Lady Celestian

Lady Celestian
Episode 4 pekerjaan Enna



Setelah Celestian membebaskan anak itu, Celestian dan sir Tirsan pergi ke toko gaun dan baju.


Disetiap perjalanan anak itu selalu mengikuti mereka, mereka pun membiarkannya saja. Tapi lama-lama Celestian sudah tidak tahan lagi.


"kenapa kamu mengikuti kami? apa yang kamu inginkan dari kami?" tanya Celestian dengan sesikit lembut pada anak itu.


"maaf nona. Saya ingin berterima kasih pada anda karena sudah menyelamatkan saya dari para preman. Saya ingin membalas kebaikan anda, tolong biarkan saya bekerja dengan anda, pekerjaan apapun akan saya lakukan untuk nona" pinta anak itu pada Celestian dengan kepala menunduk.


"tapi kami tidak mau memperkerjakan anak dibawah umur" ucap sir Tirsan.


"saya mohon, saya sudah tidak punya tempat untuk kembali" pinta anak itu dengan mata berkaca kaca.


"hemm....baiklah, kebetulan aku butuh teman" kata Celestian.


"tapi nona kalau anda berteman dengan dia, derajat anda akan menurun" ucap sir Tirsan memberitahu.


"benar juga, ohh atau kamu jadi asisten atau dayangku saja sehingga tidak ada gosip apapun" ucap Celestian memberitahu idenya pada anak itu dan sir Tirsan.


"baik nona saya izinkan, tapi anda harus bilang pada tuan Duke dan nyonya" jawab sir Tirsan.


"oke, serahkan padaku" jawab Celestian dengan senyuman.


"terima kasih nona, saya akan melakukan yang terbaik untuk anda" kata anak itu dengan senyuman lega dan bahagia.


Setelah itu mereka berjalan kembali mencari toko yang cocok dengan selera Celestian. Ditengah perjalanan, Celestian mengingat sesuatu. "ohh iya aku hampir lupa, siapa namamu?" tanya Celestian pada anak itu.


"nama saya Sire nona" jawab anak itu.


"Sire...uhmm..nama itu tidak cocok denganmu..bagaimana kalau Enna saja!" ujar Celestian memberikan pendapatnya.


"saya senang nona mau mengganti nama saya, kalau begitu mulai sekrang nama saya Enna" ucap Enna dengan senyuman bahagia.


Melihat hal itu, sir Tirsan hanya bisa menonton, dia tidak habis pikir dengan seluruh kelakuan nonanya itu tapi itu yang menarik dari nonanya, tentunya sir Tirsan hanya bisa berkata dalam hatinya.


"Karena urusan ini sudah selesai, ayo kamu ikut aku masuk dalam toko, kamu juga perlu sedikit sentuhan" kata Celestian sementara Enna hanya bisa menurut.


Sesudah masuk toko, Celestian langsung berkeliling melihat baju dan gaun yang dipajang, sesaat dia melihat pakaian yang mungkin cocok untuk Enna.


"Enna kemarilah" ajak Celestian.


"iya nona, ada apa??" tanya Enna.


"pelayan, tolong ambilkan dress itu dan pakaikan pada dia" perintah Celestian dengan girang.


Setelah keluar dari ruang ganti, Celestian melihat perubahan pada diri dan penampilan Enna.


Pakaian yang berwarna biru dengan pita bagian pinggang sebelah kiri dengan renda dibawah dress itu sangat cocok dipakai oleh Enna dan itu masih pakaian keluar rumah.


"tenanglah ini baru dress keluar rumah selanjutnya baju kerjamu" ucap Celestian sambil melihat lihat yang ada di toko.


Mereka pun berkeliling mencari baju untuk Enna. Setelah selesai mencari baju untuk Enna giliran Celestian yang mencari dress.


"Enna menurutmu ini cocok tidak untukku??" tanya Celestian pada Enna.


"coba anda pakai dulu" saran Enna.


Sesudah keluar dari kamar ganti, Enna melihat nonanya dengan kagum, sosok yang ia kagumi sesaat dia melamun melihat nonanya itu.


Dress yang berwarna pink dengan lengan panjang dan penuh renda sangat cocok dipakai Celestian.


"nona sangat cantik sekali memakai itu" ucap Enna memuji Celestian


"benarkah.." jawab Celestian dengan ragu dan akhirnya membeli dress itu. Setelah memilih berbagai dress untuk Celestian hingga sore, sudah waktunya mereka pulang.


Sesampainya dirumah...........


"Ibu..ayah aku pulang" dengan senang Celestian langsung memeluk ayah dan ibunya itu.


Ibu dan ayahnya yang melihat seorang anak berumur seperti Celestian bertanya "Celestian siapa anak itu" tanya Duke.


"ayo ikut aku, akan aku jelaskan" Celestian mengajak orang tuanya ke ruang keluarga dan menceritakan semuanya dari awal. Dari dia yang melihat para preman memukuli Enna lalu dia yang memberi uang pada para preman sampai dia yang membawa Enna kerumah untuk dijadikan asisten atau dayang pribadinya.


Mendengar penjelasan Celestian, Duke dan Duchess bangga anak mereka mau menolong orang lain tapi mereka sedikit tidak setuju karena Enna masih dibawah umur selain itu pasti akan ada gosip yang tidak tidak.


"Ayah..ibu aku mohon..., aku ingin punya teman" pinta Celestian dengan mata yang berkaca kaca


"baiklah ibu izinkan. aku mohon tolong izinkan Celestian ya..." pinta Duchess pada Duke karena tidak mau sampai anaknya sedih dan menangis.


"baiklah, tapi cuma kali ini saja, oke!?" Duke pun akhirnya menyetujui permintaan Celestian karena Duke sadar dia tidak akan menang melawan ibu dan anak didepannya ini.


"yeyy.. terima kasih ayah ibu" teriak Celestian sambil memeluk dan mencium pipi ayah dan ibunya.


Duke dan Duchess pun bahagia melihat putri mereka satu satunnya senang.


Dengan segera Celestian menemui Enna yang menunggu diruang tamu. Sesampainya di ruang tamu, "Enna ayah dan ibuku sudah mengizinkan, ayo pergi kekamarku!! biar para pelayan membawa barangmu kekamarku" ajak Celestian dengan riang gembira.


Duke dan Duchess pun menghampiri mereka,


"tolong jaga dan temani Celestian ya.. kalau dia sampai berbuat hal yang tidak sesuai nona bangsawan nanti kamu laporkan kepadaku, dia anak yang suka membuat ulah soalnya" ucap Duchess memberitahu tugas pada Enna.


"baik nyonya, saya akan menjaga dan menemani nona dengan baik" jawab Enna dengan sopan.


"ya harus seperti itu, aku percayakan dia padamu" ucap Duchess yang khawatiran pada Celestian.