Lady Celestian

Lady Celestian
Episode 41 kegilaan Celestian



Selama pembasmian, Celestian terus mengayunkan pedang mengalahkan dan membunuh monster monster yang dia hadapi dan hampir tanpa bantuan sihir dari penyihir.


Dia terus mengayunkan pedang dengan senyum yang menghiasi wajahnya seolah sudah lama tidak memegang pedang. Benar benar seperti anak kecil yang diberikan permen, sangat kegirangan.


Rey, Zaco, Devin hanya bisa menggelengkan kepala melihat kegilaan Celestian. Sedang yang lain hanya tercengang melihat Celestian.


Memang hanya Celestian yang seorang perempuan ada didalam tim pedang dan itu membuat laki laki yang melihat Celestian menjadi yakut untuk mencari masalah dengan gadis itu.


Para perempuan yang menjadi tim penyihir dan pembawa merasa kagum dengan kehebatan yang dimiliki oleh Celestian.


Saat ini Celestian sedang dikepung oleh monster beukuran besar, Rey dan Devin berniat ingin menolong tapi tidak bisa karena mereka sendiri sedang melawan monster yang tengah menghalangi mereka.


"Celes, bertahanlah sebentar" teriak Devin pada Celestian.


"tenang saja, aku baik baik saja" jawab Celestian dengan teriakan.


Mereka berdua tidak bisa menolong Celestian karena selalu ada monster yang menghalangi.


Sedangkan Celestian tengah mengalahkan monster satu persatu yang mulai maju untuk menyerang tapi tidak ada habis habisnya.


Saat sedang mengalahkan goblin yang berukuran besar, ada monster semut berukuran besar hendak menyerang dari belakang.


Lalu,


Sring....


Ada yang menebas semut itu dengan sekali tebasan.


"anda tidak apa apa nona tomboy"


ucap laki laki itu.


"iya terima kasih atas bantuannya" ucap Celestian dengan sesikit cuek.


Mereka saat ini sedang ditengah tengah kepungan monster yang banyak. Celestian memunggungi laki laki itu dan laki laki itu memunggungi Celestian. Punggung mereka pun bersentuhan.


"apa ada rencana nona?" tanya laki laki itu. Mereka saat ini benar benar terpojok.


"apa anda bisa berhenti meremehkan saya tuan muda" jawab Celestian pada laki laki itu yang tidak lain laki laki yang dia temui saat festival lampion.


"jangan memanggilku nona aku punya nama, namaku Celestian panggil saja Celes" lanjut Celestian.


"kalau begitu panggil saja Belga" balas Belga.


"apa kita bisa berhenti berbicara, saat ini monster monster itu tengah mendekat" ucap Celestian pada Belga yang ada dibelakangnya.


"kalau begitu kau punya rencana?" tanya Belga dengan wajah waspada karena monster perlahan semakin mendekat.


"dengarkan aku baik baik" ucap Celestian mulai mengatakan rencana yang baru dia pikirkan dan dijawab anggukan oleh Belga.


"kau yakin akan berhasil?" ucap Belga sedikit ragu.


"iya tenang saja" jawab Celestian.


Merwka pun mulai melakukan rencana tersebut.


Celestian segera memanggil Mirald dan Mirald pun segera muncul.


"Mirald setelah ini bawa aku terbang" ucap Celestian yang dijawab anggukan oleh Mirald.


Saat monster monster sudah mengepung mereka dengan jarak yang dekat, Celestian segera naik ke punggung Mirald dan Mirald pun terbang. Setelah mereka terbang, Belga menggunakan sihir kegelapannya untuk membuat monster bergerak melambat. Lalu Celestian segera mengulurkan tangannya kepada Belga, mereka berdua pun terbang menunggangi Mirald.


"Cepat siapkan sihirmu, sihirku tidak bisa bertahan lama" ucap Belga yang melihat kawanan semut yang mulai terbang.


"diamlah, aku butuh konsentrasi, jaga baik baik bagian belakang" ucap Celestian.


Saat ini Celestian sudah siap sengan sihirnya, dia sudah menyiapkan sihir angin dan api.


Dia segera melompat, lalu menusukkan pedangnya pada udara sehingga membentuk sebuah lingkaran untuk dia jadikan pijakan dari sihir angin. Kemudian dia mulai memfokuskan diri untuk memasukkan sihirnya dalam pedang. Setelah berhasil, dia menjatuhkan diri lagi lalu mengayunkan pedang yang sudah dilapisi sihir pada monster dibawahnya.


*Ting.....


Sringgg....


