Lady Celestian

Lady Celestian
Episode 55 Sibuk



Selamat Membaca 📖📖📖.......


5 hari telah berlalu, kini kondisi Celestian pulih sepenuhnya. Dukungan dari teman dan keluarganya lah yang membuatnya semangat untuk segera sembuh dan ikut membantu perang yang terjadi.


Hari ini juga merupakan keberangkatan teman temannya ke medan perang. Devin dan Zaco berangkat menaiki kuda hitam dengan zirah dan membawa pedang.


"Enna jaga dirimu baik baik" ucap Zaco sambil mengecup kening Enna. Hal itu membuat semua heran, mengapa mereka begitu romantis didepan mereka. Hemm mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang akan terpisah jauh.


"Kamu juga" ucap Enna yang membalas kecupan dipipi Zaco.


"Kalian hati hati disana ya, kalian pasti bisa" ucap Celestian yang menyemangati mereka.


Setelah berpamitan, mereka pun segera pergi bersama ksatria lainnya menuju medan perang yang penuh darah.


Jika ditanya apakah mereka libur dari akademi. Iya, sejak kejadian yang menimpa Delli, mereka memutuskan untuk berhenti sejenak. Sampai saat ini terjadi perang yang cukup besar.


Sebagian siswa akademi tidak mengikuti perang dan kegiatan akademi tetap berlangsung.


Mulai saat ini hari hari sibuk Celestian dan teman temannya dimulai.


Usai mengantar kepergian teman temannya ke medan perang, Celestian dan Enna mempersiapkan diri untuk menggantikan tugas orang tuanya.


Hari ini waktunya, Celestian dan Enna mengikuti pembelajaran di akademi. Pembelajaran mereka berlangsung selama beberapa jam. Usai pembelajaran akademi, mereka pulang kerumah untuk melakukan jadwal hari ini. Mulai hari ini mereka tidak tinggal diasrama karena tugas dirumah menumpuk.


Mereka benar benar harus pintar membagi waktu.


Sesampainya dirumah, mereka langsung disambut oleh kepala pelayan, namanya Holf.


"Selamat datang nona" ucap Holf sambil setengah membungkuk sebagai tanda hormat.


"Nona mau istirahat dulu atau langsung bekerja?" Tanya Holf dengan ramah. Holf adalah tangan kanan ayahnya yang sangat setia, meskipun usianya yang hampir seperti kakeknya, Holf masih terlihat muda.


"Ehmm...aku langsung bekerja saja, supaya cepat selesai dan istirahat" jawab Celestian.


"Baiklah, akan saya siapkan" ucap Holf lalu pamit undur diri untuk menyiapkan pekerjaan hari ini. Sedangkan Celestian dan Enna masuk ke kamar untuk mengganti baju.


Usai mengganti baju, mereka masuk kedalam ruang kerja dan mulai mengatasi dokumen dokumen yang memusingkan.


"Hari ini jadwal kita apa saja?" Tanya Celestian pada Enna.


Enna mulai membacakan jadwal yang harus diselesaikan hari ini.


"Jadwal kita hari ini, ada rapat dengan Marquess Naba, Countess Becly, dan Count Trya. Lalu masalah longsor yang terjadi diwilayah Narlois, Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan panti asuhan dan akademi dasar ksatria, dan terakhir masalah penggelapan yang dilakukan Count Nathan lalu makan malam, mengerjakan tugas akademi dan tidur" ucap Enna yang selesai membacakan jadwal mereka hari ini.


Mengetahui jadwal yang ada membuat mereka menghela nafas yang cukup panjang.


"Kenapa ayah dan ibu meninggalkan pekerjaan sebanyak ini?" Ucap Celestian.


"Kamu salah, ini masih tugas Duke belum tugas Duchess" ucap Enna yang membuat Celestian bertambah pusing.


"Sudahlah, ayo kerjakan saja" ucap Celestian lalu bersiap siap untuk rapat.


Diruangan rapat.....


"Selamat siang nona" ucap para bangsawan itu.


"Selamat siang tuan dan nyonya" balas Celestian.


Mereka pun duduk ditempat yang sudah disediakan.


"Jadi masalah hari ini adalah adanya lelang ilegal yang berada diwilayah Countess Becly, lalu monster yang meningkat diwilayah Count Trya dan pencurian dokumen rahasia milik Marquess Naba" ucap Enna yang menjelaskan setiap masalah yang harus diselesaikan.


Dengan elegan dan berwibawa Celestian mulai memimpin rapat.


"Kami sudah mencoba dan mata mata yang kami masukkan sudah tidak bisa dihubungi, sepertinya dia tertangkap" ucap Countess Becly.


"Kalau begitu kita pergi sendiri saja" ucap Celestian dengan mudahnya, sebenarnya ia sudah punya rencana.


"Tapi terlalu bahaya untuk itu" ucap Countess Becly.


