Lady Celestian

Lady Celestian
Episode 39 Ketemu



Hari sudah semakin sore waktu menunjukkan jam 3 sore dan saatnya kembali ke asrama itulah yang dilakukan oleh Enna. Saat ini dia kembali ke asrama, dia berniat menemani Celestian.


"Celes aku kembali" ucap Enna sambil membuka pintu.


Mendapati tidak ada jawaban dari Ceelstian, dia segera kedapur tapi tidak ada lalu kekamar mandi tidak ada. Setelah itu dia duduk ditempat tidur, dia melihat tempat tidur disampingnya.


"ohh dia lagi tidur" ucapnya lirih, Enna yang mengira itu Celestian segera merebajkan diri karena dia sudah lelah.


Sekarang waktu menunjukkan jam 6 sore, Enna melihat tempat tidur disampingnya dengan tatapan heran.


"ya ampun masa belum bangun" ucap Enna dia segera mendekati tempat tidur lalu membuka selimut yang menutupi.


Setelah dibuka hanya terlihat bantal dan guling, tidak ada tanda tanda pemakainya.


Enna langsung panik, dia segera mencari teman teman yang lain.


Karena terlihat Zaco ada ditaman depan asrama maka Enna menghampiri Zaco.


"Za..Zaco" ucap Enna dengan nafas yang tidak beraturan.


"ada apa bicara pelan pelan" ucap Zaco.


Enna menarik nafas lalu membuang nafas, sekarang dia jadi lebih tenang.


"Celes tidak ada dikamar" ucap Enna dengan suara yang masih panik.


"duhh kemana perginya anak itu" ucap Zaco dengan menghela nafas, dia tidak habis pikir dengan temannya itu.


"Ayo kita cari, Enna kabari yang lain aku akan mencarinya kalian menyusul" ucap Zaco.


"iya, aku pergi dulu" ucaap Enna berlalu meninggalkan Zaco.


***


Saat ini Celestian sedang ada di festival lampion, dia sedang berjalan jalan menikmati apa yang dilihatnya.


Dia melihat ada banyak permainan berhadiah, dia mulai memainkan satu persatu.


Pertama memanah, melempar pisau, memukul boneka tikus, memukul target, memanah apel dan masih banyak lagi.


Setelah lelah bermain dia membeli permen kapas lalu ikut menerbangkan lampion.


Karena hari sudah malam, dia memutuskan untuk pulang tapi diperjalanan pulang ada pemandangan yang dia benci.


Dia melihat seorang perempuan seusianya dirundung oleh teman temannya tapi untuk disebut teman itu tidak mungkin karena teman tidak akan menyakiti temannya.


"hey kalian bisa berhenti" ucap Crlestian dengan suara yang meninggi.


"apa urusanmu, jangan ikut campur" ucap gadis yang rambutnya diikat dua.


"apa kalaian tidak punya rasa kasihan" ucap Celestian masih dengan suara yang tinggi.


"jangan sok baik" ucap laki laki yang memegang pedang. Laki laki itu mulai mengeluarkan pedangnya.


"kamu berani mengganggu kami jadi bersiaplah" ucap gadis dengan rambut berwarna biru muda.


"siapa takut!?" balas Celestian.


Mereka merasa geram lalu mulai menyerang Celestian yang mencoba melindungi gadis dibelakangnya.


"pergilah, anda tidak perlu menolong saya" ucap gadis itu.


"kenapa, kamu tidak perlu merendahkan dirimu untuk orang seperti mereka" ucap Celestian, dia sendiri sudah mengeluarkan pefang dan membalas mereka. Tapi karena tubuhnya belum begitu stabil jadi dia kesulitan.


Tiba tiba seseorang membantunya. Pedang orang itu langsung menyerang dengan cepat sehingga lawan pun terpojok lalu kabur.


"anda tidak apa apa nona?"tanya laki laki itu.


"iya terima kasih sudah menolong kami" ucap Celestian sambil tersenyum.


"anda tidak seharusnya memegang pedang lebih baik anda dirumah dan minum teh" ucap laki laki itu.


"maaf ya, tapi anda tidak berhak bicara seperti itu meskipun saya perempuan tapi saya bisa menggunakan pedang" ucap Clestian dia merasa geram karena diremehkan.


"dan juga tolong lihat hak anda, anda tidak berhak mengkritik apa yang orang itu lakukan tanpa memastikannya sendiri" lanjut Celestian lalu dia menggandeng gadis yang dia tolong dan pergi meninggalkan laki laki itu.


"gadis yang menarik" ucap laki laki itu, dia tersenyum tipis.


Sementara Celestian masih tetap menggandeng gadis itu dan membawanya ke taman dan duduk dibangku taman.


