Lady Celestian

Lady Celestian
Episode 27 kamu tidak sendiri



Mereka memutuskan untuk melihat keadaan Enna dari kejauhan. Mereka bersembunyi dibalik pohon.


Ketika itu terlihat Enna menangis sampai wajahnya dipenuhi air mata yang terus mengalir.


"kenapa aku harus mengalami ini? padahal aku sudah membuka hati untuknya" ucap Enna sambil menangis ditepi danau


"rasanya sakit" ucap Enna yang menangis sambil menyentuh dadanya.


"kenapa semua ini terjadi? kalau aku tahu akan seperti ini, aku tidak akan percaya padanya" teriak Enna sementara air matanya terus mengalir membasahi pipinya.


Membuat orang yang mendengarnya menjadi ikut menangis.


Semua temannya yang ada dibalik pohon ikut meneteskan air mata.


"aku akan kesana dengan Delli, jalian tunggulah disini" ucap Celestian yang meneteskan air matanya yang melihat sahabat sekaligus saudaranya itu.


Mereka hanya bisa menurut saja. Celestian dan Delli pun menghampiri Enna yang menangis di tepi danau.


"Enna tenanglah" ucap Delli yang ikut meneteskan air mata.


"kenapa aku harus merasakan rasa sakit ini?" ucap Enna yang masih menangis, dia menyandarkan kepalanya pada Celestian yang disampingnya.


"apa salahku?"


"kamu tidak salah yang salah itu mereka" ucap Delli dengan sedikit marah.


"padahal aku percaya padanya tapi dia hanya memanfaatkanku saja" Enna masih menangis dipelukan Celestian dan Delli.


"tenanglah kamu tidak sendiri, ada kami yang selalu bersamamu" ucap Celestian dengan memeluk Enna.


"iya ada kami teman temanmu ini" Delli ikut menenangkan Enna.


"abaikan saja laki laki itu, dia berani sekali membuat adikku menangis" ucap Celestian dengan nada marah, membuat Enna sedikit tertawa.


"nahh harusnya Enna kami tersenyum seperti ini" ucap Delli dengan senyuman.


"tenang saja, aku akan membuat si br*ngsek itu menyesal menyakiti Ennaku yang baik ini" ucap Celestian.


Seketika mereka sedikit melupakan apa yang nenjadi kesedihan mereka dan tertawa bersama sama.


lebih baik tetap seperti ini, aku tidak akan membiarkan laki laki memasuki hatiku lagi sudah cukup rasa sakit ini, batin Enna.


Karena suasana sudah terasa lebih baik, mereka yang bersembunyi dibalik pohon akhirnya keluar. Menghampiri 3 perempuan yang tertawa.


"apa perasaanmu sudah lebih baik?" tanya Rio.


"sudah, terima kasih semuanya" ucap Enna dengan tersenyum.


"iya aka ku ingat"


Mereka tetap ditepi danau dan bersenda gurau sampai siang. Menikmati langit yang cerah dengan burung burung yang berkicau.


Tidak terasa hari sudah petang dan saatnya pulang. Mereka mengantar Celestian dan Enna terlebih dahulu baru pulang kerumah masing masing.


Sesampainya dirumah, Celestian dan Enna segera membersihkan diri mereka. Setelah mandi, mereka berkumpul di meja makan untuk makan malam bersama.


"bagaimana liburannya?" tanya Duke pada Celestian dan Enna.


"liburannya menyenangkan" ucap Celestian sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"ibu, ayah apa kalian tahu tadi kami bertemu si br*ngs*k disana" ucap Celestian mendengus kesal.


"Celestian jaga ucapanmu, memangnya siapa?" tanya Duchess.


"tadi kami bertemu dengan Viro, pacar Enna itu. Saat kami akan menyapanya malah diberikan pemandangan yang tidak enak dilihat" jawab Celestian dan mulai saat itu Celestian menceritakan semua yang terjadi tentang Viro.


"Viro Aq Reliti itu dari keluarga Reliti, dari yang ibu dengar keluarganya merupakan bawahan dari keluarga Yersal yang sangat setia" ucap Duchess menjelaskan.


"iya dari yang ayah lihat, keluarga Reliti terkenal dengan kelicikan mereka yang haus akan kekuasaan" Duke pun ikut menjelaskan.


"tapi kenapa kerajaan membiarkan mereka begitu saja" tanya Enna dengan penasaran.


"mereka tetap dibiarkan karena ayah dari kepala keluarga saat ini berperan besar dalam membantu perang dan perekonomian saat kakek Rey memerintah" ucap Duke menjelaskan.


Memang keluarga Yersal adalah keluarga yang terhormat dan berpengaruh tapi masih ada yang lebih berkuasa dari keluarga Yersal dan ya itu adalah keluarga Faben. Keluarga Yersal adalah keluarga keempat yang berkuasa sedangkan keluarga Faben adalah yang paling berkuasa setelah pihak kerajaan. Hal ini dikarenakan nenek moyang keluarga Faben yang berperan dalam pembentukan negara dan yang menghasilkan orang orang kompeten yang dipercaya oleh Raja dan Ratu.


Setelah selesai makan malam, Celestian dan Enna kembali kekamar untuk beristirahat.


"apa yang akan kamu lakukan dengan Viro nantinya?" tanya Celestian sambil merebahkan dirinya diatas tempat tidur.


"aku akan memutuskan hubunganku dengannya" jawab Enna yang duduk disofa yang ditatap oleh Celestian.


"tenanglah, aku baik baik saja tidak usah khawatir" ucap Enna seolah tahu apa yang dipikirkan oleh Celestian.


Karena sudah larut malam, mereka memutuskan untuk tidur. Menunggu hari esok yang cerah tiba.


.


.


.


Happy Reading😘