Lady Celestian

Lady Celestian
Episode 35 pingsan



Keesokan paginya, setelah sarapan Celestian pergi kepusat perbelanjaan untuk membeli semua barang yang perlu dipersiapkan.


Sesuai rencana, dia akan pergi bersama dengan Fira.


Celestian saat ini sedang menunggu didepan gerbang akademi karena Fira harus menyelesaikan urusannya dikelas terlebih dahulu.


Setelah Fira sudah tiba, mereka langsung pergi ke pusat perbelanjaan.


Sesampainya disana, mereka langsung berkeliling mencari hal hal yang diperlukan.


"bagaimana kalau kesitu?" tanya Celestian menunjuk kearah toko yang terlihat usang daripada toko yang lain.


"baiklah ayo" jawab Fira.


Setelah mereka masuk, telihat sayuran dan buah-buahan yang terlihat segar. Disana ibu penjual pun terlihat ramah, tapi tokonya sepi.


"akan kutunggu sambil melihat lihat" ucap Celestian.


"iya"


Celestian pun menunggu, dia duduk dibangku dalam toko dekat dengan meja pembayaran.


"maaf nona apa tidak apa apa kalian membeli sayur dan buah disini?" tanya bibi itu.


"memangnya kenapa bi?" bukannya menjawab, Celestian malah bertanya.


"soalnya kata pedagang lainnya kualitas disini sangat buruk" ucap bibi itu dengan ragu.


"tidak bi, malah disini lebih segar dan kualitasnya lebih baik dari toko lain" ucap Celestian.


"tapi-" belum selesai sudah dipotong.


"jangan dengarkan pedagang lain bi, mereka bilang begitu karena iri" ucap Fira yang tadi sudah selesai memilih sayuran dan buah.


"iya benar tuhh bi"


"baiklah terima kasih sudah belanja disini" ucap bibi itu sambil tersenyum.


"iya bi, lagian aku suka belanja disini sayur dan buahnya seperti baru dipetik" ucap Fira yang dibalas senyuman oleh bibi itu.


Setelah itu mereka membayar sayuran dan buah buahan yang sudah dipilih lalu mereka pergi dari toko itu. Selanjutnya mereka akan membeli penyedap rasa dan bumbu bumbu lainnya serta peralatan memasak.


3 jam kemudian......


Mereka sudah selesai membeli semua keperluan untuk memasak dan memutuskan untuk kembali ke akademi.


"Celes ayo kembali ke akademi, semua sudah lengkap" ajak Fira yang akan naik kereta kuda.


"tidak, kamu saja yang kembali duluan" ucap Celestian.


"kenapa?" tanya Fira yang penasaran karena semua kebutuhan sudah lengkap.


"aku harus beli pedang, dan perlengkapan kelas" jawab Celestian.


"oh iya aku lupa, kamu kan pengurus 3 kepentingan" ucap Fira yang merasa kasihan pada Celestian.


"ihh ada ada saja 3 kepentingan" ucap Celestian terkekeh dengan sebutan dari Fira.


"ya sudah aku pergi dulu" ucap Fira.


"iya"


Saat kereta kuda yang dinaiki Fira menjauh, Celestian segera menuju kepandai besi untuk memesan pedang terlebih dahulu.


Dia pergi ke toko pandai besi langganannya dan keluarganya.


"ehh Celes ya" ucap paman pemilik pandai besi sekaligus orang yang membuatkan pedang Duke Faben dan Celestian.


"iya paman, aku mau pesan pedang" ucap Celestian.


"pedang yang seperti apa?" tanya paman itu.


"aku pilih yang ini saja, ini terlihat ringan tapi kuat" ucap Celestian sambil memegang pedang yang dia pilih.


"aku pesan 100 pedang ya paman" lanjut Celestian.


"memang untuk apa 100 pedang?" tanya paman itu.


"untuk pembasmian karena akademi akan membantu pembasmian" jawab Celestian.


"baiklah akan paman siapkan ambil nanti jam 3 sore" ucap paman itu.


"siap paman"


Setelah itu Celestian keluar dari toko dan berkeliling, mencari toko peralatan kelas.


Sesudah itu dia membayar peralatan yang dipilihnya lalu keluar dari toko, karena masih tersisa 3 jam untuk mengambil pedang pesanannya. Akhirnya dia memutuskan untuk berbelanja kebutuhannya dan Enna.


