
Selamat Membaca.....
.
.
.
Kini Enna dan Feya menjalankan rencana mereka. Juga mencari cara melepaskan kutukan Celestian.
Seperti sekarang, didepan Duke. Feya tengah besikap seolah ia Celestian. Ya, saat ini mereka tengah makan malam dengan keringat dingin terus bercucuran didahi Enna. Enna takut sang ayah dapat mengetahui begitu pun dengan Feya. meski diluar ia terlihat santai namun didalam hatinya ia tengah dilanda khawatir. Untunglah makan malam penuh keringat itu selesai. Kini mereka dapat bernafas lega.
"Enna, aku baru saja mengetahui suatu hal. Dan untuk melakukannya kita memerlukan bantuan penyihir" ucap Feya pada Enna .
Tak lama ada surat ditujukkan untuk Celestian. Karena kini Feya yang ada dalam tubuh Celestian, maka ia yang menerima suratnya.
*Dari Rey, sahabatmu.
Celes, sudah lama kita tidak bertemu. Bagaimana kalau kita bertemu hari ini, sekalian liburan. Aku juga lelah kalau terus bekerja . Ohh ya aku minta kita liburan berdua, aku ingin mengajakmu kesuatu tempat*.
Setelah membaca isi surat tersebut, betapa cepatnya jantung Feya berdetak. Bagaimana tidak, karena Rey mengajaknya ke suatu tempat hanya berdua. Bagaimana nantinya??dia harus bersikap bagaimana?? Rey sangat menyukai Celes, bukankah ia akan sadar nantinya.
"Enna bagaimana ini???nanti pasti akan ketahuan????aku harus apa?? kalau aku tidak setuju, dia pasti malah akan datang kesini" ucap Feya kebingungan.
"tenanglah, jika kamu tidak setuju maka pasti dia akan curiga karena Celestian sangat suka liburan" ucap Enna.
"tapi bagaimana???dia itu menyukai Celes"
"setujui saja, aku akan melatihmu untuk meniru Celes dengan sempurna. Karena sikapnya lumayan mudah untuk ditiru"
Akhirnya, Feya dan Enna mengirimkan surat balasan kepada Rey.
Keesokannya, Feya tengah menunggu kereta kuda yang menjemputnya datang. Dan sudah sejak tadi pagi, Enna selalu menceramahinya karena Enna tidak bisa ikut bersama mereka.
"ingat, selalu jaga sikapmu untuk semirip mungkin dengan celestian" ucap Enna pada Feya dengan khawatir.
"iya, tenang saja selama ini kan kita sudah berlatih" jawab Feya seraya menenangkan Enna.
Tak lama kemudian, kereta datang dan Rey turun dari kereta lalu mengulurkan tangannya pada Celestian yang disambut oleh Celestian(Feya).
Mereka pun berangkat ke tempat tujuan mereka berlibur.
Dalam perjalanan, sedari tadi Celestian(Feya) menatap keluar tepatnya melihat langit yang cerah seakan tak mempunyai masalah. Tidak seperti dirinya saat ini.
Melihat Celestian yang melamun, Rey merasa ada yang tidak beres. Karena tidak seperti biasanya Celestian bersikao seperti ini.
"Celes" panggil Rey sambil menepuk bahu Celestian.
Celestian pun terkaget dan lamunannya bubar seketika.
"ehh...iya ada apa?" tanya Celestian dengan segera menetralkan rasa kagetnya.
"kenapa melamun?? apa ada masalah?" tanya Rey dengan raut wajah cemas.
"tidak ada, aku hanya merindukan ibu saja...dulu kami juga sering berlibur" ucap Celestian, dengan cepat ia menemukan alasan untuk diberikan pada Rey.
maaf Rey, aku berbohong dan maaf roh ibu Celestian saya membuat anda sebagai alasan, Celestian maaf membuatmu berbohong, batin Celestian(Feya). Lalu menghela nafas panjang.
Kini mereka pun tiba disebuah mansion yang cukup besar.
"Ayo masuk" ucap Rey yang kemudian diikuti Celestian dibelakangnya.
Mereka pun menyerahkan bawaan mereka pada pelayan untuk diurus. Sementara Rey dan Celestian keruang makan untuk makan malam, bahkan di meja makan disediakan semua makanan kesukaan Celestian.
"berapa lama kita akan liburan?" tanya Celestian(Feya) pada Rey.
"bagaimana kalau 1 minggu" ucap Rey.
