Lady Celestian

Lady Celestian
Episode 30 penjelasan



"tapi memangnya apa yang akan dilakukan oleh Vindy pada Delli?" tanya Sarla yang penasaran pada Celestian.


"seingatku kejadiannya itu 3 hari sebelum libur, aku sempat melihat Vindy memasukkan bubuk berwarna ungu kedalam minuman Delli, awalnya aku kira itu hanya perasa untuk teh tapi setelah aku masuk kedalam kamar Delli ada bau racun sepertinya itu racun Bolia" karena haus, Celestian meneguk teh dulu.


"terus?" tanya Enna.


"iya bentar aku haus" jawab Celes.


"mungkin kalau orang lain tidaak akan mencium bau ini karena sudah tercampur dengan teh mawar yang harum tapi saat itu aku langsung masuk jadi pastinya aroma racunnya masih ada karena aku khawatir, aku menghubungi Rio untungnya saat itu Rio tidak jauh sehingga kita bisa berkomunikasi dengan sihir, aku langsung meminta Rio untuk datang kekamar Delli lalu meminta Rio untuk menghilangkan racun dari teh tapi karena racunnya sangat pekat jadi tidak bisa jika hanya dengan sihir sehingga Rio membuat alat sihir untuk menghilangkan racun Bolia tadi"


"karena alat sihirnya dibuat mendadak jadinya langsung rusak setelah menghilangkan racun di teh Delli. Tidak hanya sampai disitu saja, setelah aku dan Rio keluar karena takut Delli curiga, kami tidak sengaja melihat Vindy menaruh alat sihir di dinding ruang tamu asrama"


"kami melihat alat sihir itu diletakkan pada hiasan dinding sehingga tidak ada yang melihat, setelah Vindy pergi kami menuju ke arah alat sihir berada setelah dianalisis oleh sihir Rio, Rio mengatakan kalau itu alat sihir khusus dimana alat itu bisa mendeteksi orang yang menjadi target dan jelas target itu Delli, kami juga mengetahui bahwa alat sihir itu dari menara sihir dan terdapat nama pembuatnya, kalau tidak salah namanya itu Pasia"


"karena akan membahayakan maka kami berusaha melepas alat sihir itu lalu Rio menghancurkannya di atap asrama supaya tidak terdengar suara ledakan, awalnya kami berencana melaporkannya pada bibi Reta dan paman Frezi tapi tidak jadi"


"kenapa?" tanya Enna


"karena kami kekurangan bukti" jawab Celestian.


"apa tidak ada yang tahu kalau Delli itu putri kerajaan?" tanya Sarla yang juga penasaran dengan cerita yang diceritakan putrinya itu.


"tidak ada karena memang Rey dan Delli menyembunyikan status mereka kecuali pada teman dekat saja jadi hanya aku, Enna, Rio, Zaco, dan Devin" jawab Celestian.


"setelah kupikirkan, aku rasa Viro dan Vindy bekerja sama" ucap Enna.


"kenapa bisa begitu?" tanya Vitsa, dia sendiri merasa ada yang aneh dengan semua kejadian itu dna kejadian yang baru baru ini terjadi.


"begini, Viro bertugas menggali informasi tentang Celes melalui aku dan Vindy bertugas melakukan berbagai perbuatan untuk menyingkirkan yang menjadi halangan besar mereka untuk menyakiti atau mungkin menyandera Celes" Enna mulai menjelaskan semua yang ada dialam pikirannya.


"iya juga, benar apa yang kamu katakan" ucap Vitsa mengangguk.


"mereka juga pasangan yang serasi" ucap Enna.


"kenapa?" tanya Celestian yang bingung, sementara kedua orang tua nya sudaah paham dengan perkataan Enna.


"Viro itu cerdas atau bisa dibilang licik sedangkan Vindy itu memiliki wajah polos dan dimana tidak akan ada orang yang curiga padanya dna yang terakhir mereka sudah bisa dipastikan kalau mereka itu diberi perintah oleh seseorang" jelas Enna


"siapa?" tanya Celestian lagi.


"apa kamu tidka berpikir?, sudah. pasti itu Clara Fal Grent Yersal anak keluarga Yersal yang sangat membencimu" ucap Enna dengan menekankan kata membencimu.


"aku lelah jadi tidak bisa berpikir"


ucap Celestian dengan menguap menahan rasa kantuknya karena masih penasaran.


"jelas membencimu kamu kan dekat dengan Rey dan Rey kan putra mahkota jadi dia ingin menjadi pasangan Rey supaya bisa jadi Ratu dan menguasai seluruh kerajaan" jelas Enna sekali lagi.


"sudah sudah, sekarang sudah larut malam kalian harus beristirahat" ucap Sarla menyuruh semuanya istirahat.


Saat ini mereka tidak tahu kalau itu hanya sebagian rencana dari keluarga Yersal dan Clara Fal Grent Yersal dna tidak tahu bahaya yang akan datang segera tiba....


.


.


.


maaf kalo feel nya kurang karena aku sudah ngantuk dan capek.


Happy reading..