirimkan laporan kita keistana" ucap Celestian dan langsung dicatat oleh Enna.
Akhirnya rapat selesai.
Selesai rapat, mereka segera menyelesaikan masalah yang ada. Selesai melakukan pekerjaan yang ada, mereka segera makan malam lalu mengerjakan tugas akademi dan istirahat.
Keesokannya, mereka bangun disambut matahari yang menunjukkan dirinya. Karena hari ini akademi libur maka mereka menghabiskan waktu dirumah.
Jadwal hari ini tidak sepadat kemarin.
Karena pekerjaan yang harusnya hari ini dikerjakan sudah dikerjakan kemarin. Sehingga mereka punya sedikit waktu luang. Tapi inilah yang diincar seseorang.
Saat ini Celestian menghabiskan menghabiskan waktu luangnya dengan Enna didalam kamar.
Mereka menghabiskan waktu dengan kegiatan kesukaan masing masing.
Celestian yang membaca buku sambil makan camilan dan Enna tengah membuat sesuatu dengan rajutan.
"Sudah lama sekali ya, kita tidak menghabiskan waktu seperti ini" ucap Celestian.
"Iya, dulu saat kecil kita sering melakukan hal ini" ucap Enna.
"Ohh ya Enna, ada yang ingin kutanyakan" ucap Celestian
"Apa?"
"Apa kamu dan Zaco berpacaran??"tanya Celestian dengan penasaran.
Enna yang fokus pada apa yang ia buat, tidak memandang Celestian. Tapi terlihat wajahnya sedikit merona.
"I..iya, kami mulai berpacaran seminggu yang lalu" jawab Enna, sekarang ia menatap mata Celestian.
"Ceritalah" ucap Celestian yang kini menampilkan raut penasaran sekaligus senang.
"Jadi saat kamu belum sadar, aku pingsan karena kehabisan energi. Saat itu Zaco selalu mendampingiku, mendukung dan menghibur. Kamu tahu, saat itu aku benar benar rasanya sakit melihatmu seperti itu. Sejak saat itu kami dekat."
"Tapi.. ehm sepertinya kami sudah dekat sejak aku mengakhiri hubungan dengan si laki laki buaya" ucap Enna menceritakan.
"Kamu keberatan, kalau keberatan aku akan mengakhiri hubungan kami segera" lanjut Enna yang tidak bisa mengartikan ekspresi Celestian.
"Tidak, aku malah senang. Zaco adalah laki laki yang baik meskipun mulut dan tindakannya kasar. Jika kamu bahagia lakukan, jangan selalu terpacu pada keputusanku" ucap Celestian yang memberi dukungan sepenuhnya.
"Lalu kamu?" Tanya Enna pada Celestian.
"Tentang?" Bukannya menjawab, ia malah bertanya.
"Percintaanmu, siap pemilik hatimu ini" ucap Enna yang memberi kode pada Celestian.
"Maksutmu?" Celestian malah menampilkan wajah bingung.
"Tidak ada apa apa, tidak jadi" ucap Enna yang tidak habis pikir pada sahabat sekaligus saudaranya ini. Padahal banyak yang menyukainya.
Benar benar dehh padahal ada empat laki laki yang menyukainya tapi dia tidak sadar, ya meskipun ada diantara mereka yang tidak sadar akan perasaannya sendiri, batin Enna.
"Enna, ada yang ingin aku aku katakan" ucap Celestian,kini raut wajahnya terlihat khawatir.
"Ada apa?" Tanya Enna, entah kenapa ia merasa telah terjadi seuatu.
"Sebenarnya-" belum selesai Celestian berkata kata, Mirald tiba tiba muncul.
"Celes" ucap Mirald dengan sedikit keras, bahkan Enna sempat terlonjak kaget.
"Ya ampun, Mirald" ucap Enna yang mengelus dadanya.
"Hehe maaf" ucap Mirald.
"Jadi ada apa?" Tanya Celestian.
"Temanmu itu benar benar dehh, masa kekuatannya bisa sebesar itu. Tadi aku hampir mati tercekik" ucap Mirald yang kini duduk di sebelah Enna.
"Kekuatannya memang tidak masuk akal" ucap Celestian.
Enna yang bingung dengan pembicaraan mereka, segera bertanya.
"Teman??siapa??" Tanya Enna sengan raut wajah bingung.
"Ehmm ceritanya panjang.." ucap Celestian yang bingung harus memulai dari mana.
"Katakan, jangan membuatku penasaran" ucap Enna yang benar benar ingin tahu.
Celestian pun mulai menceritakan semua kejadian. Mulai dari ia terbangun dalam kegelapan sampai berteman dengan Feya.
"Tunggu..tunggu bukankah itu berbahaya, dalam satu tubuh ada 2 jiwa" ucap Enna dengan nada yang terdengar khawatir.