Sringh.....


ccrrroottt*....


Saat Celestian akan jatuh ke tanah, Belga yang menaiki Mirald langsung menarik tangan Celestian lalu giliran Belga yang menjatukan diri, Belga menggunakan sihir kegelapan dan air untuk menyerang. Saat Belga akan jatuh Celestian segera menarik tangan Belga lalu lalu lompat.


Merkis,


ucap Celestian.


Saat itu juga Miral mengeluarkan cahaya sehingga membuat monster silau akan cahaya.


Cringgg........


Sedangkan Belga dan Celestian tidak terpengaruh karena Belga menggunakan sihir kegelapannya.


"Sekarang!!!" ucap Celestian.


*Sringgg.......


Sring......


*****....


bugh*.....


"inilah imbasnya kalian macam macam dengan kami" ucap Celestian.


Sementara yang lain merasa tercengang dengan kombinasu mereka berdua. Hal itu pun juga menyulut cemburu Rey dan Devin.


Meskipun mereka berhasil menghabisi kepungan monster, tapi monster yang lain mulai mendekat.


Celestian benar benar menggila, dia tidak menghiraukan sekitarnya.


Benar benar nona yang unik, batin Belga.


Enna yang melihat segera berlari menghampiri Celestian dan Belga.


"Celes berhenti!!" teriak Enna tapi tidak direspon oleh Celestian.


"Kakak hentikan!!!" teriak Enna lagi tapi tetap tidka dihiraukan oleh Celestian.


"Rey, Devin dan kau yang disana segera hentikan kakakku sekarang atau akan bahaya" teriak Celestian dengan menunjuk kearah Belga.


Rey dan Devin bingung, tapi mereka segera menepisnya karena melihat Celestian yang sudah benar benara sangat menggila tanpa memerhatikan sekitarnya.


Belga yang jaraknya dekat segera berlari sambil mengayunkan pedangnya menghabisi monster yang selalu datang entah darimana.


Sedangkan Celestian tetap menghabisi setiap monster yang datang diserati senyuman yang terlihat kejam. Yang lain merasa merinding dengan senyuman yang ditunjukkan oleh Celestian.


"Kakak berhenti!!!" teriak Enna.


"Mirald, bawa aku kesana" teriak Enna yang melihat Mirald terbang.


Mirald pun menuruti Enna katena merasa ada yang aneh dengan Celestian.


Dia segera membawa Enna ke Celestian. Setelah sampai Enna segera melompat lalu menghunakan sihirnya untuk turun dengan pelan.


Setelah turun dengan aman, Enna segera memeluk Celestian dari belakang tapi Celestian tidak kunjung berhenti.


Rey, Devin, dan Belga yang baru sampai segera membantu Enna yang kesusahan menahan Celestian.


Karena tidak ada respon akhirnya Enna memutuskan untuk menampar Celestian meskipun tidka tega.


Plakkk...


Enna menampar pipi kanan dan kiri Celestian yang memberontak hingga memerah.


"apa yang kamu lakukan" pekik Rey saat melihat Celestian ditampar Enna.


"maafkan aku tidka ada cara lain" ucap Enna, air matanya sudah mulai luruh.


Setelah ditampar dan dipukul berkali kali oleh Enna, Celestian sadar tapi kepalanya sedikit pusing.


"kenapa kalian memegangku?" tanya Celestian.


Ketiga laki laki itu bingung dengan sikap Celestian, menunjukkan ekspresi penasaran.


Enna yang melihat itu pun mengerti bahwa mereka bertanya.


"akan kujeskan nanti, Celes apakah kepalamu masih pusing?" tanya Enna.


"iya kepalaku tiba tiba sedikit pusing" jawab Celestian dengan memgang kepalanya.


"ayo ikut aku ke tenda dulu, Mirald tolong antarkan kami berdua ketenda" ucap Enna.


"iya" balas Mirald.


Mereka berdua segera naik lalu pergi ke tenda tempat tim pembawa.


Sesampainya ditenda, Mirald masuk kembali kedalam kalung dan Enna membawa mauk Celestian kedalam tenda.


"berbaringlah" ucap Enna membantu Celestian berbaring ditepat tidur yang ada didalam tenda lalu mulai membaca mantra Kemudian Celestian pun tertidur.


Enna sebenarnya mempelajari mantra ini untuk Celestian disaat tertentu.


Setelah dirasa Celestian tertidur, Enna keluar tenda mencari pengganti untuk Celestian.


.


.


.


Mulai sekarang aku usahain buat rajin up ya temen temen.