Lady Celestian

Lady Celestian
Episode 24 liburan



Saat ini Celestian dan Enna sedang bersiap siap ditemani oleh Delli.


Sebenarnya mereka sudah selesai bersiap siap tapi mereka berbicara lama sekali, merencanakan apa yang akan mereka lakukan didanau.


"nanti sesampai disana bagaimana kalau mendirikan tenda dulu?" ucap Delli memberikan ide.


"iya, setelah itu kita jalan jalan" ucap Enna setuju dengan Delli.


"bagaimana kalau kita juga berpetualang?" Celestian memberikan ide liarnya.


"nanti kita bicarakan dengan yang lainnya" lanjut Celestian.


Saat akan menutup pintu kamar, terdengar suara yang keras diruang tamu.


"mereka berisik sekali" ucap Delli


Karena penasaran mereka pun segera turun dan menuju ruang tamu. Saat hampir sampai terdengar sedang ada yang menceritakan kisah memalukan Celestian.


Celestian segera membuka pintu dan terlihat semua sedang tertawa.


"ibu!! jangan cerita hal seperti itu" teriak Celestian yang berhambur menuju ibunya dengan pipi yang merona karena malu.


"kenapa, kan lucu" ucap Duchess dengan tertawa kecil.


"sudahlah, ayo berangkat" ucap Celestian, Dia tidak mau ibunya meneruskan cerita masa kecilnya.


"ya sudah hati hati ya, kalian para laki laki harus menjaga tiga perempuan ini, Celestian jangan bertindak sembarangan" ucap Duke dengan tatapan tajam pada para laki laki itu.


"kami berangkat ya bibi" ucap Enna pamit.


"iya hati hati"


Mereka semua segera masuk kedalam kereta kuda yang bisa memuat 10 orang.


Didalam kereta kuda.......


"Enna kamu memanggil Duke dan Duchess dengan sebutan paman dan bibi?" ucap Devin.


"iya mereka menyuruhku seperti itu" jawab Enna singkat.


"ternyata Duke hanya bersikap hangat pada Celes" ucap Zaco.


"Tadi aku melihat senyuman hangat Duke, ternyata Duke dingin bisa tersenyum" ucap Zaco sekali lagi.


"kamu salah" ucap Rey dengan singkat. Mendengar ucapan Rey, Zaco kebingungan.


"tidak hanya kepadaku, Enna juga seperti itu karena aku dan Enna kan adalah anak anaknya" ucap Celestian sambil memakan kue yang dibawa dari dapur.


"kamu kalau makan terus nanti akan gendut lho" ucap Devin.


"tenang saja Celestian sampai kapanpun tidak akan bisa gendut" jawab Delli yang disertai anggukan kepala dari Celestian.


Mereka hanya bisa menggelengkan kepala saja. Sedangkan Rio sedari tadi tetap diam tak bersuara.


"kenapa kamu diam saja Rio?" tanya Celestian.


"tidak apa apa" jawab Rio.


"baiklah akan kami nantikan" jawab Devin.


Jarak Danau dari rumah Duke Faben adalah 10 km sehingga memakan 5 jam perjalanan.


Tidak terasa sekarang mereka sudah sampai, mereka turun dari kereta bergantian.


"wahh indahnya" ucap Delli dengan kegirangan.


"baiklah ayo siapkan tenda" ucap Zaco.


Mereka menyiapkan tenda dan alat alat lainnya dengan gembira sambil bersenda gurau.


Celestian, Enna, dan Delli bertugas mencari tempat untuk menikmati pemandangan dan mencari buah buahan atau sesuatu yang berguna karena mereka sepakat untuk berkemah seolah bertahan hidup. Mereka ingin melakukan apa yang diajarkan oleh bu Yonasia saat dikelas.


Sedangkan Devin dan Rio mendirikan tenda lalu Rey dan Zaco mengeluarkan barang yang sudah disiapkan lalu menyusunnya dengan rapi.


Semua persiapan sudah selesai dan saatnya jalan jalan. Mereka jalan jalan disekitar danau sambil menikmati pemandangan.


Saat berjalan jalan Celestian tidak sengaja melihat seekor anak beruang di bawah pohon.


"Eh.. lihat ada anak beruang" ucap Celestian sambil menunjuk ke arah anak beruang.


"iya, apa dia terpisah dari induknya ya" ucap Enna.


"tapi hati hati, beruang berwarna putih sangatlah berbahaya pada orang yang tidka mereka sukai" ucap Delli.


"tapi dia imut" ucap Celestian dengan mata berbinar binar.


Mereka segera mendekati anak beruang itu, rupanya anak beruang sedang tidur.


Mereka menunggu si anak beruang untuk bangun. Hingga saat bangun si anak beruang malah berlari ke arah Rio.


Kyuuu..... suara anak beruang itu.


"wahh dia suka dengan Rio" ucap Celestian dengan semangat.


Mereka akan mengelus kepala si anak beruang tapi, malah diberi wajah marah oleh si anak beruang.


"Rio, dia menyukaimu kenapa tidak kamu pelihara saja, lagi pula beruang putih itu suka pada orang yang memiliki sihir"


"kasihan juga kalau ditinggalkan...ehm.. akan kurawat dia. Mulai sekarang namamu Beary artinya seekor beruang putih imut" ucap Rio karena hatinya luluh pada Delli dan si Beary.


"apa aku boleh ikut merawatnya juga?" tanya Delli dengan tatapan mata berharap.


"iya, coba kamu dekati Beary" ucap Rio dengan lembut.


Delli perlahan lahan mulai mendekati Beary yang sedang ada didepan Rio.


"Beary, aku Delli mulai sekarang aku juga ingin jadi temanmu" ucap Delli membujuk Beary, setelah lama mencoba mendekati Beary akhirnya Beari mau menerima Delli.


Hari sudah petang dan waktunya kembali ke tenda. Mereka pergi ke tenda dengan membawa Beary.


Sesampai di tenda, mereka bersiap siap untuk pertunjukkan malam sambil menikmati bintang bintang yang bertaburan dilangit malam.