Lady Celestian

Lady Celestian
Episode 44 melarikan diri



Selamat Membacađź“–đź“–


Sudah 2 hari mereka mencari Delli, berarti juga sudah 2 hari pula mereka tidak tidur apalagi Rey dan Rio yang benar benar frustasi tidak bisa menemukan Delli.


"Delli dimana kamu" ucap Rey bermonolog sendiri.


"bagaimana?? sudah ketemu??" tanya Enna.


"masih belum...kalian??" tanya Rio.


"kami juga tidak, bagaimana kalau kita tunggu Celes" jawab Enna.


Tidak lama Celes pun datang.


"bagaimana??" tanya Rey yang dijawab gelengan oleh Celestian.


"bagaimana ini?? apa yang harus kukatakan pada ibu dan ayah nanti" ucap Rey.


"bagaimana kalau kita cari bersama sama lagi" ucap Devin menawarkan.


"iya ayo kita cari lagi" Celes pun setuju.


flashback on.....


"apa jangan jangan ini sudah direncanakan oleh seseorang" ucap Enna.


"tapi kami tidak punya masalah dengan siapapun" kata Rey.


"aku rasa ada" ucap Rio setelah berpikir keras.


"siapa?" tanya Rey.


"apa kau lupa, kalian meminta bantuanku untuk menipu Putra Mahkota Jerifo" ucap Rio.


"kalian memintaku untuk berpura pura jadi tunangan Delli" lanjut Rio.


"ohh jadi lagi lagi dia, aku benar benar ingin memenggal kepalanya apakah boleh" ucap Celes dengan tatapan seram.


"jangan!! nanti kamu dipenjara" ucap Enna.


"yang penting sekarang kita harus mencari Delli" ucap Celes yang diangguki semuanya.


.


.


Flashback off...


Mereka sudah mencari kemana mana tapi tetap tidak menemukan Delli, sekarang mereka benar benar tidak tahu harus bagaimana lagi.


Disisi Delli......


Sore hari sudah tiba, saat ini Delli sudah siap. Dia diantar oleh 2 orang pria.


"Kalian membawaku kemana?" ucap Delli dengan ketus.


"nona kami mohon diam" ucap salah satu pria.


Tidak lama mereka sampai didepan sebuah ruangan. Didalam ruangan terlihat Jerifo memakai pakaian senada dengan yang dipakai Delli.


"aku tidak akan menikah denganmu!!" bentak Delli pada Jerifo.


"tapi itu tetap akan terjadi" ucap Jerifo dengan wajah liciknya.


Usia Delli baru 15 tahun tapi saat ini ia tengah dipaksa untuk menikah bahkan dengan cara diculik. Sebenarnya dalam kekaisaran ini perempuan boleh menikah saat berusia 18 tahun atau setelah lulus dari akademi. Tapi hal itu pengecualian untuk orang yang berstatus tinggi seperti raja, ratu, pangeran, putra mahkota dan Duke.


Jika mereka menikah maka tidak akan ada yang bisa memisahkan mereka kecuali mereka sendiri, tentunya dengan persetujuan sang perempuan dan laki laki, jadi tidka boleh hanya sepihak saja.


Dan Delli tahu hal itu, itu sebabnya ia harus kabur sebelum terlambat. Saat ia tengah memikirkan cara untuk kabur, ia melihat sepasang belati yang ada di meja. Itu membuat Delli senang karena akhirnya ada celah untuk melarikan diri.


Saat Jerifo tengah memberi perintah pada 2 pria itu, Delli yang tidak diperhatikan segera menghampiri meja dna mengambil dua bilah pisau itu.


Delli tidak bisa menggunakan pedang tapi dia ahli dalam menggunakan belati. Itu karena ia, Celestian, dan Enna bersama sama mempelajari hal itu diam diam, bahkan orang tua mereka tidak tahu.


Celestian yang bisa menggunakan Pedang dan belati Enna yang bisa menggunakan panah ataupun ketapel, dan Delli yang lihai memainkan belati.


Karena Jerifo sadar kalau Delli mengambil dua bilah pisau itu, Jerifo segera menghampiri Delli. Dia berniat merebut pisau yang dibawa Delli.


Jerifo kira Delli berniat bunuh diri tapi dugaannya itu salah. Saat hendak menghampiri Delli, Delli sudah melumpuhkan satu pria yang berjaga dengan hanya 2 pisau panjang.