"Memang apa yang dilakukan dalam lelang ilegal itu?" Tanya Celestian.


"Dari informasi yang sudah saya kumpulkan, mereka melakukan perdagangan budak, lalu penjualan anggota tubuh manusia setengah hewan dan artefak sihir" jawab Countess Becly.


"Ehmm...kalau begitu saya akan mengerahkan ksatria keluarga Faben untuk membantu"


"Maksud anda?" Tanya Countess yang tidak mengerti.


"Saya, anda dan juga adik saya akan masuk ke pelelangan untuk mengikuti pelelangan, lalu ksatria akan menyelinap dan menyamar menjadi pegawai dan tahanan serta barang barang dibebaskan" ucap Celesian menjelaskan rencana yang ia buat.


"Lalu menggunakan sihir saya untuk membuat penghalang yang akan membuat pandangan orang menjadi buram jika mereka kabur, tentunya yang bisa membatalkan dan mengaktifkan sihir itu saya, begitu kan kak" ucap Enna yang sudah mengerti rencana Celestian.


Ketiga orang itu kagum dengan kecerdikan yang dimiliki kedua putri keluarga Faben itu. Mereka tidak menyangka bahwa nona dihadapan mereka ini masih berusia 15 tahun dan bisa merencanakan itu semua.


"Lalu bagaimana kalau ada pengguna sihir?" Tanya Countess Becly.


"Meskipun ada pengguna sihir yang berusaha membuat jalan, itu tidak akan bisa. Karena didalam ada penghalang anti sihir yang akan menyerap sihir semua orang disana kecuali kita yang menyelinap. Tentunya ksatria kami sudah dilatih untuk menyelinap tanpa ada yang curiga" ucap Celestian dengan sangat percaya diri.


Kini masalah diwilayah Countess Becly sudah selesai.


Sekarang giliran diwilayah Marquess Naba dimana dokumen wilayah dicuri.


Marquess Naba melaporkan situasi yang ada dimana situasi ini cukup gawat apalagi jika dokumen tersebut disalah gunakan.


"Dari laporan anda, sepertinya yang mencuri dokumen wilayah adalah prajurit bayaran kelas B" ucap Celestian.


"Bagaimana anda tahu?" Tanya Marquess Naba.


"Cukup mudah, karena tidak mungkin orang lain yang mencuri apalagi orang dalam. Karena dari laporan tidak ada bukti lain selain belati dengan inisial L dan digagangnya tertulis huruf B dan juga jika orang dalam maka buktinya seharusnya itu sangatlah banyak lalu jika amatiran maka bisa saja orang tersebut mengeluarkan darah saat bertarung dengan penjaga. Dan juga saat sempat bertarung dengan penjaga, penjaga tidak terluka sama sekali dan tentunya tidak ada bukti lain selain belati yang terjatuh. Dan dapat disimpulkan prajurit bayaran kelas B lah yang melakukan pencurian" jelas Enna pada semua orang disitu.


"Lalu bagaimana mencarinya? Saya sudah mengerahkan kekuatab yang saya bisa" Tanya Marquess.


"Jika prajurit bayaran kelas B, maka pasti ada otak dibaliknya. Apa anda punya semacam musuh?" Tanya Enna pada Marquess.


"Musuh? Hemm...ada organisasi perdagangan namanya Trash. Awalnya mereka menawarkan saya sebuah benda dan membujuk saya untuk melakukan sesuatu pada Duke Faben sehingga saya bisa menggantikan posisi beliau. Tapi saya menolak karena saya tidak ingin menghianati orang yang telah sangat berjasa pada saya" Jelas Marquess Naba.


Marquess Naba adalah orang yang setia, dulunya ia rakyat biasa lalu atas bantuan Duke Faben ia bisa menjadi bangsawan tentunya harus memperhatikan rakyat.


"Ada kemungkinan mereka yang mencurinya karena tidak terima penolakan anda, karena misalnya jika anda menduduki posisi yang setara dengan Duke, mereka akan mendapatkan kekuasaan yang lebih besar karena bantuan anda. Dan karena anda menolak, rencana mereka gagal" jelas Enna .


"Benar, lebih baik kita mengirim seseorang untuk kesana. Karena dari yang saya dengar sekarang organisasi tersebut mendapat bantuan besar dari orang yang sangat berpengaruh" ucap Celestian, saat ini ia tengah berpikir keras.


"Bagaimana kalau kita mengirim Anna, Assa, dan Yola. Mereka sangat ahli dalam hal seperti ini" ucap Enna yang memberi saran.


"Tapi mereka perempuan, bagaimana kalau terjadi apa apa" ucap Marquess dengan wajah khawatir.


"Anda tenang saja, mereka sudah terlatih dan mungkin tidak perlu waktu lama untuk mengambil kembali dokumen tersebut" ucap Celestian. Mendengar perkataan Celestian, Marquess berusaha percaya pada rencana tersebut.


.


.


jangan lupa like,vote, komen