Lady Celestian

Lady Celestian
Episode 42 Fakta Celestian



Setelah Celestian tertidur didalam tenda, Enna keluar tenda mencari pengganti untuk Celestian.


Saat hendak pergi melapor, Enna melihat Gina yang terlihat menganggur.


"Gin tolong gantikan Celes, dia tidak enak badan sekarang" ucap Enna pada Gina.


"ok, tapi Celes ditim mana?" tanya Gina.


"Dia di tim 1 kamu langsung kesana saja, semuanya sudah tahu kalau Celes tidak enak badan" jawab Enna, Gina pun mengerti dan pergi untuk menggantikan Celestian.


Waktunya pergantian tim, Rey, Belga, dan Devin berkumpul ditenda tempat Celestian istirahat. Mereka ingin meeminta penjelasan pada Enna terkait kejadian tadi.


Disana terlihat Enna yang sedang menjaga Celestian.


Enna yang melihat mereka pun segera menyuruh mereka keluar.


"keluarlah dulu akan kujelaskan" ucap Enna sedikit dingin.


Mereka mematuhi perkataaan Enna dan keluar dari tenda.


Melihat Enna yang sudah keluar tenda, mereka mulai membombardir pertanyaan pada Enna.


"Celestian kenapa?" tanya Devin.


"kenapa dia jadi tidak terkendali tadi?" ganti Rey bertanya.


"iya, tadi dia baik baik saja lalu dia seperti orang lain, sebenarnya apa yang terjadi?" Belga yang baru kenal dengan Celestian pun ikut bertanya.


"kau siapa?" tanya Enna dengan pandangan mengarah pada Belga.


"aku Belga, nanti setelah kau cerita baru aku cerita" Jawab Belga.


Sedangkan Rey dan Devin menatap Belga, Sepertinya akan ada saingan baru. Itulah yang dipikirkan mereka berdua.


Tapi mereka segera menepis pikiran mereka, sekarang bagi mereka yang terpenting adalah keadaan Celestian.


"sebenarnya Celestian berbeda dari yang lain, dia memiliki energi sihir yang sangat banyak. Tapi terkadang dia tidak bisa mengendalikan sihirnya seperti tadi" jelas Enna.


"tapi aku mempelajari sihir penetralan dari kakek dan untungnya aku memiliki sihir penyembuh jadi aku bisa menguasai penetralan" jelas Enna lagi.


"lalu kenapa kau tidak memberi tahu menara sihir atau Gereja Suci Terisa?" Tanya Devin.


"itu tidak bisa karena pastinya Celes akan dijadikan penelitian oleh sekelompok orang itu" jawab Enna. Mereka pun sependapat dengan perkataan Enna.


"kalian semua kenapa?" tanya Celestian dengan raut wajah bingung.


"kau tadi pingsan, jadi kami sedikit khawatir" jawab Devin yang dijawab ohh saja oleh Celestian.


Tiba tiba masuklah Zaco kedalam tenda Celestian dengan wajah khawatir bercampur takut.


"baru datang tapi kenapa wajahmu seperti itu?" tanya Enna pada Zaco. Terlihat nafas Zaco yang tersenggal senggal.


"ga...gawat" ucap Zaco masih dengan nafas yang tidak beraturan.


"apanya yang gawat?" tanya Enna.


"tenangkan dirimu dulu" ucap Enna lagi.


Disaat Enna berusaha menenangkan Zaco yang nafasnya tersenggal senggal, tiba tiba perasaan Rey tidak enak. Entah kenapa dia tidak tenang, tiba tiba dia memikirkan Delli. Tapi segera mungkin ia menepisnya, mungkin karena ia sedang lelah saja.


"Delli, dia diculik" ucap Zaco dengan menatap Rey.


"apa!! bagaimana bisa" ucap Rey dengan nada resah.


"tadi tiba tiba ada sihir yang sepertinya membuat kami tidak bisa melihat Delli" ucap Zaco menjelaskan.


"bukankah disana ada banyak orang" ucap Enna yang ikut khawatir.


"iya tapi gara gara sihir itu kami tidak bisa melihat Delli, apa lagi tadi muncul kabut sehingga mengganggu penglihatan kami" jelas Zaco lagi.


"Rio dan aku baru tahu saat terdengar suara samar samar Dellu meminta pertolongan, mungkin karena efek sihirnya mulai berkurang"


"Tadi Rio masih berusaha mengejar mereka dan aku kesini untuk memberitahu kalian"


"apa kalian tidak curiga dengan semua kejadian ini?" tanya Devin.


"iya semua kejadian ini benar benar mencurigakan" Belga pun sependapat dengan Devin.


"apa jangan jangan......"


.


Maaf ya author sudah lama tidak up karena kehabisan Ide, selain itu watu aku mau buat novel baru tapi kenapa tidak bisa upload covernya.....huft....


Happy Read ya semuanya......