Celestian memang suka keluar dari rumahnya karena saat keluar, dia akan merasa sangat senang. Tempat dimana dia dihormati bukan karena status dan teman temannya yang menyukainya bukan karna statusnya itulah yang membuatnya senang.


3 jam telah berlalu dan saatnya mengambil pedang pesanannya.


Sebelum itu, dia pergi untuk menyewa kereta kuda untuk membawa barang lalu satu lagi untuk mengantarnya kembali ke akademi.


Sesudah mendapat kereta, dia langsung menuju ke toko pandai besi.


"paman, pedangnya sudah siap?" tanya Celestian.


"sudah, ini akan dinaikkan" jawab paman itu.


"semuanya berapa paman??" tanya Celestian.


"10 gold" ucap paman itu memberi harga murah karena Celestian dan keluarganya sudah menjadi langganan disana.


Celestian segera mengambil uang dikantong dressnya lalu memberikannya pada paman itu.


"terima kasih paman atas pedangnya" ucap Celestian sgera masuk ke kereta kuda.


"iya hati hati diperjalanan" ucap paman itu.


Dua kereta kuda berangkat menuju ke akademi dengan membawa barang dan penumpang.


Sesampainya di akademi, para siswa yang dihalaman depan langsung melihat kearah satu kereta kuda yang membawa barang. Terlihat banyak sekali barang yang dibawa sampai menumpuk.


Celestian segera keluar dari kereta kuda dan menyuruh kereta satunya untuk menuju ke tempat latihan, Celestian pun naik ke atas kereta pembawa barang itu.


Sesampai ditempat latihan, pandangan seluruh murid yang sedang melakukan seleksi serta murid dan guru yang membantu proses seleksi tercengang sekaligus kaget. Nampak seorang gadis yang duduk diatas kereta kuda pembawa barang, dan terlihat gadis itu duduk dengan santainya tanpa takut. Memang kereta yang dipilih Celestian untuk membawa barang adalah kereta yang modelnya seperti kereta penumpang. Itu karena supaya barang bisa aman dan tidka ada kerusakan sedangkan saat ini dia sedang duduk diatas kereta kuda dengan santainya dna tidak takut jatuh.


Kemudian Celestian segera turun dengan melompat, hal itu membuat orang disekitarnya merinding. Karena mana ada gadis lainnya yang duduk diatas kereta kuda lalu turun dengan melompat sehingga membuat orang sekitarnya takut dia terjatuh apa lagi dia masih pakai dress. Itu lebih membuat para laki laki ditempat latihan merinding.


"ada apa dengan kalian?" tanya Celestian bingung.


"apa kamu tidak diajari tata krama sebagai seorang gadis?" tanya Zaco


"diajari" jawab Celestian.


"tapi kenapa duduk diatas kereta kuda dan bukan didalamnya lalu turun dengan melompat apalagi kamu sedang pakai dress" ucap Zaco panjang lebar.


"ohh aku lupa" ucap Celestian dengan santai dan cengengesan dimana dia diberi tatapan tajam oleh Zaco.


"iya iya maaf, tapi tenang saja aku pakai baju latihan kok" ucap Celestian sekali lagi.


Celestian langsung melepas atau lebi tepatnya hampir merobek dress yang dipakainya didepan semua orang dan terlihat dibalik dress Celestian sudah memakai baju latihan. Hal itu membuat para siswa langsung menutup mata mereka.


"kenapa semua menutup mata?" tanya Celestian dengan wajah tak bersalah dan tanpa dosa.


Mendengar pertanyaan Celestian, Rey, Devin, dan Zaco hanya bisa menghela nafas.


"apa kamu harus ganti baju ditempat seperti ini Celes yang berani?" ucap Zaco dengan kesal.


"aku tidak ganti baju hanya melepas saja karena aku sudah memakai baju latihan sejak awal" jawab Celestian dengan polosnya.


"hahhhh...... sudahlah suka suka kamu" ucap Zaco yang sudah tidak bisa menangani sahabatnya itu.


"sudahlah jangan marah marah terus, ayo bantu turunkan semua pedang ini dari kereta" ucap Celestian.


Mereka pun menurunkan pedang pedang itu dari kereta kuda.


Tapi tidak lama setelah itu,


Brukk......


Celestian terjatuh....


"Celestian!!" teriak Rey dan Devin yang sedang didalam kereta kuda mengambil pedang.


.


.


.


.


Maaf lama up, hp autornya lagi error jadi untuk kedepannya akan sulit untuk up ya. tolong dimaklumi.


Jangan lupa like dan vote