
...Frezi, Reta, dan Vitsa yang melihat Celestian menenangkan kuda pemarah sangat kagum pada Celestian....
..."Celestian hebat sekali, aku jadi tidak sabar dia jadi menantuku" ucap Frezi....
..."putriku memang hebat. Bahkan saat usianya masih 6 tahun dia sudah mengerti tentang pelajaran akademi" ucap Vitsa membanggakan anaknya itu....
..."baiklah, serahkan dia padaku" icapa Reta....
..."diam kalian" ucap Vitsa dengan dingin dan tatapan tajam....
..."ayolah jangan dingin padaku" ucap Frezi pada Vitsa....
..."berhenti bertengkar kalian, anak anak sudah mau pulang kita harus ganti baju sekarang" ucap Reta pada dua pria yang bertengkar itu....
..."kita sudahi, putriku sedang menunggu" ucap Vitsa....
...Mereka pun segera mengganti baju dan menhampiri anak anak di taman....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Karena sudah lelah dengan kegitan mereka seharian yang menguras tenaga, mereka pun pulang dan membawa Mirald pulang....
...Sesampainya dirumah, mereka disambut oleh Duchess....
..."kalian baru pulang, apakah kalian lupa rumah kalian" ucap Duchess dengan ketus karena anak dan suaminya itu pulang terlambat....
..."maaf tante, kami keasyikan bermain tadi" ucap Rey ...
..."kamu sendirian dimana Ratu dan Raja??" tanya Duchess....
..."ayah dan ibu sedang ada rapat dengan menteri, aku sudah izin kalau aku akan menginap disini, apakah boleh?" ucap Rey pada Duchess....
..."kenapa tidak boleh, kamu kan seperti keponakanku sendiri" ucap Duchess dengan penuh kasih sayang....
..."Lela siapkan kamar di kamar Celestian ya" ucap Duchess memerintahkan pelayannya dengan lembut....
..."baik nyonya" jawab Lela....
...Setelah itu mereka masuk kedalam rumah....
..."Celestian, kuda putih itu punya siapa?" tanya Duchess...
..."itu kudaku, namanya Mirald" jawab Celestian....
..."baiklah, tapi kamu haus rawat Mirald dengan baik ya" ucap Duchess....
..."Ibu kami akan istirahat dikamar dulu ya" Ucap Celestian....
..."iya istirahatlah kalian"...
--------------------
Dikamar Celestian
--------------------
..."Celes, diamana kamarku?" tanya Rey karena dia vingung kenapa dia diajak kekamar Celes....
..."kamarmu rumit, didalam kamar ada kamar, aneh" ucap Rey....
..."aku suka kamar seperti ini, nanti saat ada teman yang menginap jadi tidak perlu pisah kamar, jadi bisa mengobrol sampai puas" ucap Celestian....
..."siapa yang mau mengobrol denganmu sampai kamu puas?" tanya Rey sambil menggoda Celestian....
..."Enna mau menemaniku" jawab Celestian membalas ucapan Rey...
..."ngomong ngomong soal Enna, Enna katamu akan menjelaskan pada kami tentang yang tadi" ucap Rey....
..."silakan duduk terlebih dahulu" ucap Enna pada Rey dan Celestian....
..."sudah kubilang jagan berbicara formal pada kami saat hanya kita saja yang ada disini" ucap Celestian mengingatkan....
..."iya Celes, Rey" jawab Enna....
..."sekarang ceritakan" ucap Celestian....
...Setelah mereka duduk Enna mulai bercerita....
..."sebenarnya aku adalah seorang Elf, aku dari desa Terin tempat dimana para Elf hidup" jelas Enna sambil menunjukkan telinga aslinya....
..."kamu Elf?! tapi kenapa kamu tidak bilang padaku??" tanya Celestian dengan penasaran....
..."maaf aku tidak memberi tahu kalian karena banyak Elf yang tidak begitu suka dengan manusia dikarenakan sifat manusia yang serakah dan egois aku tidak ingin kalian menganggap ku jahat. Akan kuceritakan dari awal." ucap Enna...
..."Dulu aku pergi dari rumah untuk mengumpulkan obat obatan yang ku butuhkan untuk melakukan percobaan. Tapi saat itu tiba tiba ad aura jahat dan itu datang dari seorang manusia. Manusia itu mengejarku dan aku tetangkap, aku ditangkap oleh penjual budak dan aku dijual kepada para preman itu. Saat itu aku bisa jadi seperti manusia karena aku masih memiliki sisa sihir khas Elf sedangkan sihirku yang lainnya sudah diambil oleh pedangang budak itu menggunakan sebuah bola kaca berwarna biru, oleh karena itu aku bisa tahu tentang kuda itu, saat ini aku sudah tidak punya kekuatan sihir lagi selain sihir khas Elf yang bisa merubah telinga Elfku menjadi telinga manusia. Sekali lagi maafkan aku, maafkan aku, aku sungguh minta maaf karena telah menipu kalian, aku mohon jangan laporkan aku kepada manusia lainnya" Enna telah menjelaskan yang dia alami sebelumnya. Celestian yang mendengarkan cerita Enna meneteskan air mata, dia tidak menyangka sahabatnya telah mengalami hidup yang berat selam ini....
..."tenanglah Enna aku tidak mungkin meninggalkanmu, kamu itu sahabatku yang pertama kali, aku sangat sayang padamu jadi jagan berpikir yang tidak tidak" ucap Celestian yang berusaha menenangkan Enna yang bercerita sampai menangis....
..."tapi aku telah menipu kalian" ucap Enna masih dengan menangis....
..."benar yang dikatakan Celes, kamu tidak salah apa apa. Bahkan sebagai Elf kamu harusnya melawan mereka" ucap Rey ikut menenangkan Enna....
..."apa kalian memaafkan aku?? aku bahkan telah menipu kalian" ucap Enna sekali lagi sambil menangis....
..."apa yang kamu katakan, kami sahabatmu, siap mereka berani membuat hidup sahabatku hancur" ucap Celestian sambil mengelus kepala Enna dengan lembut....
..."tapi kenapa kamu tidka menghubungi keluargamu?? Elf kan bisa berkomunikasi selama dia punya barang komunikasi Elf" tanya Rey pada Enna....
..."aku tidak bisa menghubungi mereka karena sihirku diambil dan hanya sihir yang bisa menyembunyikan diri dan aura, alat itupun dihancurkan oleh pedagang budak itu" ucap Enna yang masih menangis sesegukan disebelah Celestian....
..."tenang saja aku tidak akan membiarkan mereka lolos, mereka salah setelah berurusan denganku" ucap Celestian....
...Setelah lelah bercerita dan menangis, Enna tertidur dikamarnya. Lalu Celestian dan Rey pergi keluar dari kamat Enna....
..."Rey aku mohon bantu aku menangkap mereka, lagi pula perbudakan itu dilarangkan dan nantinya pasti akan ada yang hidupnya hancur seperti Enna, aku mohon" ucap Celestian memohon pada Rey....
..."meskipun kamu tidak memintanya aku akan meminta ayahku untuk menangkap mereka karena perbudakan itu sudah dilarang, besok aku akan pergi melapor pada ayahku" ucap Rey....
..."terima kasih, tapi aku mohon padamu jangan beritahu siapapun kalau Enna itu Elf selain kita dan hanya kita yang tahu....
..."tenang saja, serahkan padaku. Sekarang ayo tidur" ucap Rey menenangkan Celestian....
...Kemudian mereka pergi tidur diruangan masing masing dan menunggu hari esok....