Lady Celestian

Lady Celestian
Episode 37 kelelahan dan kutukan



Cringg....


Tiba-tiba muncul 2 botol biru menyala didepan Enna.


"penawarnya sudah sampai" ucap Enna dengan girang lalu dia segera melarutkannnya dalam air karena saat ini Celestian dalam keadaan tak sadarkan diri.


Semua orang yang berada disitu sudah sedikit tenang.


5 menit telah berlalu tapi belum ada tanda tanda Celestian tersadar, semua orang yang tadinya tenang mulai cemas.


Tapi setelah itu Vitsa datang dengan membawa penyihir dari menara sihir.


"bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Vitsa pada semua orang yang ada dikamar itu.


"aku sudah memberikan penawarnya tapi Celes belum juga sadar" jawab Enna yang tengah duduk dikursi dengan perasaan cemas.


"tolong periksa putriku" ucap Vitsa.


Penyihir itu segera memeriksa Celestian dengan sihir. Setelah beberapa saat akhirnya pemeriksaan selesai.


"dia kelelahan dan juga karena kutukannya muncul" ucap Penyihir itu memberikan hasil pemeriksaanya.


"aku lupa sekarang waktunya bulan sabit merah" ucap Sarla merasa semakin cemas membuat orang lain kebingungan.


"terima kasih, kami akan menjaganya" ucap Vitsa lalu Penyihir itu segera menghilang.


"paman, bibi, Enna sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Rey yang semakin bingung dan penasaran disertai dengan kecemasannya.


"sebenarnya Celestian punya kutukan dan setiap bulan sabit merah kutukannya akan muncul lalu ini sudah ketiga kalinya" ucap Sarla, tidak terasa air matanya mulai menetes lagi mengingat kondisi putrinya itu.


"bagaimana bisa?" tanya Delli dengan wajah sembab karena menangis.


Vitsa dan Sarla tidak bisa menceritakannya karena pasti mereka akan mengingat seberapa menderitanya putrinya itu. Enna yang paham dengan kedua orang tuanya itu mulai bercerita.


*****


3 tahun yang lalu.........


Celestian, Enna, Sarla, dan Vitsa sedang piknik di taman berbunga.


Tapi tiba tiba alat komunikasi sihir milik Vitsa bercahaya, menandakan ada yang menghubunginya.


Ya itu adalah kakek Celestian.


"cepatlah pergi dari situ" - Kakek


"memang ada apa?"- Vitsa


"kalian dalam bahaya, tadi aku bertemu penyihir hitam yang akan mencuri sihir kegelapan yang tersegel tapi aku berhasil menyegel sebagian besar sihirnya lalu dia mengancamku dan saat ini menuju kearah kalian" - Kakek


"baiklah kami akan segera pergi" - Vitsa


"hati hati" - kakek


Tapi terlambat penyihir hitam sedang mengejar mereka, lalu tiba tiba ada sihir disekeliling penyihir hitam itu dan membaca mantra,


" Karyuu trisortyu lagapgeh pilojah, keturunanmu akan ku buat tertidur karena mencegah kami membangkitkan kekuatan kegelapan tapi kekuatan itu akan merasukimu dan akan bangkit melalui mu tapi dirimu akan binasa kerena terlelap dalam tidur selamanya dan akan dilahap oleh kekuatan itu sebagai wadah" ucap penyihir hitam itu lalu lenyap tak berjejak.


"siapa yang dia kutuk itu, aku takut Celestian dan Enna dalam bahaya" ucap Sarla dengan cemas sambil memeluk Celestian dan Enna.


"tenanglah mereka akan baik baik saja, kita kan melindungi mereka" ucap Vitsa.


Kemudian mereka pulang.


Keesokannya tiba tiba Celestian merasakan tubuhnya lemas dan pingsan, hal itu membuat semua orang dirumah menjadi khawatir.


Setelah kakek datang ternyata kutukannya sudah berlaku.


"Celes terkena kutukan penyihir hitam itu" ucap kakek setelah melihat cucunya yang tertidur lelap dengan wajah pucat.


"apa yang harus kita lakukan sekarang ayah?" ucap Sarla yang panik sedangkan Enna terus menangis memeluk kakek.


"kakek, apa kakak akan baik baik saja?" tanya Enna.


"tenang saja kakakmu akan baik baik saja, kakek akan berusaha membuat penawar sementara dan kamu harus menjaga kakakmu ya" ucap kakek menenangkan anak dan cucunya.


"aku akan jaga kakak baik baik, kakek tenang saja" ucap Enna.


Lalu kakek segera pulang dan membuat penawar untuk meringankan kutukan Celestian dan mencegah berkembangnya kekuatan kegelapan dalam diri Celestian sambil mencari formula untuk mematahkan kutukan Celestian.


***


kembali ke masa sekarang....


Enna menceritakan apa yang terjadi tiga tahun yang lalu sambil menangis karena dia harus mengingat kenangan pahit itu.


Semua orang yang mendengar cerita Enna seketika meneteskan air mata. Mereka tidak menyangka bahwa orang yang mereka sangat sayangi akan menderita, terlebih Delli. Dia juga punya penderitaan sendiri saat kekuatan sihirnya lepas kendali dan itu sudah terjadi sejak ia kecil.


"kenapa kamu tidka ceritakan ini dari awal" ucap Delli yang tengah terisak.


"maaf, karena aku takut kalian akan khawatir" ucap Enna yang juga tengah meneteskan air mata yang membasahi pipinya.


"aku tidak menyangka dibalik sosok ceria dan kuat Celestian ada penderitaan yang begitu besar" ucap Zaco, sebagai sahabat entah mengapa dia merasa tidak berguna sama sekali.


Semua yang ada dikamar itu tengah meratapi penderitaan yang dialami Celestian dimana tidak ada seseorang pun yang tahu kecuali keluarganya.


.


.


.


maaf kalo masalah perasaannya kurang karena aku sudah nulis ini sampai hampir nangis.


Jangan lupa like dan vote