Sedangkan didalam hati Feya, ia merasa cemas. Karena ia harus berpura pura menjadi Celestian selama seminggu penuh. Ia tentunya tak bisa menolak, melihat dari sifat Celestian yang sangat suka liburan ia harus menerimanya dengan berat hati.
"boleh juga, sudah lama aku tidak liburan" ucap Celestian(Feya) yang saat ini pikirannya semakin kalut.
Makan malam pun berakhir dengan berbagai obrolan, tentunya ini menjadi bagian tersulit Feya karena harus menjawab seperti sifat yang dimiliki Celestian.
Keesokan harinya, mereka pergi kepantai. Udara dipantai saat itu sangatlah segar dengan suara deburan ombak. Membuat suasana seakan mengundang seseorang untuk bermalas malasan.
"wahhh, indah sekali" ucap Celestian yang terkagum dengan pemandangan bak lukisan yang dibuat oleh sang Pelukis.
"iya kan, sudah lama kita tidak liburan di pantai" ucap Rey yang mengagumi Celestian. Bagi Rey yang menarik saat ini bukanlah pemandangan pantai dan laut tetapi senyuman Celestian yang sangat berharga.
Mereka pun mulai bersenang senang dipantai, menikmati segala keindahan alam yang seakan mendukung mereka untuk tidak pulang.
Hari mulai senja, matahari pun mulai terbenam. Saat ini mereka tengah menikmati keindahan yang disajikan untuk mereka. Gradasi warna orange dan merah membuat mereka berdua terpukau dan tak ingin matahari tenggelam terlalu cepat.
Saat ini mereka juga tengah berkelut dalam pikirannya sendiri sendiri seraya menikmati pemandangan kala itu.
aku tahu aku salah berpura pura menjadi dirimu, itu sama saja membohongi semua orang. Celes aku mohon cepatlah bangun, aku tak masalah bila harus pergi hari ini juga dari dunia. Namun kamu tidak boleh pergi, banyak yang menyayangi dan mencintaimu. Kalau kamu saat ini sedang berada disini pastilah kamu akan bahagia. Disini dan ditempat ini kamu pasti akan menikmati semuanya, bukan aku. Aku hanya penggantimu sementara. Agar semuanya lancar. Sabarlah sebentar lagi kamu akan kembali dan aku yang akan membuatmu kembali, batin Feya. Ia merasa bersalah karena membohongi semuanya dan berpura pura menjadi Celestian.
Disisi lain, Rey juga tengah kalut dalam pikirannya sendiri.
Ia memikirkan bagaimana caranya supaya Celestian tahu akan perasaannya.
Celes apa kamu tahu bagaiman perasaanku saat ini, aku benar benar sangat mencintaimu. Pertemuan pertama kita saat itu tak pernah terlupakan. Senyumanmu selalu menyemangatiku setiap hari, berharap rasa ini terbalaskan olehmu. Aku tahu bahwa aku terlalu serakah dan egois terhadapmu, tapi bolehkan aku berharap. Celes, aku juga merasa akhir akhir ini ada yang berbeda dari dirimu. Tapi tak masalah karena kau yakin kamu baik baik saja, karena kamu kuat. Aku benar benar mencintaimu Celes, batin Rey yang selama ini selalu mencintai Celestian dan hanya Celestian untuk selamanya karena akan selalu begitu meskipun sampai mati dan terlahir kembali, ia akan tetap mencintai sosok Celestian yang telah masuk kedalam kehidupannya.
(pikiran dan hati kedua orang yang berlawanan yang nantinya akan membuat suatu dampak yang egois dan serakah yang nantinya bingung menentukan arah mereka berjalan)
Setelah matahari tenggelam dan hari mulai malam, mereka kembali ke mansion untuk membersihkan diri dan istirahat.
.
.
.
(ketahuilah mencintai seseorang yang tak tahu apakah seseorang itu suka atau tidak itu menyakitkan. Namun ada kalanya harus menyembunyikan perasaan tersebut.
Bagi orang yang tak mampu memiliki perasaanya sendiri pastilah ia memiliki sebuah alasan untuk menutup hatinya rapat rapat dan tak membiarkan siapa pun masuk.
Dan terkadang lebih baik mengutamakan ego sebelum semuanya terlambat untuk melakukannya)
.
.
.
.
**Thanks for Reading for all.....
jangan lupa like, vote, dan komen ya agar karya ini lebih baik untuk kedepannya**...