"terima kasih sudah menolong saya" ucap gadis itu.


"nama saya Hany Tora" ucap gadis itu memperkenalkan diri.


"aku Celestian, kamu itu anak kedua dari Count Tora kan" ucap Celestian.


"iya, kenapa kamu bisa tahu?" ucap Hany.


"aku bahkan hafal semua keluarga yang ada dikerajaan" jawab Celestian.


"sekali lagi terima kasih"


"iya sama sama, mau kuantar pulang?" tanya Celestian.


"tidak perlu,, nanti aku dijemput" jawab Hany.


"baiklah sampai jumpa" lanjut Hany dengan senyuman yang dibalas senyuman oleh Celestian.


Setelah kepergian Hany, Celestian masih ada ditaman dia melihat ke langit.


Langit dipenuhi bintang bintang yang bertaburan, bulan sabit ikut menghiasi langit malam itu.


"pemandangan yang indah" ucap Celestian lalu dia memejamkan matanya karena lelah. Batinnya sedikit menderita karena beban yang harus dia pikul, rasanya sangat sakit tapi tidak tahu harus berbuat apa. Sungguh kutukan yang menyiksa apalagi keluarganya menyembunyikan ini darinya. Dia baru tahu saat berumur 13 tahun.


"Celes!" ucap seseorang yang telah berhasil menemukan Celestian.


Celestian yang tadi memejamkan mata membuka matanya, menatap orang yang memanggilnya.


"kamu dicari kemana mana tapi ternyata ada disini" ucap Delli, dia bersyukur bisa menemukan Celestian.


"ehh iya iya maaf, aku bosan jadinya keluar dehh" ucap Celestian.


"ayo pulang, semuanya khawatir masih sakit tapi banyak tingkah" ucap Delli segera menggandeng Celestian.


Mereka berdua saat ini sedang ada di keramaian festival lalu ada orang yang memanggil.


"kamu ternyata malah bermain main di festival" ucap Devin yang bertemu Celestian.


"apalagi bawa hadiah sebanyak itu" ucap Rey.


"iya iya maaf, Enna dimana?" ucap Celestian.


"dia mencarimu bersama Zaco, sudahlah ayo kembali" jawab Rey.


Lalu Delli menggandeng Celestian tapi tidak sengaja menyenggol tangan dan kaki Celestian.


aduhh....


Celestian segera memegang tangannya. Bingung, Delli segera melihat kearah tangan dan kaki Celestian.


"Celes tangan dan kakimu kenapa? kenapa lebam?" tanya Delli dengan panik. Dua laki laki didepan mereka pun langsung menoleh dan melihat tangan dan kaki Celestian.


"tadi bertengkar dengan nona bangsawab sampai keluar pedang, hehe"  jawab Celestian dengan santai.


"kalau begini lebih baik kamu dikurung saja dikamar, seharusnya jendela juga ku kunci tadi" ucap Delli dengan marah. Sementara Celestian hanya mendengarkan saja.


"aduhh siap siap kena semprot tuan putri" gumam Celestian tapi masih bisa didengar oleh tiga orang yang bersamanya. Ya siapa lagi kalau bukan Delli dan Enna yang akan memberikan pelajaran ceramah.


"maksudmu?" tanya Delli.


"ti- tidak, tidak apa apa" ucap Celestian lalu menghela nafas.


Untung saja, batin Celestian.


Mereka pun kembali ke asrama, sesampainya disana dia langsung mengalihkan perhatian semuanya.


"aku ada oleh oleh untuk kalian" ucap Celestian bersiap membagikan hadiah yang dia dapatkan dari bermain.


Celestian memberikan boneka beruang berwarna putih untuk Enna, boneka kelinci putih untuk Delli, sarung pedang dimana terdapat batu magis untuk Zaco, cincin sihir untuk Rio, liontin berbentuk tetesan air berwarna biru untuk Rey, dan sarung pedang yang sudah ada batu sihir yang bisa digunakan tiga kali.


Celestian membagi bagikan hadiah karena punya niat agar semua lupa kalau mereka ingin memberikan ceramah.


Enna yang tadi terdiam, teringat niatnya untuk memarahi Celestian,


Celes benar benar membuatku lupa tujuanku, huh untung aku ingat. batin Enna


Enna menatap Celestian dengan tajam sedangkan yang lain jadi teringat juga saat melihat Enna menatap tajam Celestian.


Malam itu Celestian benar benar diomeli oleh semua teman temannya sampai merasa lelah,


Telingaku lama lama kena gangguan, masih ingat juga tujuan mereka uhh lelahnya tinggal tidur aja ya enaknya. batin Celestian