Lady Celestian

Lady Celestian
Episode 34 kesibukan



Hari ini seluruh siswa akademi berkumpul di aula karena akan ada pengumuman.


Pak Blend menuju ke panggung yang sudah disiapkan.


"perhatian semuanya, kalian diminta berkumpul karena ada suatu hal yang akan kami beritahu" ucap Pak Blend.


"seperti tahun tahun sebelumnya kerajaan meminta bantuan akademi untuk masalah pembasmian, dalam pembasmian akan ada 3 tim yang terbentuk antara lain, tim sihir, berpedang, dan tim pembawa"


"masing masing tim mempunyai tugas, tim sihir bertugas meyembuhkan atau membantu tim pedang sedangkan tim pedang akan maju ke garis depan lalu tim pembawa bertugas menangani masalah makanan, obat obatan, dan bantuan. Tidak semua ikut hanya 50 orang dari setiap tim yang akan dipilih oleh guru, pembasmian akan berlangsung 2 minggu lagi jadi tolong dipersiapkan"


"saya rasa hanya ini saja, terima kasih atas waktunya" ucap Pak Blend meninggalkan panggung lalu semua murid bubar.


Karena akan ada pembasmian, sementara pembelajaran diberhentikan karena untuk persiapan pembasmian.


Celestian segera menuju ke tempat latihan karena akan diumumkan disana siapa yang akan ikut dalam pembasmian dna masuk dalam tim pedang.


"untuk tim pedang itu dimulai dari ketua sampai sekretaris lalu untuk anggota selanjutnya akan dipilih melalui seleksi" ucap Pak Blend.


Karena Celestian tidak perlu mengikuti seleksi, dia segera menuju ke ruangan ekskul memasak untuk membantu mempersiapkan tim pembawa dalam hal makanan.


Saat akan pergi Celestian terhenti karena pak Blend memanggilnya.


"ada apa pak?" tanya Celestian.


"kamu tolong beli 100 pedang, saya tidak bisa menyuruh ketua, wakil ataupun bendahara karena mereka membantu proses seleksi" Jelas pak Blend.


"baik pak" jawab Celestian lalu pergi.


Celestian segera bergegas karena pasti seluruh anggota sedang menunggu.


brakk....


Celestian membuka pintu dengan kasar dan masuk dengan nafas yang tidak beraturan.


"maaf bu telat saya sangat sibuk hari ini" ucap Celestian sambil menyatukan tangannya memohon maaf.


"iya tidak apa apa" ucap bu Yonasia


"maafkan aku semuanya, aku telat"


"iya tidak apa apa kami mengerti" ucap wakilnya.


"baiklah, aku akan mulai mengatur semuanya" ucap Celestian setelah itu menghela nafasnya dan mulai bicara.


"seperti pengumuman yang sudah disampaikan, aku akan mengambil 20 orang dari ekskul memasak"


"maaf aku tidak bisa ikut sebagai tim pembawa karena aku harus ikut digaris depan" ucapnya dengan wajah tidak enak.


"Fira nanti kamu dan aku akan ke pusat perbelanjaan untuk membeli bahan bahannya" ucap Celestian.


"siap ketua" jawab Fira deengan hormat.


"aku minta maaf, tolong saat pembasmian kalian mengikuti intruksi dari Fira dan bu Yonasia sebagai wakilku untuk memimpin" ucap Celestian yang kembali merasa tidak enak pada teman temannya.


"baiklah aku ada pertemuan kelas jadi aku harus pergi, aku serahkan pada Fira dan bu Yonasia" ucap Celestian pergi lalu berlari karena dia hampir terlambat.


Memang di ekskul memasak, bu Yonasia tidak begitu ikut campur dalam urusan seperti ini karena dia sudah memilih pemimpin dna wakil pemimpin yang bertanggung jawab. Selain itu bu Yonasiahanya memberi arahan bagi anak anak yang tidak paham.


"aduhh aku sudah hampir terlambat" ucap Celestian saat berlari mengejar waktu.


"maaf semuanya aku terlambat" ucap Celestian dengan sedikit teriak.


"kamu telat 10 menit" ucap Rio, memang pada dasarnya Rio adalah orang yang tepat waktu.


"maaf tadi aku masih mengurus hal hal yang merepotkan" ucap Celestian.


"iya iya baiklah" ucap Rio yang memaklumi karena Celestian punya banyak tugas sebagai sekretaris ekskul berpedang, ketua ekskul memasak dan ketua kelas.


"jadi kita akan membahas tentang keuangan dan orang yang akan menjadi wakil dari setiap kelas membantu tim pembawa" ucap Rio pada semua teman dikelas.


"untuk keuangan nanti akan dibahas pada rapat petugas kelas, sekarang kita akan membahas siapa yang mewakili kelas untuk tim pembawa" ucap Celestian.


"ayo kita kirimkan orang yang bisa obat obatan dan bisa menjadi bantuan saat kekurangan orang" Lanjut Celestian.


"bagaimana kalau Yury dengan Ruu?" usul Rio pada Celestian dan seluruh teman dikelas.


"yang setuju angkat tangan" ucap Grej, semua mengangkat tangan tinggal keputusan ditangan ketua kelas.


"aku juga setuju, Yury yang punya sihir serangan dan Ruu yang punya sihir penyembuh dan bisa obat obatan, itu ide yang bagus" ucap Celestian.


Akhirnya sudah diputuskan kalau Yury dan Ruu yang menjadi perwakilan kelas. Usai rapat kelas sekarang giliran rapat petugas kelas.


"laporan keuangan kelas kita semakin baik" ucap Yury.


"ada satu masalah Celes" ucap Grej.


"masalah apa?" tanya Celestian.


"semakin hari para kakak kelas berandalan itu selalu mengambil dna menghancurkan alat alat dikelas kita, aku sudah mencatat alat alat yang rusak" jawab Grej.


"Yury apa kamu sudah menghitung total kerusakan dan apa keuangan kita cukup?" tanya Rio pada Yury yang tengah melihat buku khas kelas.


"uang kita cukup tapi kita juga harus mencari penanggulangan masalah ini" ucap Yury.


"untuk peralatan biar kubeli sendiri sekalian membeli keperluan ekskul" ucap Celestian.


"lalu untuk masalah alat alat kelas yang sering diambil kakak kelas aku ada ide" lanjut Celestian.


"bagaimana?" tanya Grej, dia sampai capek terus mencatat alat alat yang rusak atau diambil.


"Yury, nanti kamu belilah lemari di daerah Rezio karena disana cukup murah untuk perabotan dan Rio nanti saat lemarinya sudah ada pasanglah sihir agar yang bisa membuka hanya anak anak kelas saja kalau perlu buat lemarinya transparan" ucap Celestian yang sedang kesal karena kondisi kelas.


"kenapa tidak sekalian kamu saja yang beli?" tanya Yury.


"aku tidaak bisa soalnya aku pergi kepusat perbelanjaan didaerah Sayoni" jawab Celestian.


Karena semua masalah sudah diselesaikan, Celestian pergi ke asrama untuk istirahat karena besok akan menjadi hari yang melelahkan.


.


.


.


.


Jangan lupa like dna vote ya biar aku tambah semangat...