"Tidak apa apa, soal itu sudah terselesaikan" ucap Celestian.
"Jadi kalian bisa bertukar jiwa?"
"Yap, tapi aku hanya memberitahukannya padamu, aku takut yang lainnya khawatir" ucap Celestian yang diangguki Enna membuatnya lega.
"Terima kasih Enna, kamu yang terbaik" ucap Celestian yang langsung memeluk Enna.
"Aku ingin bertemu dengan Feya, apa boleh?" Tanya Enna dengan hati hati.
Setelah 5 detik, jiwa berganti.
"Feya?" Ucap Enna memastikan.
"Iya, aku Feya. Maaf merepotkan" ucap Feya yang berdiri lalu membungkukkan badan Celes.
"Apa raja iblis semudah ini membungkukan badan dan menundukkan kepala didepan orang lain" ucap Enna sambil terkekeh.
"Tapi bukankah saat meminta sesuatu harus sopan?" Ucap Feya dengan sebelah alisnya terangkat.
"Mulai sekarang kita teman, jadi tidak perlu hal yang seperti itu" ucap Enna dengan senyuman.
"Terima kasih" ucap Feya.
Lalu seketika berganti lagi.
"Ehh, sudah selesai?" Tanya Celestian yang sudah mengambil alih kendali.
"Belum sih, tapi tiba tiba dia menghilang" jawab Enna.
"Sabar, dia memang pemalu" ucap Celestian. Saat ini mereka sedang tertawa kecil dengan tingkah Feya yang pemalu.
Setelah acara santai, mereka kembali disibukkan oleh beberapa jadwal. Dan sesuai rencana, besok mereka akan mengikuti pelelangan ilegal.
Sedangkan disisi lain, sedang ada perempuan yang tertawa akan rencananya.
"Hahahaaha....besok akan terjadi sesuatu dengannya, aku ingin lihat seperti apa nanti ekspresinya" ucap perempuan itu dengan senyuman jahat.
Orang tersebut bukanlah Clara. Entah apa yang direncankannya.
Keesokannya, sesuai jadwal hari ini Celestian dan Enna mempersiapkan untuk nanti malam saat pelelangan.
Beberapa jam kemudian....
Kini mereka sudah siap, mereka memakai topeng yang memang aturan pelelangan ilegal.
Sesuai rencana, mereka akan bertemu dipelelangan dengan Countess Becly.
Sedari perjalanan tidak ada masalah yang terjadi.
Setibanya ditempat pelelangan, mereka langsung masuk ketempat pelelangan setelah selesai melakukan pemeriksaan.
Pemeriksaan dilakukan dengan ketat, sehingga sulit untuk masuk. Tapi tidak dengan Celestian dan Enna.
Didalam tempat pelelangan mereka bertemu dengan Countess Becly yang sudah memesankan tempat duduk.
"Selamat malam nona" sapa Countess Becly.
"Malam nyonya" balas mereka.
Lalu mereka duduk, hingga pelelangan dimulai.
"Selamat malam para hadirin. Terima kasih sudah datang dalam pelelangan ini" ucap pembawa acara mengawali pelelangan.
"Produk hari ini budak cantik yang akan melayani anda dan tidak akan menghianati anda, namanya Flo dan juga si kakak yang seorang petarung yang bisa melindungi anda Row"
"Harga dimulai dengan 50 gold" ucap pembawa acara.
"75 gold.."
"100 gold"
" 110 gold"
Para pembeli mulai menaikkan harga sedikit demi sedikit hingga pemilik budak diputuskan.
Sebenarnya Celestian sudha tidak tahan dengan situasi ini, tapi Enna berusaha menahan Celestian kalau tidak rencana akan berantakan.
Sesaat muncul seseorang memberi tanda, tanda dimana rencana dimulai.
"Sekarang" lirih Celestian yang diangguki Enna.
Kemudian Enna segera berdiri dari tempat duduk, lalu berjalan seperti biasa dan akan pergi ke kamar mandi.
Sampai di kamar mandi, Enna segera mengaktifkan penghalang sihir sehingga tidak akan ada yang bisa kabur. Membuat orang seolah olah buta dan kelumpuhan adalah keahliannya.
Sedangkan Celestian pergi kearah kamar mandi yang sebaliknya. Disana ia memasang penghalang antisihir atas bantuan Mirald.
Selesai memasang anti sihir, ia kembali ketempat duduknya.
Tidak lama, ada guncangan yang cukup besar terjadi. Membuat semua orang panik.
Ya, sebelumnya Celestian m
.
.
.
.
Maaf ya semuanya author udh berbulan bulan nggk up, karena hp batrainya melembung 2 hari yang lalu baru datang batrainya.
Sekali lagi Author mohon maaf yang sebesar besarnya ya,
Happy Reading❤❤