
Sudah 1 minggu sejak Enna bekerja dibawah Celestian. Selama 1 minggu itu Enna mempelajari semua tentang Celestian dan dia merasa sangat kagum pada Celestian.
Hingga pada suatu hari.....
"Enna ayo kita pergi keluar, kita kan sudah 2 hari tidak keluar" ajak Celestian.
"tapi ada keperluan apa nona keluar?" tanya Enna pada Celestian.
"aku mau jalan jalan dan kebwtulan aku mau mencari sesuatu" jawab Celestian dengan senyuman yang menandakan akan ada sesuatu.
"memangnya nona mau mencari apa sampai keluar rumah?" tanya Enna dengan penasaran karena senyuman yang ditunjukkan oleh Celestian.
"Sudahlah tidak perlu bertanya, nanti kamu juga tahu" ucap Celestian sambil membujuk sahabatnya itu.
"baiklah nona saya akan meminta izin dulu." ucap Enna pergi meninggalkan Celestian dikamar.
Diruang kerja Duchess.....
"permisi nyonya" ucap Enna sambil mengetuk pintu.
"iya Enna ada apa" jawab Duchess dengan lembut.
"saya meminta izin keluar karena nona mau pergi keluar jalan jalan nyonya" ucap Enna meminta izin pada Duchess.
"baiklah, tapi kamu dan sir Tirsan harus ikut" jawab Duchess mengizinkan.
"Terima kasih nyonya" ucap Enna sambil menutup pintu.
Setelah itu Enna pergi kekamar Celestian setelah menemui Duchess dan sir Tirsan.
"nona, nyonya sudah menginzinkan" ucap Enna.
"benarkah.. terima kasih Enna, kau memang penyelematku" ucap Celestian dengan senyuman terukir diwajahnya.
"kalau begitu ayo berangkat"
"ayo nona"
Sebenarnya sejak Enna tinggal bersama Celestian dikamar Celestian, Celestian menjadi sangat senang. Selain punya teman karena Enna juga membantu Celestian mencari alasan untuk diberikan pada Duke dan Duchess.
"wahh akhirnya kita sampai, Enna ayo turun!" ucap Celestian dengan mata berbinar-binar melihat suasana yang dia rindukan.
"iya nona, sebentar"
setelah itu Enna turun dari kereta menyusul Celestian yang sudah turun duluan.
"Enna sudah kubilang saat hanya kita berdua dan diluar hilangkan kata nona!" ucap Celestian.
" iya non..ehh Celes" ucap Enna
"nahh begitu"
Setelah itu mereka berjalan jalan membeli makanan, membeli dress, dan membeli baju latihan.
"ohh ya Enna ayo kita ke toko pedang, ibu sudah mengizinkanku"
ajak Celestian.
Melihat nona dan sahabatnya itu gembira membuat suasana hati sir Tirsan juga ikut senang.
Mereka akhirnya masuk ke toko pedang dan mencari pedang yang cocok. Melihat deretan pedang berjajar rapi, Celestian ingin sekali bisa segera memakai pedang yang dia pilih. Sejak ada Enna, Cellestiab sangat terbantu karena berkat Enna, Celestian diizinkan berlatih pedang.
1 hari sebelumnya........
"ibu aku ingin belajar pedang, tolong izinkan ya?" pinta Celestian pada Duchess.
"tidak boleh, pedang itu berbahaya" jawab Duchess.
Mendengar jawaban Duchess, Celestian memberi kode mata minta bantuan pada Enna, melihat mata Celestian yang menatap tajam tapi lembut, Enna hanya menghela nafas dan akhirnya mau membantu nonanya itu.
"Nyonya maaf kalau saya lancang, tapi kalau nona menguasai pedang maka akan berguna untuk nona karena nona bisa membela dirinya sendiri saat situasi darurat atau saat terdesak" ucap Enna membujuk Duchess.
"benar juga apa yang kamu katakan, baiklah aku izinkan tapi hanya sehari 3 jam saja" ucap Duchess memberi keputusan.
"terima kasi ibu, aku sayang ibu" ucap Celestian sambil mencium pipi sang ibu.
Kembali ke toko pedang......
Setelah selesai memilih pedang, mereka pulang karena hari sudah mulai petang.
Keesokan harinya Celestian langsung pergi mandi dan bersiap latihan pedang ditemani Enna.
"Enna ayo berangkat" ucap Celestian dengan semangat.
"iya nona"
Sesampainya ditempat latihan, Celestian langsung mendekati ayahnya pertanda bahwa dia sudah siap latihan.
"wahh putriku ini sudah siap rupanya" ucap Duke seraya tersenyum.
Melihat Duke yang tersenyum, para ksatria kaget karena biasanya Duke sangat dingin, tegas dan keras.
Lalu Celestian memulai latihannya, sedangkan Enna melihat sambil menyiapkan minuman untuk Celestian.
"Celestian kalau kamu memgang pedang dengan cara seperti itu kamu akan terluka" ucap Duke dengan tegas. Celestian pun segera membenarkan kesalahannya.
"Celestian kamu harus rileks, bayangkan pedang adalah anggota tubuhmu, ayunkan pedang seperti kamu menggerakkan anggota tubuhmu" ucap Duke sekali lagi dengan tegas.
"ayah ini sangat sulit, aku ingin segera menguasai pedang" keluh Celestian.
"kalau kamu berusaha pasti bisa" ucap Duke menyemangati Celestian.
Duke yang melihat dari kejauhan tersenyum karena melihat ayah dan anak yang sedang berlatih.
Waktu pun berlalu begitu cepat, tidak terasa sudah 3 jam dan waktunya Celestian beristirahat dan 2 jam kemudian waktunya untuk belajar tata krama.
"apakah anda capek nona?"
"iya aku sangat capek sekali. Enna bawakan lagi minumannya aku sangat haus"
"sebentar nona" Enna pun segera mengambilkan minuman untuk Celestian dan memberikannya dengan segera karena Celestian terlihat sangat capek.