"cepat tangkap Delli" ujar Jerifo memberi perintah.


dua pria itu berniat menangkap Delli tapi,


srek.....


croot....


Jari salah satu pria itu terpotong lalu pria satunya hampir tertusuk.


"kau mau maju, nasibmu akan seperti mereka" ucap Delli.


Alhasil pisau menggores dahi Jerifo agak dalam dan Jerifo jatuh karna kesakitan.


Delli pun memanfaatkan itu untuk keluar. Disetiap jalan keluar selalu dihalangi oleh pria suruhan Jerifo tapi Delli berhasil mengalahkan para pria itu dan terus lari keluar.


"Dimana dia!!" bentak Jerifo pada para pria itu.


"nona berhasil kabur tuan" ucap salah satu pria dengan ketakutan.


"dasar tidak becus!!" ucap Jerifo lalu menyuruh anak buahnya mengejar dengan kuda.


Sementara Delli, ia terus berlari dari kejaran dengan masih menggunakan gaun pernikahan. Ia yang tadinya sudah rapi sekarang penampilannya jauh dari kata baik baik saja.


Rambutnya yang terutai, tangan dan gaunnya yang terdapat noda darah serta tanah. Itulah penampilan Delli saat ini.


"dasar gaun menjengkelkan" ucap Delli lalu menggunakan pisau yang ia bawa untuk memotong bagian bawah gaun itu.


Sekarang gaunnya panjangnya hanya selutut saja.


"hos...hos... aku harus sembunyi" ucap Delli bermonolog sendiri.


Ia pun bersembunyi dibawah pohon yang dikelilingi semak semak.


Ia ingin segera bertemu semuanya tapi sekrang ia sendiri tak tahu ada dimana. Tidak lama terdengar suara teriakan memanggil,


"Delli!!!"


"Delli!!"


Delli sangat kenal suara itu, ia ingin segara berlari mendatangi suar itu. Tapi nanti dia bisa ketahuan oleh para pengejar.


Saat tengah bertempur dengan pikiran dan hatinya akhirnya Delli memilih menghampiri suara itu.


"Ce- uhmmm emm" sebelum berteriak memanggil mulutnya dibungkam seseorang.


Ia tidak mau dibawa oleh mereka lagi, karena ada celah ia menendang orang yang membekap mulutnya pada bagian yang sangat berharga.


"auchh" rintih pria itu.


Memanfaatkan keadaan, Delli segera lari menuju asal teriakan itu.


Seseorang itu menyadari kalau ada suara memanggilnya dan dia mengahampiri suara teriakan itu, seseorang itu adalah Celestian.


"Delli" ucap Celestian saat berhasil menemukan sahabatnya meskipun dalam kondisi tidak baik baik saja.


"Celes...hiks..hikss.. aku takut" ucap Delli sambil menangis.


"tidak usah takut, ada aku sekarang" ucap Celestian yang diangguki Delli.


"kalau begitu ayao pergi" ucap Celestian lagi.


Saat akan pergi mereka sudah terkepung oleh pengejar Delli.


"Delli larilah ke lurus ke utara" ucap Celestian sedangkan Delli menggeleng.


"aku tidak ingin menibggalkanmu" ucap Delli.


"tapi kamu sudah hampir tidak punya tenaga, cepat lari!!" suruh Celestian.


Mau tidak mau Delli lari dari tempat itu.


"kau mau melawan kami, tapi kau sudah pasti kalah jumlah" ucap Salah satu pengejar.


"siap bilang aku kalah jumlah" ucap Celestian menyeringai.


"Mirald" ucap Celestian lalu Mirald keluar dari kalung, tentunya dengan wujud loli.


"Verdina, Curca" ucap Celestian lalu munculah banyak banyangan dirinya dan Mirald. Banyangan itu berasal dari cermin Mirald menggunakan sihir.


"bagaimana" ucap Celestian. Lalu mulai menyerang mereka.


"lagi lagi kamu meanggilku saat sedang terkepung seperti ini" ucap Mirald.


"maaf maaf"


"nanti belikan aku macaron sebagai gantinya" ucap Mirald.


"iya nanti ku belikan" ucap Celestian.


Sedangkan Delli, saat ini ia tengah berlari ke utara seperti yang diarahkan Celestian tadi...


Tidak lama nampaklah sesosok laki laki.


"Rio..." teriak Delli memanggil laki laki itu.


.


.


.