Lady Celestian

Lady Celestian
Episode 36 belum sadar



Brukk...


Celestian terjatuh....


"Celestian!!" teriak Rey dan Devin yang sedang didalam kereta kuda mengambil pedang.


Mereka segera meletakkan semua pedang dan menghampiri Celestian yang terkapar ditanah.


Zaco yang berada digudang pun segera berlari mendengar teriakan dua sahabatnya itu.


Sedangkan semua siswa sudah berkumpul mengelilingi Celestian, mereka sangat penasaran.


"apa yang terjadi pada Celes?" tanya Zaco dengan nafas yang tidak beraturan.


"aku sendiri tidak tahu dia sudha pingsan saat kami berdua didalam kereta kuda" jawab Devin.


"ayo segera bawa Celes kekamarnya" ucap pak Blend yang sedikit panik.


Akhirnya Rey segera menggendong Celestian menuju kekamarnya sedangkan Zaco dan Devin mengikuti dibelakang dengan membawa barang barang milik Celestian.


Sesampainya didepan kamar, Devin segera membuka pintu lalu mereka masuk. Disana terlihat Enna dan Delli yang sedang mengobrol seketika menjadi panik.


"apa yang terjadi dengan Celes?" tanya Delli dengan panik bahkan air matanya hampir menetes.


"dia pingsan" jawab Zaco setelah menaruh pedang Celestian.


"cepat hubungi paman dan bibi" ucap Enna dengan panik lalu setelah itu segera mengambil sesuatu didalam tasnya.


"kenapa?" tanya Rey dengan penasaran, dia pun tidak kalah paniknya.


"hubungi saja dulu, nanti akan kujelaskan" ucap Enna. Enna mengambil sebuah botol berwarna biru tapi sayangnya botol itu kosong.



Zaco segera pergi mencari Rio karena kebetulan alat komunikasinya sedang rusak.


"haduhh kenapa harus kosong" ucap Enna yang sedang duduk dengan lemas, dia sudah tidak tahu harus berbuat apalagi.


Sudah 2 jam dan Zaco belum kembali, mereka semakin panik.


Enna yang tadinya masih terlihat tenang, air matanya mulai menetes membasahi pipi cantiknya itu.


"aku mohon sadarlah" ucap Enna yang menangis sambil menggenggam tangan.


"Celes" Delli pun ikut menangis. Tadinya dia berusaha menahan air matanya tapi akhirnya tetap keluar.


Celestian yang terbaring diatas tempat tidur dengan wajah yang semakin pucat dna suhu tubuh yang semakin dingin. Membuat sahabat sahabatnya semakin khawatir.


Tidak lama kemudian Zaco dan Rio datang dengan nafas yang tak beraturan karena habis berlari.


"bagaimana keadaannya?" tanya Zaco setelah sampai yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Enna. Terlihat air mata membasahi kedua perempuan didepan mereka.


"kalian tenanglah aku sudah menghubungi Duke dan Duchess" ucap Rio, sebenarnya dia sendiri khawatir dengan keadaan Celestian yang semakin melemah.


Setelah hampir 4 jam menunggu, terdengar suara pintu dibuka secara kasar. Dan ya yang membuka adalah Duke dengan wajah khawatir yang diikuti oleh Duchess yang sudha menangis dibelakang Duke.


"putriku, bangun ya" ucap Sarla yang langsung menggenggam tangan Celestian seakan takut kehilangan putrinya.


"sudah berapa lama dia seperti ini?" tanya Vitsa pada Enna.


"sudah hampir 7 jam, aku takut sekali" jawab Enna yang masih menangis.


"penawarnya?" tanya Vitsa sekali lagi.


"habis" jawab Enna disertai gelengan kepala lalu tangisnya pecah dipelukan sang ayah.


"sudahlah yang penting belum ada 10 jam" ucap Vitsa yang mencoba tenang.


"apa kakek sudha dihubungi?" tanya Enna berusaha menahan tangisannya.


"iya, katanya obatnya sudah dikirim lewat sihir kita tinggal menunggu" jawab Vitsa setelah Enna merasa lebih tenang dia segera keluar dari kamar sebentar.


Sarla yang melihat putrinya yang satunya menangis segera mendekati Enna dan Delli lalu memeluknya.


"kalian tenanglah, Celestian pasti akan segera sadar dia anak yang kuat" ucap Sarla mencoba menenangkan dua gadis yang saat ini tengah dia peluk.


Cringg.........


.


.


.


.


Happy Reading. aku nulis sampai sini dulu ya....


jangan lupa like dan vote supaya akunya tambah semangat